Info Muslim Tour adalah travel agent resmi terpercaya di Indonesia. Melayani anda untuk segala keperluan Tour, Haji, Umroh, Ziarah, Tour Muslim dan lain sebagainya. Hubungi kami di (021) 29888200 atau hotline kami di 0877 8238 2158 & 087827082001

Korea Selatan memang Negara yang mayoritas beragama Budha dan Kristen, tapi Korea sudah mengenal Islam sejak abad ke-7 yang lalu saat pedagang muslim menjalin hubungan dengan 3 kerajaan di korea (Goguryeo, Baekje, dan Silla). Namun melihat perkembangan Islam di Korea Selatan baru terasa sejak tahun 1955 atau abad ke-20, yaitu paska berakhirnya Korean War. 2 orang muslim yang berpartisipasi dalam perang itu, yaitu Zubercoch dan Abdul Rahman (anggota Turkish Army of the United Nations) ditempatkan di Korea. Mereka mengajarkan tentang Islam kepada orang Korea sehingga mencapai 200 orang.

Awalnya mereka membuat tenda masjid yang di gunakan untuk proses syahadat orang-orang korea yang masuk Islam sehingga peristiwa tersebut menjadi dasar bagi penyebaran Islam di Korea Selatan. Sejak masuknya tahun 1965 agama Islam sudah terkenal luas dan tahun itupun juga di didirikan oleh Korea Muslim di Seoul.

Walaupun Islam di Korea di katakana minoritas bukan berati mereka tak mau mengembangkan tapi mereka menghargai kepercayaan orang lain juga. Jangan salah juga di Korea sudah banyak masjid di bangun loh… bahkan ada di kota-kota lain selain Seoul. Selain masjid yang di bangun pemerintah Korea juga memfasilitas makanan halal dan toko halal di sana jadi para Wisatawan Muslim jangan ragu untuk datang kesana.

Buat kalian yang masih ragu jangan takut! Infomuslimtours akan membagikan tips buat kalian yang ingin jalan-jalan ke Korea Selatan.

1. Mencari hotel Muslim di korea

Sekarang di Korea sudah ada Hotel Muslim yang sudah di sediakan oleh Muslim-Friendly. Mereka menyediakan kiblat dan makanan halal.
Akomendasi oleh muslim-friendly itu sebenarnya apa aja sih? Dimana sih?
Biasanya mereka menyediakan paling banayak di daerah Itaewon karena daerah itu merupakan pusatnya komunitas muslim di Seoul, dan disana bisa menemukan hotel yang bisa di coba. Kalian bisa juga di Malaysian Guesthouse dan Insadong Hostel yang terkenal sebagai akomendasi muslim-friendly.

2. Restaurant Halal di korea

Memang di korea terkenal makanan babi dan alcohol karena mayoritas orang sana menyukai hari mereka dengan hidangan babi dan alcohol. Bahkan produk-produk yang ingin dimasak juga kebanyakan mengandung babi loh. Tapi jangan khawatir ternyata di Korea juga ada restorant makanan halal dengan menandai logo halal di tempat makan yang tersedia. Dimana sih restorant halalnya? Kalian bisa lihat namanya ada Taj Palace, Turki salam, Mr. kebab, Siti Sarah, Petra, Taji, dan masih banyak lagi.

3. Jalan-jalan ke Masjid

Ketika kalian sangat menikmati liburan jangan lupa untuk solat juga, di Korea ternyata sudah ada masjid jadi kalian tidak perlu lagi ragu dimana kalian akan bersembayang nantinya. Kalian bisa cari yang namanya, Seoul central Masjid (salah satu masjid terbesar di Korea), Machon Masjid, Ikatan Keluarga Muslim Indonesia (IKMI) Korea, Islamic center, Al-fatah Mosque Busan, Bupyeong Masjid, Usman Mosque dan lain-lain.

                          Seoul central Mosque

 

Kali ini Infomuslimtours ingin membagi cerita keunikan di negara Uzbekistan karena kami menyediakan tour ke Negara ini loh.. yuk simak kalau ingin tahu apa sih yang ada di Uzbekistan.

Kalian tahu Imam Bukhari? Salah satu ulama yang banyak meriwayatkan hadits yang shahih. Beliau berasal dari Negara Uzbekistan, lahir di Kota Bukhara, Uzbekistan. Uzbekistan adalah negara yang terkenal karena banyak ulama-ulama, perawi hadits, dan ilmuwan lahir dari negara tersebut.

