Koleksi dari Tim Infomuslimtours

 

Wadi Rum di Yordania adalah kawasan wisata yang unik juga, hamparan yang luas namun menarik dari bentuk-bentuk bebatuan alam, seperti ada saja yang memahatnya, padahal ini adalah hasil alamisasi, artinya terbentuk karena proses-proses tertentu. Jadi bukan hanya laut mati dan kota Petra yang pernah hilang adalah kunjungan wisata, Wadi Rum perlu juga menjadi tempat yang wajib dikunjungi.

Luasnya sekitar 720 kilometer persegi. Wadi artinya lembah. jaraknya  lokasi ini sekiar 60 kilometer dari Teluk Aqaba yang indah. Jalan menuju ke Wadi Rum dapat ditempuh melalui jalan bebas hambatan mulus yang membelah padang gurun yang indah dan unik.

Disini ada jip khusus sebagai alat transportasi bagi para turis menjelajahi tempat ini, kalau dirasa Jeep agak gimana-gitu, mungkin anda bisa memilih menggunakan unta, kendaraan transportasi tradisional yang ramah lingkungan, hehehee. cuman yah…jalannya tidak secepat jeep. Tapi asik juga loh naik unta, seolah-olah berada pada zaman dimana perjuangan para nabi-nabi berdakwah yang begitu berat. Jeep itu dirancang sedemikian rupa, pada keempat ujungnya diberi tiang-tiang besi tua yang berfungsi sebagai penyangga atap. Atap itu terbuat dari kain terpal seadanya, ada yang sobek atau dekil.

Hamparan gunung-gunung yang coklat kemerahan mengingatkan kita pada gambar wallpaper windows yang tajam dan indah warnanya, nah ketika berkunjung kesini maka inilah kesempatan mengambil gambar dari berbagai angle, apalagi sinar matahari yang membuat kilatan batu-batu itu makin seru saja mengambil gambar. Apalagi untuk berselfie ria disini juga tempat yang paling seru.

Tak seru kalau tidak menuju bukit batu yang tinggi, dari ketinggian ini bisa juga melepas lelah sembari merenung bertafakur atau kalau mau bisa berdzikir atau shalat sunnah tanda bersyukur dan mengakui kebesaran Allah dari tanda-tanda alam yang dihamparkan.

Dan kalau menuju tebing, disalah-satu tebing batu itu terdapat tulisan purba yang sebenarnya merupakan gambar kuda, unta, dan manusia, mungkin orang-orang dulu gaya tulisannya adalah bentuk seperti apa yang dilihatnya, coba kalau disana ada dinosaurus, mungkin gambarnya pun ada dinosaurus.

Untuk melihat tulisan tersebut, kita harus memanjat tebing batu dengan ketinggian sekitar 2 meter. Lebar jalannya kurang dari 50 sentimeter dan licin. Kabarnya sih tulisan ini sudah berusia 4.000 tahun. Di Wadi Rum terdapat pula kuil kuno yang dibangun oleh orang Nabat, suku yang juga membangun kota batu di Petra.

Tempat berpose yang menarik juga ada di Jembatan Batu Umm Fruth, sebuah batu yang menghubungkan dua bukit batu menjadi satu. Tidak hanya untuk berfoto, kalau lagi fit bisa menaikinya atau sekedar olahraga, olah raga manjat tebing. Jadi siapa saja yang merasa sebagai seperti MAPALA atau Mahasiswa Pencinta Alam, jika berada di Wadi Rum ini, maka akan menjadi penasaran sebelum menaklukkan alam ini. Jadi perlu dicoba.

Tidak perlu repot membawa peralatan karena kita dapat menyewanya di sini. Warga setempat Wadi Rum juga merupakan rumah bagi suku Bedouin yang hingga kini masih tinggal secara seminomaden. Mereka tinggal di tenda-tenda di beberapa kawasan Wadi Rum.

Setelah Wadi Rum berkembang menjadi tempat wisata, banyak orang Bedouin menjadi pemandu wisata serta penunjuk jalan bagi para pemanjat tebing. Sebagian dari mereka menggantungkan hidupnya dari pariwisata di Wadi Rum. Mereka juga menyediakan penginapan bagi turis di Wadi Rum. tapi jangan membayangkan kamar mewah dengan penyejuk udara, kamar mandi mebel campur pancuran serta toilet dengan desain elegan, malahan kamar yang ditawarkan adalah tenda-tenda yang hanya berisi tempat tidur.

Beberapa tenda dilengkapi dengan lemari kecil. Biayanya mulai dari sekitar Rp 350.000 semalam. Kamar mandinya tentu di luar tenda. Walaupun panas menyengat pada siang hari, temperatur di gurun dapat turun drastis hingga 19 derajat di malam hari pada musim panas.

Namun pada malam hari disiapkan makan yang sudah dua jam ditanam di bawah pasir. Biasanya mereka memasak daging domba muda atau ayam yang disebut zarb, yang  rempah-rempahnya dirahasiakan, setelah itu barulah ditutup pakai tong lalu dimasukkan ke dalam pasir yang sudah dilubangi.