Sebut saja Ibnu Sina yang terkenal karena menguasai ilmu kedokteran, falsafat, dan fiqh. Al-Khawarizmi yang terkenal karena menguasai ilmu astronomi dan matematika. Al-Biruni seorang sastrawan, sejarawan, dan dicatat sebagai bapak geodesi terhadap penemuannya dalam bidang geografi, dan sebagainya.

Uzbekistan merupakan negara antar benua yang terletak di antara Benua Asia Tengah dengan Eropa Timur yang sebelumnya merupakan bagian dari negara kesatuan Uni Soviet sebelum akhirnya memisahkan diri. Uzbekistan merupakan salah satu negara yang dilewati oleh jalur sutra perdaganagn pada masa lampau. Jalur Sutra melewati 4 kota tua besar di Uzbekistan yaitu Kiva, Tashkent, Bukhara, dan Samarkand.

Di Kota Kiva yang merupakan permulaan jalur Sutra lahirlah ilmuwan matematika Islam, Abu Abdallah Al-Khawarizm yang memperkenalkan teori Aljabar. Kiva merupakan kota yang eksotis di tengah gurun pasir. Disana terdapat banyak mouseleum, istana, dan masjid-masjid, salah satu masjid yang terkenal di Kota Kiva adalah Masjid Juma. Bangunan Islam bersejarah tersebut berada dalam satu komplek yang dikenal Itchan Kala.

Kota Tashkent merupakan ibukota Negara Uzbekistan yang sudah ada sejak 2000 tahun yang lalu. Saat ini Kota Tashkent merupakan kota yang terkenal sebagai salah satu pusat ilmu pengetahuan dan pusat kebudayaan dunia. Tashkent yang merupakan bagian dari jalur sutra perdagangan ini, terdapat komplek bangunan yang terkenal dengan nama The Hast Imam (Khazrati Imam), yaitu sebuah pusat kebudayaan Islam di negara Uzbekistan. Di dalam komplek tersebut terdapat makam imam tertua di Tashkent yaitu Imam Abu-Bakr Muhammad Kaffal Shashi.

Tashkent

Masih dalam lingkungan yang sama dengan makam Imam Abu -Bakr, dalam komplek Khazrati Imam ini terdapat beberapa bangunan bersejarah seperti monumen arsitektural, mousoleum, minaret, Masjid Tilla Sheikh, dan institut agama Islam Imam Bukhari. Dalam bangunan monumen arsitektural terdapat manuskrip-manuskrip Islam kuno peninggalan sejarah salah satuny adalah perkamen Al-qur’an yang dibuat pada masa khalifah Utsman.

Selain kota tua Tashkent terdapat kota Bukhara yang juga bagian yang dilalui pada jalur sutra. Di kota Bukhara inilah Imam Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin al-Mughirah bin Bardizbah al-Ju’fi al-Bukhari dilahirkan. Kota Bukhara juga merupakan awal mula lahirnya Tarikh Naqsabandiyah, karena pendirinya Sheikh Bakhauddin Nakshbandi dilahirkan di sana, dan dibangun komplek Bakhauddin Nakshbandi Kompleks sebagai pusat pembelajaran agama Islam.

Bukhara

Setelah Bukhara, kota lain yang terkenal di Uzbekistan yaitu Kota Samarkand yang dahulu merupakan pusat ibukota negara. Kota Samarkand terkenal dengan sebutannya yaitu “Mutiara mulia dari dunia Islam”. Di kota ini terdapat masjid termegah dan tertua di Uzbekistan yang dibangun pada tahun 1399 yang bernama Masjid bibi khanum dibangun oleh Amir Temur untuk mengingat kematian mendiang istri tercintanya Bibi Khanum.

Samarkhand

Di kota Samarkand selain menikmati keindahan kota yang masih khas dengan kekentalan arsitektur Islam masa abad pertengahan, sekaligus ziarah mengunjungi makam Imam Bukhari di Imam Bukhori Memorial Complex dan ziarah mengunjungi makam Gur-e Emir yaitu makam para panglima Uzbekistan. Awal mulanya makam ini dibangun hanya sebagai makam cucu Amir Temur yaitu Muhammad Shah, kemudian setelah Amir Timur wafat dan dimakamkan disana diikuti oleh anggota keluarga lainnya. Gur-e Emir ini dijadikan sebagai salah satu situs warisan dunia oleh Unesco.

Bagaimana? Anda sangat tertarik bukan untuk mengunjungi berbagai masjid indah bersejarah yang ada di Uzbekistan ini? Nah jangan khawatir, Kami telah menyediakan beragam pilihan paket tour muslim Uzbekistan yang bisa Anda ikuti bersama dengan keluarga maupun teman-teman sekalian. Jadi jangan ragu untuk menghubungi Kami segera ya untuk mengkonsultasikan liburan Anda ke Uzbekistan maupun ke negara indah lainnya. Yuk langsung cari tour Uzbekistan di infomuslimtours.com. Selamat berlibur…



Tepat bulan Febuari yang sudah terlewati, kami mempersiapkan diri melangkah pergi memenuhi janji Tuhan. Perjanjian itu kadang membuat keraguan yang menjadi alasan kenapa kita tak pergi-pergi, dan Alhamdullilah dengan Izin-Nya, Ia berikan kesempatan untuk pergi dan membiar kita untuk penuhi janji-Nya. Dengan menginjak tanah jejak Rasul bersama Keluarganya dan Sahabatnya dengan harapan panggilan yang ingin terbalas.

 Perjalanan itu hendak membawa kami dengan suka cita dan tangisan pilu memikul dada kami yang terasa sakit. Saat tiba di negara Arab, Kami segera ajukan passport dengan visa yang lengkap untuk pemeriksaan yang memakan waktu lama, karena sebuah aturan yang sudah di buat. Setelah selesai akhirnya pergilah Kami dari Jeddah menuju Madinah. Perjalanan itu membawaku mengingat kisah tentang kehidupan Nabi bersama keluarga-Nya dan sahabat-Nya, dengan pilu resah membawa rindu ingin cepat-cepat bersimpuh di pusara Nabi tercinta kami Baginda Rasulullah SAW. yang akan menghilangkan maluku dengan tangisan sesal pilu, mengharap Tuhan berikan waktu yang cukup lama tuk seorang hamba yang ingin mengucap resah, gundah dan gelisah pada Nabi-Nya. Dan akhirnya kesempatan itu datang, kami menikmati waktu yang penuh rasa batin dengan hirupan tanah Madinah yang indah. Benar-benar perjalanan itu tak mensia-siakan waktu walau kaki memang sedang lelah tapi berpergian ke pusara Nabi telah hilang entah kemana rasa letih itu.

Sudah cukup 2 hari disana sambil berkeliling hijrah ke kota Madinah dan mengingat kembali kisah sewaktu Sang Baginda Rasullullah masih hidup dengan perjuangan yang penuh tekanan bersama sahabat-Nya dan keluarga-Nya. Tak ku sia-siakan dengan sholawat dan salam agar kedatangan kami di terima di sisinya. Setelah kesempatan itu sudah pergi rasa sedihku muncul karena akan berpisah dari pusara-Nya, walau nikmat itu sudah di beri untuk ketenangan hati namun perpisahan membuat hati kami semakin memilu dan harapan terakhir kami agar kembali lagi kesana tak akan kami sia-siakan.

Berangkatlah kami menuju ke Mekkah dalam keadaan suci dan bersih untuk melakukan tawwaf, walaupun perjalanan itu memakan waktu yang cukup lama, kami tak sia-siakan waktu kosong dengan beristighfar, membaca doa dan sholawat agar tawwaf nanti akan di terima. Perjalanan Mekkah dan Madinah itu sejauh sekitar 500 km waktu yang memakan 5 jam. Kulihat sekeliling sedang hanyut dalam lautan dzikir dan berdoa yang penuh harapan agar di terima perjalanan kami. Ketika tiba di tempat, kami cepat-cepat bergegas berangkat ke rumah Tuhan pemilik Kami, melakukan tawwaf dan kewajiban ber sya’i dari safa sampai ke marwah. Kami terentak kaget melihat Ka’bah yang biasanya hanya kami lihat di tv atau media social namun ini di depan mata kami dengan sujud syukur membiar mata kami dengan keindahan yang penuh nikmat dan mengizinkan kami untuk memenuhi janji yang telah di beri. Setelah solat di depan ka’bah aku terpesona dengan bangunannya yang megah dan membuatku malas berjalan ke hotel untuk istirahat, tapi ternyata aku sadar bahwa masih ada waktu untuk bertemu lagi esok hari akhirnya aku bangkit dan pergi istirahat. Tentu saja esoknya kami tak pernah sia-siakan nikmat yang indah ini, berada di rumah-Nya seperti berada di samping-Nya yang terasa sangat nyaman dengan cinta yang penuh arti tak terdefinisikan. Menari-nari dalam tangisan, melisan kata dalam bibir, menenggelamkan ke lautan cinta, membiar hati lepas pengat, dan lain-lain yang membuatku mengeluarkan semua beban-beban hati dari lubuk yang paling dalam.