Tong tersebut dibenamkan di bawah pasir gurun berisi bara api. Petugas disana sudah berpengalaman, sehingga tahu kapan daging itu empuk, yah..kira-kira dua jam kalau mau dihitung, lalu setelah itu seorang petugas dapur mengambil sekop lalu mengeluarkan daging dari dalam tong. Wangi daging mmhhh…..sangat menggugah selera. . Nyam…nyam…nyam…makan perlahan-lahan senikmat mungkin sembari menatap bintang-bintang mala dan berbisik dengan angin malam.. uenakkk…

Tertarik ke tempat wisata yang unik ini?, hubungi kami, kami melayani anda sebaik mungkin dan memastikan anda berkesan setelah dari sana. Travelindoexpedia@gmail.com atau via WA : 082249794802

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bertanya pada seorang wanita,

مَا مَنَعَكِ أَنْ تَحُجِّى مَعَنَا

“Apa alasanmu sehingga tidak ikut berhaji bersama kami?”

Wanita itu menjawab, “Aku punya tugas untuk memberi minum pada seekor unta di mana unta tersebut ditunggangi oleh ayah fulan dan anaknya –ditunggangi suami dan anaknya-. Ia meninggalkan unta tadi tanpa diberi minum, lantas kamilah yang bertugas membawakan air pada unta tersebut. Lantas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

فَإِذَا كَانَ رَمَضَانُ اعْتَمِرِى فِيهِ فَإِنَّ عُمْرَةً فِى رَمَضَانَ حَجَّةٌ

“Jika Ramadhan tiba, berumrahlah saat itu karena umrah Ramadhan senilai dengan haji.” (HR. Bukhari no. 1782 dan Muslim no. 1256).

Jika mengamati hadist di atas, tentu si perempuan itu punya alasan yang kuat sehingga tidak ikut melaksanakan haji bersama Rasulullah SAW, sebuah kondisi yang tak bisa ia tinggalkan, disinilah Islam begitu flesksibel, tidak kaku, dan mudah bagi umatnya. Tentu saja berbeda dengan mereka jika pada musim haji sudah datang dan tidak ada halangan yang berarti untuk tidak berangkat, apalagi sudah ada kemampuan yang telah diberikan oleh Allah SWT, baik berupa kesehatan fisik dan mental juga berupa modal atau biaya berangkat haji.

Berangkat Haji dengan segera bisa tidak melalui antrian yang panjang dan cukup aman, bisa dilihat tautan ini . 

Kalau dipikir-pikir, umroh di bulan ramadhan itu cukup berat, karena ibadah puasa tetap berjalan sementara melakukan Thawaf dan S’ai pada cuaca yang panas, jika pada musim Haji ketika berada di Arafah juga lumayan panas kan?, kecuali cuaca berubah. Namun apapun semua itu, tidak ada halangan jika niat sudah bulat, dan sebaik-baik ibadaha adalah dengan keikhlasan. Biarlah Allah yang mencukupi semua kekurangan hamba-hambaNya.

Adapun hadis berikut ini yang menguatkan alasan mengapa umroh di bulan ramadhan itu cukup “diperhitungkan” tanpa bermaksud membanding-bandingkan segala bentuk ibadah yang ada, karena tujuan dari semua ibadah adalah penghambaan, yaitu mencapai derajat takwa.

فَإِنَّ عُمْرَةً فِيهِ تَعْدِلُ حَجَّةً

Umrah pada bulan Ramadhan senilai dengan haji.” (HR. Muslim no. 1256)

فَإِنَّ عُمْرَةً فِى رَمَضَانَ تَقْضِى حَجَّةً مَعِى

Sesungguhnya umrah di bulan Ramadhan seperti berhaji bersamaku” (HR. Bukhari no. 1863).

Tentu keshahihan hadis di atas tak diragukan lagi, jadi umrah di bulan ramadhan adalah pilihan masing-masing. dan mungkin ada sedikit tips dari Info Muslim Tours dan Ziarah Expedia Wisata tentang Tips umroh di bulan Ramadhan, bisa klik disini,

Umrah dan Haji memiliki keterkaitan, dan khusus bulan ramadhan juga mendapatkan perhatian yang serius, namun bukan berarti umrah di bulan ramadhan bisa menggantikan haji yang wajib, tetap keduanya berdiri masing-masing namun tak terpisahkan, artinya jika tak ada halangan berhaji wajiblah didahulukan, dan jika masih banyaknya halangan apalagi terkait masalah akomodasi mungkin bisa bersabar, yang jelas niat sudah ada dalam hati.

Siapa yang tak ingin merasakan suasana shalat taraweh di  Masjidil Haram?, siapa yang tak ingin merasakan doa-doa yang melinangkan air mata ketika Imam Masjidil Haram memimpin doa yang diikuti jutaan umat ?, siapa yang tak ingin meraih malam-malam lailatul Qadar apalagi dengan shalat tahajjud berjamaah?. Semua itu hanya bisa dirasakan ketika Umrah di bulan ramadhan.

Jika antum tertarik umrah di bulan ramadhan segera hubungi kami (Travelindoexpedia@gmail.com) atau Expedia_line@yahoo.com, atau bisa via Whatsapp 081905381414, kami puas ketika anda merasakan kenyamanan dan konsentrasi beribadah, dan berharap pahala-pahala ibadah menjadi bekal di akhirat kelak. aamiin..

Buka puasa di Masjidil Haram, betapa indahnya kebersamaan kaum muslimin, duduk bareng beribadah bersama-sama
Berikut kami kutip lagi dari Imam Nawawi dan jawaban dari Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz rahimahullah (ketua Komisi Fatwa Kerajaan Saudi Arabia di masa silam) :
Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Yang dimaksud adalah umrah Ramadhan mendapati pahala seperti pahala haji. Namun bukan berarti umrah Ramadhan sama dengan haji secara keseluruhan. Sehingga jika seseorang punya kewajiban haji, lalu ia berumrah di bulan Ramadhan, maka umrah tersebut tidak bisa menggantikan haji tadi.” (Syarh Shahih Muslim, 9:2)
Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz rahimahullah (ketua Komisi Fatwa Kerajaan Saudi Arabia di masa silam) pernah menerangkan maksud umrah Ramadhan seperti berhaji bersama Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau mendapat pertanyaan, “Apakah umrah di bulan Ramadhan bisa menggantikan haji berdasarkan sabda Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Barangsiapa berumrah di bulan Ramadhan maka ia seperti haji bersamaku”?

Jawaban Syaikh rahimahullah, “Umrah di bulan Ramadhan tidaklah bisa menggantikan haji. Akan tetapi umrah Ramadhan mendapatkan keutamaan haji berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Umrah Ramadhan senilai dengan haji.” Atau dalam riwayat lain disebutkan bahwa umrah Ramadhan seperti berhaji bersama Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam-, yaitu yang dimaksud adalah sama dalam keutamaan dan pahala. Dan maknanya bukanlah umrah Ramadhan bisa menggantikan haji. Orang yang berumrah di bulan Ramadhan masih punya kewajiban haji walau ia telah melaksanakan umrah Ramadhan, demikian pendapat seluruh ulama. Jadi, umrah Ramadhan senilai dengan haji dari sisi keutamaan dan pahala. Namun tetap tidak bisa menggantikan haji yang wajib.” [Fatawa Nur ‘ala Darb, Syaikh Ibnu Baz]

Harapan kami, semoga antum-antum dimudahkan melaksanakan umrah ataupun haji sehingga menjadi hikmah yang bisa diresapi dalam jenjang-jenjang ibadah kepada Allah SWT, dan mendapatkan umrah ataupun haji yang mabrur. Wassalam

Info Muslim tours

Hikmah-hikmah dari Allah SWT begitu banyak tersebar di muka bumi ini, seluruh perintah-Nya adalah kebaikan, dan seluruh larangan-Nya adalah untuk mencegah manusia terperosot jatuh ke jurang keburukan, Termasuk perintah atau kewajiban ibadah haji memiliki banyak sekali manfaat dan faedah serta tentunya hikmah yang luar biasa untuk diresapi, sehingga sangat bagus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk penyerahan diri kepada Allah SWT (Tauhid).

Allah SWT berfirman :

وَأَذِّن فِى ٱلنَّاسِ بِٱلۡحَجِّ يَأۡتُوكَ رِجَالاً۬ وَعَلَىٰ ڪُلِّ ضَامِرٍ۬ يَأۡتِينَ مِن كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ۬ (٢٧) لِّيَشۡهَدُواْ مَنَـٰفِعَ لَهُمۡ وَيَذۡڪُرُواْ ٱسۡمَ ٱللَّهِ فِىٓ أَيَّامٍ۬ مَّعۡلُومَـٰتٍ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُم مِّنۢ بَهِيمَةِ ٱلۡأَنۡعَـٰمِ‌ۖ فَكُلُواْ مِنۡہَا وَأَطۡعِمُواْ ٱلۡبَآٮِٕسَ ٱلۡفَقِيرَ (٢٨)

Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh, supaya mereka menyaksikan berbagai manfa’at bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak Maka makanlah sebahagian daripadanya dan [sebahagian lagi] berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara lagi fakir. . [al-Hajj [22]:27-28]

Ibadah haji wajib bagi muslim yang mampu, dan kewajibannya hanya sekali seumur hidup. Oleh karena itu, hendaklah seorang Muslim berusaha segera melaksanakannya, apalagi ibadah haji termasuk salah satu dari rukun Islam yang lima.

Dari Ibnu ‘Umar Radhiyallahu anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

بُنِىَ الإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ ، وَإِقَامِ الصَّلاَةِ ، وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ ، وَالْحَجِّ ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ
Islam dibangun di atas lima (tiang): bersaksi tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allâh dan bahwa Muhammad adalah utusan Allâh, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berhaji dan berpuasa di bulan Ramadhan.” [HR. al- Bukhâri no. 8 dan Muslim no. 16]

Barangsiapa menunda-nunda sampai lebih lima tahun, padahal sudah memiliki kemampuan, maka dia benar-benar jauh dari kebaikan.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

يَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ : إِنَّ عَبْدًا أَصْحَحْتُ جِسْمَهُ وَأَوْسَعْتُ عَلَيْهِ فِى الْمَعِيشَةِ تَأْتِى عَلَيْهِ خَمْسَةُ أَعْوَامٍ لَمْ يَفِدْ إِلَىَّ لَمَحْرُومٌ
Allâh Azza wa Jalla berfirman, “Sesungguhnya seorang hamba yang telah Aku anugerahi kesehatan badan, Aku telah luaskan penghidupannya, telah lewat padanya lima tahun, (namun) dia tidak mendatangiKu (yakni: melakukan ibadah haji), dia benar-benar dicegah (dari kebaikan). [HR. al-Baihaqi dalam as-Sunan al-Kubra, no. 10695 dan dalam Syu’abul Îmân, no. 4132, 4133; Ibnu Hibban dalam Shahîhnya, no. 3703; Abu Ya’la dalam Musnadnya, no. 1031; ath-Thabarani dalam Mu’jamul Ausath, no. 486; dari Abu Sa’id al-Khudri Radhiyallahu anhu. Juga diriwayatkan oleh al-Baihaqi dalam as-Sunan al-Kubra dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, no. 10696. Dishahihkan oleh Syaikh Syu’aib al-Arnauth dalam Ta’liq Shahîh Ibnu Hibbân, dan syaikh al-Albani dalam Silsilah ash-Shahîhah no. 1662]