Waktu yang telah kutempuh disana sudah 3 hari, namun mengapa aku tak mau pergi pulang ke tanah air? apa hati ini sudah terikat dengan keras dan sulit ku lepas? Bagaimana rasanya jika sudah nyaman namun di biar duka perpisahan itu datang? Aku terdiam sedih ketika waktu perpisahan telah tiba. Tetapi aku berjanji sembari ber doa, bahwa meskipun jasadku jauh dari Ka’bah, aku akan senantiasa menggelantungkan hatiku di Ka’bah. Sebab itu, aku bisa melampui momen sedih itu dengan pencerahan hati yang luar biasa. Justru tantangannya adalah ketika berada jauh dari Ka’bah, kita harus mendekatkan hati dengan Ka’bah.

Perjalanan tersebut berakhir dengan duka perpisahan, sungguh berharap sekali kami akan kesana lagi suatu saat dengan Izin Allah yang akan membuka kesempatan menjadi tamu-Nya kembali.

 

41

SAMOA

 

Cukup izin masuk saat kedatangan jika kunjungan tidak lebih dari 60 hari.

42

SERBIA

 

bebas visa 90 hari bagi si pemegang visa yang sah.

43

SEYCHELLES

 

Izin masuk saat kedatangan tanpa visa sampai 1 bulan.

44

SINGAPURA

 

Untuk kunjungan nggak lebih dari 30 hari bebas visa.

45

SOMALIA

 

Visa kedatangan hingga 30 hari atau mengajukan izin resmi paling lambat 2 hari sebelum kedatangan.

46

SRI LANKA

 

Bebas visa selama 30 hari khusus pemegang otoritas travel elektronik.

47

TAJIKISTAN

 

Visa kedatangan hingga 45 hari.

48

TANZANIA

 

Visa kedatangan

49

THAILAND

 

Bebas visa sampai 30 hari

50

TIMOR LESTE

 

Bebas visa sampai 30 hari

51

TOGO

Bebas visa sampai 7 hari

52

TURKI

Khusus e-visa sampai 30 hari.

53

TUVALU

Visa kedatangan hingga 1 bulan.

54

UGANDA

Visa kedatangan

55

VIETNAM

Bebas visa hingga 30 hari.

56

ZIMBABWE

Visa kedatangan sampai 3 bulan.

31

MYANMAR

 

Bebas visa sampai 14 hari atau 28 hari bagi pemegang e-visa dan harus masuk melalui bandara Yangon, Nay Pyi Taw dan Mandalay.

32

MAROKO

 

Bebas visa hingga 3 bulan.

33

NEPAL

 

Visa kedatangan sampai 90 hari.

34

NIKARAGUA

 

Visa kedatangan hingga 90 hari.

35

OMAN

 

Visa kedatangan

36

PALAU

visa  kedatangan sampai 30 hari

37

PAPUA NUGINI

 

Visa kedatangan sampai 60 hari

38

PERU

 

Bebas visa sampai 183 hari

39

FILIPINA

 

Bebas visa sampai 30 hari

40

SAINT VINCENT AND THE GRENADINES

 

Bebas visa sampai 1 bulan

Tempat yang satu ini sebenarnya sudah banyak yang tahu di luaran sana, entah apakah di Indonesia sudah banyak yang tahu  nama Ait-ben-Haddou?,  Ait-ben-Haddou itu salah satu kasbah, yaitu benteng yang juga dipakai sebagai kota permukiman warga, atau perpaduan benteng dan tempat tinggal masyarakat untuk mendapatkan perlindungan. Berarti mirip-mirip benteng Khaibar ya?, milik Yahudi untuk ngumpet , heheehe.