Ketika Allâh Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan para hamba-Nya untuk beribadah, bukan berarti Allâh Azza wa Jalla membutuhkan ibadah itu, akan tetapi hal itu untuk kebaikan manusia sendiri. Demikian juga ketika Allâh mewajibkan ibadah haji, bukan berarti Allâh Azza wa Jalla membutuhkan ibadah haji tersebut. Sebagaimana FirmanNya :

وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا ۚ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ
Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allâh Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” [QS. Ali Imrân [3]: 97]

Imam Ibnu Katsir rahimahullah menukilkan dari Ibnu Abbâs, Mujâhid, dan lainnya, tentang firman Allâh, “Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allâh Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam”, yaitu: Barangsiapa mengingkari kewajiban haji, maka sesungguhnya dia telah kafir, dan Allâh tidak memerlukannya” [Tafsir Ibnu Katsîr, 2/84]

Ayat ini adalah dalil tentang wajibnya haji. Kalimat dalam ayat tersebut menggunakan kalimat perintah yang berarti wajib. Kewajiban ini dikuatkan lagi pada akhir ayat (yang artinya), “Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allâh Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam”.

Dan kewajiban berhaji cukup sekali bisa dilihat pada hadist-hadist berikut ini :

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, ia berkata, “Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berkhutbah di tengah-tengah kami, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
« أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ فَرَضَ اللَّهُ عَلَيْكُمُ الْحَجَّ فَحُجُّوا ». فَقَالَ رَجُلٌ أَكُلَّ عَامٍ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَسَكَتَ حَتَّى قَالَهَا ثَلاَثًا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ : لَوْ قُلْتُ نَعَمْ لَوَجَبَتْ وَلَمَا اسْتَطَعْتُمْ
“Wahai sekalian manusia, Allâh telah mewajibkan haji bagi kalian, maka berhajilah.” Seorang laki-laki bertanya, “Wahai Rasûlullâh, apakah setiap tahun (kewajiban berhaji)?” Maka beliau diam, sampai orang tadi bertanya tiga kali. Kemudian Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika aku mengatakan ‘ya’, maka tentu wajib (haji setiap tahun), dan kamu tidak mampu.” [HR. Muslim no. 1337]

Dan kewajiban haji termasuk perkara yang diketahui secara pasti dari ajaran Islam, sehingga mengingkari kewajibannya merupakan kekafiran.

Karena pentingnya kedudukan haji ini sampai khalifah Umar Radhiyallahu anhu memberikan nasehat dengan mengatakan, “Silahkan dia mati sebagai orang Yahudi atau Nashrani” beliau mengucapkannya tiga kali, “Seorang laki-laki yang mati, namun dia belum berhaji, padahal dia memiliki kelonggaran dan keamanan perjalanan. Satu haji yang aku lakukan ketika aku belum berhaji lebih aku sukai dari pada enam atau tujuh peperangan. Dan sesungguhnya satu peperangan yang aku lakukan setelah berhaji lebih aku sukai dari pada enam atau tujuh haji”.  Riwayat al-Baihaqi dalam as-Sunan al-Kubra, 4/334, no. 8923, penerbit: al-Ma’arif, India. Riwayat ini dihasankan oleh syaikh al-Albâni dalam takhrij hadits no. 4641 dalam kitab Silsilah adh-Adha’îfah

Jadi badah haji merupakan kewajiban yang besar, maka sebagai seorang Muslim yang sudah memiliki kemampuan hendaklah berusaha melaksanakan dengan sebaik-baiknya.

Baca Juga : Cara Aman Berhaji Tanpa Antri

Tips Bermunajat Di Raudhah Ziarah Expedia Wisata

Tips Bermunajat Di Raudhah Ziarah Expedia Wisata

Jamaah haji dari berbagai negara sudah membanjiri Madinah, khususnya Masjid Nabawi, untuk melaksanakan salat arbain. Selain itu para jamaah juga mencari kesempatan untuk bisa memanjatkan doa di raudhah atau taman surga, sekaligus berziarah ke makam Nabi Muhammad. Butuh doa yang khusyuk dan kesabaran ekstra untuk menembus raudhah.

Baca Juga: Perbedaan Haji Dan Umroh

Raudhah atau biasa disebut taman surga terletak di antara mimbar dengan makam yang dahulu rumah Rasulullah. Tempat ini diberikan nama Raudhah oleh Rasulullah sendiri dan disebut sebagai tempat yang makbul untuk memohon kepada Allah SWT. Raudhah ditandai dengan karpet berwarna hijau dan pilar-pilar yang dicat agak berbeda dengan bunga-bunga dibanding pilar Masjid Nabawi pada umumnya.

Ketua PPIH Daker Madinah Nasrullah berbagi tips untuk menembus kepadatan raudhah. Selain mengikhlaskan diri kepada Allah SWT, jamaah perlu menghitung waktu berkunjung yang tepat agar bisa merasakan kesejukan raudhah.

“Pertama, untuk jamaah perempuan ke raudhah itu tidak seperti laki-laki, dia diberi space dari pukul 08.00 pagi. Kalau diatur sedemikian rupa bisa ke raudhah,” kata Nasrullah di Madinah

Untuk laki-laki, meskipun waktunya lebih leluasa namun perlu memilih waktu yang tepat. Karena jamaah Masjid Nabawi di setiap waktu salat sudah ribuan.

“Laki-laki bisa pertengahan malam, pagi, atau siang. Saran saya mencari waktu itu,” kata Nasrullah.

Namun dia berharap jamaah tidak memaksakan diri. Dia juga mengimbau para jamaah haji untuk memanfaatkan waktu untuk salat arbain dengan bijak. Mengingat jamaah hanya 9 hari di Madinah untuk melaksanakan salat 40 waktu itu.

“Jangan menghabiskan waktu untuk hal-hal yang tidak terkait ibadah,” ingatnya.

“Kalau berbelanja itu di Makkah juga masih banyak toko,” pungkasnya

Keyword: Tips Bermunajat Di Raudhah Ziarah Expedia Wisata Tips Bermunajat Di Raudhah Ziarah Expedia Wisata Tips Bermunajat Di Raudhah Ziarah Expedia Wisata Tips Bermunajat Di Raudhah Ziarah Expedia Wisata Tips Bermunajat Di Raudhah Ziarah Expedia Wisata

Waspada Dehidrasi Dan Heat Stroke Saat Haji

Waspada Dehidrasi Dan Heat Stroke Saat Haji

Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KHOM, FACP, FINASIM, dari Divisi Gastroenterologi, Departemen Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia mengatakan saat berada di Tanah Suci, cuaca panas menyengat bisa memberikan masalah kesehatan. Disebutkan dr Ari, suhu udara di Makkah dan Madinah bahkan bisa mencapai 40 derajat Celcius.

Baca Juga: Mekkah Yang Dirindukan

“Saat ini cuaca di Makkah maupun Madinah Haji cukup panas, siang hari lebih dari 40 derajat Celsius. Yang perlu diantisipasi atas suhu udara yang tinggi ini adalah terjadinya dehidrasi,” tuturnya.

“Jika tidak diantisipasi lebih lanjut kondisi panas ini dapat menyebabkan terjadi heat stroke, suatu keadaan mengancam jiwa akibat suhu tubuh yang meningkat sampai 40 derajat Celcius akibat suhu di luar yang tinggi,” tulis dr Ari dalam surat elektronik kepada wartawan, baru-baru ini.

Dengan cuaca yang panas dan aktivitas luar ruangan yang dilakukan para jemaah haji, kebutuhan air harus sangat tercukupi. Dikatakan dr Ari, kebutuhan cairan tubuh akan meningkat karena cuaca panas. Ia pun menyarankan agar jemaah haji mengonsumsi air 3-4 liter tiap harinya.

“Selama di masjid diusahakan untuk tetap minum, tempat-tempat penampungan minum yang berisi air zam-zam selalu tersedia di dalam dan di seputar Masjid Nabawi,” tambahnya.

Hindari konsumsi minuman yang bersifat diuretik dan mempercepat proses buang air kecil seperti teh, kopi dan minuman bersoda. Minuman ini mengandung kafein yang dapat memperberat risiko dehidrasi.

Selain faktor cuaca, keadaan lain yang bisa menimbulkan masalah kesehatan adalah rasa lelah akibat perjalanan. Aktivitas ibadah termasuk pulang dan pergi ke masjid, melakukan tawaf dan ziarah terkadang membuat rasa lelah terabaikan. Padahal, risiko kesehatan juga mengancam tubuh yang lelah.

“Rasa bersyukur dan ingin segera melihat Masjid Nabawi serta ziarah ke makam Nabi Muhammad SAW kadang kala mengalahkan rasa lelah yang ada selama perjalanan dan sampai di penginapan. Oleh karena itu hal yang perlu dicermati oleh para jamaah dan para pimpinan kelompok adalah agar bagi para jemaah tersedia waktu istirahat yang cukup setelah sampai di penginapan,” tutupnya.

Tips Sehat Saat Ibadah Haji Ziarah Expedia Wisata

Tips Sehat Saat Ibadah Haji Ziarah Expedia Wisata

Cuaca panas yang mencapai 40 derajat Celcius membuat para jemaah haji berisiko mengalami dehidrasi dan stroke. Belum lagi risiko kelelahan akibat perjalanan panjang yang bisa memicu kambuhnya penyakit bawaan.

Baca Juga: Mekah Yang Dirindukan

Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, FACP, FINASIM, dari Divisi Gastroenterologi, Departemen Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia, mengatakan udara panas dan aktivitas di udara terbuka merupakan sumber utama masalah kesehatan bagi jemaah haji di Tanah Suci.

“Selain faktor cuaca, keadaan lain yang dapat memperburuk kesehatan para jemaah adalah kelelahan akibat perjalanan yang lama dan melelahkan,” tutur dr Ari, dalam keterangan tertulis kepada wartawan, baru-baru ini.