Ait-ben-Haddou ini terdiri dari 6 kasbah, jadi kebayang ngak bagaimana luasnya tempat itu. Jika diperhatikan sekilas tempat ini mirip dengan kerajaan-kerajaan yang pernah disaksikan di film-film kolosal yang bernuansa klasik. Dan ternyata memang benar, tempat ini adalah lokasi shooting favorit dari perusahaan film Hollywood, pernah kan dengar film Gladiator?, Kingdom of Heaven?, Soddom and Gomorah (1963), Marco Polo (1982), Sahara?, Alexander The Great, hingga Black Hawk Down dan juga King Of Persia (2010).

Pic diambil dari mbah Google (http://jinnanyang.com/data/out/108/586338917-gladiator-movie-wallpaper.jpg)]

Dan terpenting, tempat yang pernah dihuni oleh suku Berber yaitu suku Afrika bagian utara sudah masuk sebagai salah satu situs warisan dunia UNESCO. Dalam catatan sejarah dikatakan bahwa suku Berber juga dipengaruhi oleh Bangsa Arab dalam penyebaran agama Islam, walaupun sudah menjadi Museum atau warisan situs dunia UNESCO, beberapa kasbah masih ditempati, namun jumlah sangat sedikit, biasanya yang dekat dengan keramaian seperti dekat pasar tradisional dan pusat kota.

Gambar di atas adalah penampakan Kasbah Ait Ben Haddou, tentu tidak cukup hanya melihat gambarnya saja, harus bisa ke sana melihat keunikanya secara langsung, Jadi pembaca bisa amanahkan ke Info Muslim Tours untuk  kepengurusannya, kami akan lakukan yang terbaik, kepuasan anda penting bagi kami.  Dan ada paket ke Maroko yang kami tawarkan. Silahkan hubungi kami, bisa telpon langsung 021-80885137 atau email ke expediatravelindo@gmail.com

Kasbah Ait Ben Haddou dibangun sekitar abad ke 17.  Inilah kasbah yang paling terkenal yang terletak di kaki pegunungan atau atlas di kota Ouarzazate. Kota ini letaknya dijalur antara kota Marakesh dan gurun pasir sahara Maroko. Dan menariknya, turis bisa merasakan hidup bersama penduduk di dalam Kasbah ini, jadi bisa menginap di tempat yang penuh sejarah ini, wow… sensasinya pasti seru banget.. bukan cuma selfie di tempat yang unik, tapi juga bisa belajar banyak tentang sejarah peradaban masa lalu.
Gimana? Mau ke sana?,

Sebagaimana banyaknya orang jahat, orang-orang baik tetap ada bahkan orang-orang baik ini banyak juga yang jadi wali, misalnya kalau di Indonesia atau di tanah jawa dinamakan Wali Songo atau wali Sembilan. Dan di negara-negara lain juga ada termasuk di Marakesh, Maroko.  negeri yang terletak di sebelah barat-utara benua Afrika. Karena terletak di sebelah barat, maka orang-orang Arab menyebutnya dengan Al-Magribi.

Kata  Al-Maghribi tidak asing bagi umat Islam di Jawa, karena sudah melekat pada nama seorang wali di Jawa, yaitu Syaikh Maulana Maghribi. Yaitu seorang ulama yang berasal dari negeri Maghribi (Maroko). Saking terkenalnya nama ulama ini di Jawa, maka makam atau petilasannya ada di tujuh tempat. Luar Biasa! Kok bisa begitu ya?, sakti mungkin.

Berikut Wali Tujuh yang berada di Marakesh- Maroko :

  1. Qadhi Iyadh (w. 544 H/1149 M, pengarang kitab Asy-Syifa’)
  2. Imam Suhayli  (w. 581 H/ 1185 M, pengarang kitab Ar-Raudh Al-Unf)
  3. Sidi Yusuf Bin Ali As-Shonhaji (w. 593 H / 1196 M, penghuni gua)
  4. Sidi Abu l-Abbas As-Sabti (w. 601 H / 1204 M, Si Murah Hati)
  5. Syaikh Sulaiman Al-Jazuli (w. 870 H/1565 M pengarang kitab Dala’il al-Khairat ),
  6. Sidi Abdulaziz Al-Tebaa (w. 1499, pendiri Tarekat Imam Jazuli)
  7. Sidi Abdullah Al-Ghazwani  (w. 935 H, Murid Sidi Al-Tabba’, penerus Tarekat Syadzaliyyah Jazuliyyah)

Kota Marrakesh di Maroko termasuk kota besar yang sudah maju. Dulunya bekas ibu kota kerajaan karena itu banyak peninggalan bangunan kuno, seperti  tembok  benteng  serta gerbangnya yang megah, istana raja dan pangeran, da kuburan-kuburan para wali, ulama, orang-orang ternama zaman dahulu.