Agar ibadah haji tetap khusyuk, khidmat dan bebas dari masalah kesehatan, ada 4 langkah yang harus dilakukan oleh jemaah di Tanah Suci. Apa saja? Berikut penjabarannya:

1. Cukupi kebutuhan air minum

Cuaca panas meningkatkan risiko jemaah haji mengalami dehidrasi dan heat stroke. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat berbahaya dan bahkan mengancam nyawa. Untuk itu, dr Ari menyarankan agar konsumsi cairan diperbanyak untuk memastikan kebutuhan tercukupi.

“Oleh karena itu yang utama adalah tetap mempertahankan minum 3-4 liter. Makin sering terpapar udara panas jumlah cairan yang diminum juga harus ditingkatkan,” tandasnya.

Perhatikan juga warna air urine. Air urine yang berwarna keruh dan cokelat kekuningan menandakan tubuh sedang dehidrasi. Hindari konsumsi minuman berkafein seperti kopi dan soda karena dapat memperberat dehidrasi.

2. Jangan abaikan istirahat

Aktivitas ibadah yang padat, jarak dari penginapan menuju masjid yang jauh, serta perjalanan panjang membuat tubuh rentan mengalami kelelahan. dr Ari mengingatkan bahwa istirahat sangat penting saat melakukan ibadah haji dan tidak boleh diselepekan.

“Rasa bersyukur dan ingin segera melihat Masjid Nabawi serta ziarah ke makam Nabi Muhammad SAW kadang kala mengalahkan rasa lelah yang ada selama perjalanan dan sampai di penginapan. Oleh karena itu hal yang perlu dicermati oleh para jemaah dan para pimpinan kelompok adalah agar bagi para jemaah tersedia waktu istirahat yang cukup setelah sampai di penginapan,” ungkapnya.

3. Perhatikan jadwal makan

Salah satu yang menjadi perhatian dr Ari adalah sering terlupanya jadwal makan oleh para jemaah. Hal ini membuat jemaah haji asal Indonesia akhirnya jajan di pinggir jalan yang kebersihan dan kualitas makanannya belum tentu terjaga.

Menurut dr Ari, pemberian makanan yang resmi dari katering penyelenggara ibadah haji disertai keterangan kapan makanan tersebut dapat dikonsumsi dan kapan tidak dapat dikonsumsi lagi. Oleh karena itu, memerhatikan jadwal makan sangat penting untuk menghindari risiko infeksi kuman dari makanan pinggir jalan yang tidak bersih.

“Aktivitas ibadah termasuk pergi dan pulang dari penginapan dan ke mesjid akan menghabiskan energi kita. Oleh karena itu harus diimbangi makan yang cukup. Apabila asupan makan kita tidak baik tentunya secara umum hal ini juga akan mempengaruhi daya tahan tubuh kita,” tandasnya.

4. Lakukan pemeriksaan kesehatan rutin

Terakhir dan tak kalah penting, dr Ari mengingatkan agar para jemaah selalu melakukan pemeriksaan kesehatan rutin oleh petugas kesehatan yang berjaga. Jika ada masalah, segera laporkan ke petugas untuk mendapatkan penanganan.

“Hal ini penting agar gangguan kesehatan yang terjadi dapat segera diatasi dan tidak berlarut. Perlu diingat karena kontak satu jemaah dengan jemaah lain cukup dekat maka jika ada salah satu jemaah yang mengalami flu berupa batuk pilek akan mudah menularkan kepada yang lain,” tuturnya.

Jangan lupa juga untuk mengonsumsi obat-obatan rutin bagi pasien penyakit kronis untuk menghindari kekambuhan di Tanah Suci.

Tips Berpakaian Ihram Ziarah Expedia Wisata

Tips Berpakaian Ihram Ziarah Expedia Wisata

Para jemaah haji diwajibkan untuk mengenakan pakaian ihram selama menjalankan rukun haji. Berikutbeberapatips yang bisa dipakai agar pakaian ihram nyaman dan tidak lepas saat dikenakan.

Baca Juga: Tips Membawa Barang Selama Haji

Dalam website Kementerian Agama disebutkan para jemaah pria memakai dua helai kain yang tidak berjahit, satu diselendangkan di bahu dan satu disarungkan menutupi pusar sampai dengan lutut. Berikut langkah-langkahnya:

Satu helai kalian untuk bagian bawah badan.

1. Kedua kaki jangan dirapatkan tapi dibuka lurus bahu.

2. Bentangkan kain lalu lilitkan melingkari pinggang. Bagian kiri lebih panjang.

3. Bagian kanan ditarik ke pinggang kiri. Sisa kain di kanan ditarik ke bagian tengah. Lalu gulung seperti menggunakan sarung.

4. Agar tidak melorot sebaiknya memakai sabuk, posisinya di atas pusar. Gulung kembali hingga sabuk tidak terlihat.

5. Kain ihram harus dipakai menutupi pusar dan di atas mata kaki atau sampai betis. Hal ini karena aurat laki-laki adalah dari pusar hingga ke lutut.

Coba posisi jongkok untuk memastikan bagian bawah tertutup sempurna.

Selesai untuk pakaian bagian bawah. Selanjutkan kain kedua digunakan untuk pakaian ihram bagian atas.

1. Bentangkan kain di bagian belakang punggung. Kain bagian kanan lebih panjang.

2. Tarik kain yang ada di tangan kanan melingkari leher. Kedua bahu tertutup kain.

Posisi ini biasa digunakan untuk salat,sai dan ibadah lainnya selain tawaf.

Untuk tawaf pakain Ihram digunakan dengan cara idtiba, yaitu dengan membuka bahu sebelah kanan dan membiarkan bahu sebelah kiri tertutup kain Ihram.

Caranya tarik kain yang ada di tangan kanan melalui bawah ketiak lalu diselempangkan ke belakang ke arah bahu kiri. Sehingga bahu kanan terlihat.

Tips tambahan:

– Pilih bahan yang menyerap keringat dan tidak panas.

– Pastikan gerakan tangan, kaki dan lainnya tidak terkekang dengan kain Ihram.

– Bagi jemaah yang berbadan gemuk bisa menggunakan salep di sekitar paha agar tidak lecet.

Keyword: Tips Berpakaian Ihram Ziarah Expedia Wisata Tips Berpakaian Ihram Ziarah Expedia Wisata

Tips Menggunakan ATM Di Masjidil Haram Ziarah Expedia Wisata

 

Tips Menggunakan ATM Di Masjidil Haram Ziarah Expedia Wisata

Para jamaah haji sudah dibekali living cost SAR 1.500 untuk biaya selama di Arab Saudi. Bagaimana bila kurang? Cukup menukar riyal dengan rupiah atau mengambil di ATM dalam bentuk riyal.

Baja Juga: Tips Membawa Barang Selama Haji

Bila uang Anda habis, termasuk uang saku yang SAR 1.500 yang dibawa dari Indonesia, Anda bisa memilih dua alternatif pengambilan uang. Pertama, bisa mengambil ATM di sekitar Masjidil Haram. Namun ada yang perlu diperhatikan, yakni logo ATM bank yang akan dipilih. Pastikan ATM tersebut sesuai dengan jaringan bank anda di Indonesia.

Salah satu lokasi ATM yang paling banyak dipakai berada di area Zam Zam Tower (bangunan dengan menara jam di atasnya). Di sana, ada sejumlah ATM yang bisa digunakan oleh warga Indonesia. Yang terbanyak, berada di lantai 1. Uang akan keluar dalam bentuk riyal dengan kurs terkini dan ada biaya administrasi bank yang harus dibayarkan.

Seorang jamaah sudah mencoba menarik ATM dari salah satu bank yang memiliki logo jaringan visa. Saat menarik uang, ada pilihan bahasa Arab dan Inggris. Prosesnya sama dengan ATM di Indonesia. Nantinya, uang yang keluar dalam bentuk riyal, termasuk laporan sisa saldo.

Kedua, Anda bisa menukar uang di money changer yang tersebar di sekeliling Masjidil Haram. Di tempat penukaran uang itu, Anda bisa langsung menukar rupiah ke riyal, atau juga dari dolar amerika ke riyal. Kursnya per 10 Agustus lalu adalah Rp 1.000.000 senilai SAR 284 atau Rp 3.521 per riyal.

Dari dua cara tersebut, cara paling praktis tentu saja menggunakan ATM karena terhindar dari membawa uang tunai terlalu banyak. Kepala Sektor Khusus Masjidil Haram Daerah Kerja Makkah Ali Nurokhim mengatakan, ada sejumlah jamaah yang kadang membawa uang tunai banyak, bahkan ada yang pernah mencapai Rp 100 juta.

Bagi pria yang sudah tiga tahun bekerja sebagai bagian perlindungan jamaah saat berhaji ini, membawa uang tunai banyak bisa menimbulkan risiko, seperti menjadi korban kejahatan atau kehilangan. Karena itu, alternatifnya adalah membawa uang secukupnya saja untuk keperluan membeli makanan atau minuman, sisanya bisa mengambil via ATM.

“Uang secukupnya saja. Paling buat makan di sekitar masjidil Haram,” kata Ali.

Harga makanan standar di sekitar Masjidil Haram bervariasi. Untuk makaman berat, ada yang bertarif SAR 10 sampai SAR 15 untuk jenis kebab dan nasi plus ayam. Bagi Anda penyuka makanan cepat saji, bisa membeli paket seharga SAR 23. Namun untuk jajanan seperti kebab dan makanan ringan, ada yang berkisar harganya SAR 2. Untuk minum, tak perlu khawatir sebab di sekeliling masjid terdapat air keran yang bisa diminum, dan di dalam masjid ada area minum air zamzam.

Tips Kesehatan Bagi Lansia Saat Ibadah Haji Ziarah Expedia Wisata

 

Tips Kesehatan Bagi Lansia Saat Ibadah Haji Ziarah Expedia Wisata

Dalam sebuah rombongan jemaah haji, ada yang masih berusia muda, namun tak sedikit juga yang sudah lanjut usia. Bagi mereka yang secara fisik sudah tak kuat, ada beberapa tips kesehatan yang bisa bermanfaat selama menjalankan ibadah, terutama di Makkah, Arab Saudi.

Baca Juga: Perbedaan Haji Dan Umroh

dr Ramon Andrias, Kasi Penghubung Kesehatan Daker Makkah memberikan sejumlah saran agar para lansia bisa menjalankan ibadah haji secara maksimal. Yang pertama, perbanyak minum air selama proses ibadah, karena cuaca di Makkah saat ini cukup terik.

“Minimal 2 liter per hari atau minimal 8 gelas, supaya tidak dehidrasi,” kata dr Ramon.

Selain itu, ada hal penting lain yang perlu diperhatikan para jemaah lansia. dr Ramon mengingatkan agar para jemaah memperhatikan kemampuan tubuhnya untuk beribadah. Sebab, sebagian besar ritual haji berhubungan dengan ibadah fisik. Sehingga membutuhkan kondisi tubuh yang prima.

Berdasarkan pengalamannya bertugas di Makkah, dr Ramon melihat banyak lansia yang berada satu rombongan dengan anak-anak muda. Nah, ada perasaan ‘kecil’ ketika para anak muda itu rajin ibadah, sementara yang tua beristirahat. Sehingga kadang, orang-orang yang lanjut usia tetap memaksakan diri beribadah padahal sebetulnya sudah sangat kelelahan.

“Kenapa orang banyak jatuh di masjid atau meninggal di jalan, karena terlau mengikuti temannya yang mampu. Padahal dia sudah nggak sanggup,” terangnya.

dr Ramon menyarankan, para jemaah lansia harus cukup beristirahat dan fokus untuk mengikuti puncak haji seperti wukuf di Arafah dan rukun lainnya. Saat momen penting itu, tubuh harus dalam kondisi prima.

Ke depan, dr Ramon menyarankan agar sosialiasi soal kesehatan ini bisa disampaikan ketika proses manasik haji. Para jemaah harus diedukasi, bahwa menjaga kesehatan dan kondisi selama haji itu penting.

Selain fisik yang kelelahan, para jemaah lansia juga kadang terkena demensia. Ini adalah sebuah kondisi di mana para jemaah mengalami kemunduran proses berpikir, sehingga tak sadar ada di mana, lupa hari dan waktu. Ini terjadi juga karena faktor kelelahan.

Tips Mencari Toilet Terdekat Di Masjidil Haram Ziarah Expedia Wisata

Tips Mencari Toilet Terdekat Di Masjidil Haram Ziarah Expedia Wisata

Area utama Masjidil Haram tak memiliki toilet. Anda harus berjalan ke luar untuk menemukannya. Kenali lokasi Anda dan cari toilet terdekat agar tidak berputar-putar.

Baca Juga: Perbedaan Haji Dan Umroh

Menjelang puncak haji, Masjidil Haram semakin hari semakin padat. Jemaah datang dari berbagai negara untuk beribadah. Tak hanya arena ibadah, namun toilet pun selalu penuh setiap saat. Anda harus memahami titik-titik lokasi toilet agar tidak salah jalan, sebab saat ini proyek perluasan masih berlangsung, sehingga tak semua akses jalan terbuka.

Berbeda dengan toilet, khusus untuk tempat berwudhu lebih mudah diakses dan ditemukan. Lokasinya ada di pelataran, halaman sampai di dalam masjid, tepatnya di dekat jalan menuju arena sa’i.

Nah, untuk toilet, ada beberapa yang mudah ditemukan, namun tak sedikit juga butuh usaha ekstra untuk mencarinya. Berikut beberapa titik toilet dan cara menemukannya dari lokasi Anda berada:

1. Datang dari arah terminal Ajyad

Bila Anda datang dari arah terminal Ajyad atau rumah sakit Ajyad, maka toilet besar akan terlihat jelas di sebelah kiri menjelang pintu utama Masjidil Haram. Tulisan WC terlihat jelas dengan gambar untuk menandakan toilet pria dan wanita.

Seandainya toilet tersebut penuh, Anda bisa mencari alternatif toilet di tower zamzam. Di dalam mal tersebut, mulai dari lantai 1 ada toilet untuk laki-laki di sayap mal sebelah kanan, dan wanita di sayap mal sebelah kiri, atau di lantai atas.

2. Berada di pelataran masjid gerbang King Fahd

Bila Anda datang dari arah Misfalah, lalu hendak mencari toilet, atau keluar dari dalam masjid melalui gerbang utama King Fahd, maka sebaiknya mencari toilet bawah tanah. Posisinya ada di depan hotel Hilton dan Dar Al Tawhid. Jangan sampai tertukar dengan jalur bawah tanah menuju arena penjemputan. Perhatikan logo dan tulisan WC serta gambar pria atau wanita. Sebab toilet pria dan wanita terpisah dan jaraknya cukup berjauhan.

3. Berada di arena Sa’i

Bila Anda sedang berada di arena sa’i dan hendak ke toilet maka tidak perlu berjalan ke luar menuju gerbang utama King Fahd. Keluar saja lewat pintu Marwah lalu berjalan sekitar 100 meter ke arah bangunan bertuliskan WC. Di sini juga terpisah toilet untuk wanita dan pria, sehingga perlu diperhatikan gambarnya.

Untuk pria, tidak ada toilet untuk buang air kencing sambil berdiri di Masjidil Haram. Semua toilet menggunakan pintu. Dengan demikian, antrean yang ada kadang cukup panjang. Sedikit tips saat mengantre, sebaiknya tidak menunggu antrean di luar lorong, namun masuk ke dalam dan menunggu di depan pintu, agar mendapat giliran lebih cepat.

Selain itu, dalam jam-jam sibuk dan padat seperti salat fardlu atau salat Jumat, sebaiknya Anda menggunakan toilet sebelum masuk ke dalam masjid. Sebab, bila di tengah waktu salat atau khotbah Jumat, ada kemungkinan bila Anda keluar dulu ke toilet, maka akan kesulitan kembali untuk masuk.