Sekarang kota Marrakesh dikenal sebagai kota pariwisata. Di tengah kota ada alun-alun yang dinamai  Jama’ Al-Fana, di situlah turis mancanegara maupun turis domestik tumpah ruah, termasuk para peziarah Wali Tujuh, seusai berziarah akan berkunjung ke Jama’ Al-Fana untuk sekadar santai, belanja souvenir, atau makan minum khas makanan Maroko.

Mari telusuri dari kejutuh wali itu,

1. Qadhi Iyadh

Nama lengkapnya Iyyad bin Musa bin Iyadh bin ‘Amr Bin Musa Bin Iyadh bin Muhammad bin Abdillah bin Musa bin Iyadh As-Sibti Al-Yahshubi (1083-1149). Nasab Al-Yahshubi merujuk ke Yahsub bin Malik salah satu kabilah Humair, kabilah di Yaman Al-Kohtoniyah. Nenek moyangnya hijrah ke kota Basthoh, salah satu daerah di Gornatoh (Granada, Spanyol). Kemudian hijrah ke kota Fes, Maroko. Lalu buyutnya, Amr hijrah ke kota Sebta tahun 373 H / 893 M. Keluarganya selanjutnya terkenal di sana sebagai keluarga ahli takwa (ulama). Nah, di sinilah Al-Qadhi Iyyad lahir 15 Sya’ban 476 H / 28 Desember 1083 M. Dia tumbuh dan belajar kepada ulama Sebta. Kemudian mondok/nyantri ke Andalusia tahun 503. Menjadi Qadhi pada umur 35 tahun, sebelumnya pada umur 28 sudah bermunadzarah (mengisi acara-acara ilmiyah).

Al Qadhi Iyadh memiliki banyak ilmu, serta menuangkannya ke dalam kitab, melalui karya-karya-nyalah maka ia terkenal di seluruh pelosok negeri. Kalau bukan karena dia, Maroko tidak bakalan dikenal atau disebut-sebut (Laula Al-Iyyadl lama ‘urifa/dzukira Al-Maghrib). Al Qadhi Syamsuddin berkata dalam kitab Wafayat Al A’yan, “Al Qadhi Iyadh adalah seorang ulama hadits pada zamannya, dan seorang yang alim di antara orang-orang di sekitarnya, dia juga menguasai ilmu nahwu, bahasa, dan dialek bangsa Arab, serta mengetahui ilmu hari dan nasab.”

Al Qadhi Syamsuddin melanjutkan perkataannya, “Di antara karya Al Qadhi Iyadh adalah kitab Al Ikmal fi Syarh Shahih Muslim sebagai pelengkap kitab Al Mu’lim karya Al Mazari, dia juga mengarang kitab Masyariq Al Anwar fi Tafsir Gharib Al Hadits, dan juga kitab At-Tanbihat. Di dalam kitab-kitab yang dikarangnya, Al Qadhi Iyadh memiliki keunikan tersendiri, dan semua karangannya adalah karangan yang sangat menakjubkan, ia pun memiliki syair yang indah.”

Karangan-karangannya sangat berharga, tetapi di antara karangannya yang dianggap paling bagus adalah kitab Asy-Syifa’, kitab tentang riwayat Nabi Muhamnmad SAW. Dia adalah seorang murid dari Abu Abdillah bin Isa, Abu Abdillah bin Hamdin dan Abu al-Hassan ibn Siraj, dan adalah seorang  guru dari Ibnu Rusyd (Averroes), ulama yang ahli kedokteran. Al Qadhi Ibnu Khallikan berkata, “Guru-guru Qadhi Iyadh hampir berjumlah seratus orang.”

Kitab-kitab Al-Qadli Iyadh yang bermazhab Maliki cukup berpengaruh di Indonesia. Hadhratusy Syaikh Hasyim Asy’ari pendiri NU banyak menukil pendapatnya dalam bukunya “al-Tibyan fi Nahyi ‘an Muqatha’ah al-Arham wa al-Aqrab wa al-Akhwan”. Ini mengindikasikan bahwa sekalipun Hadhratus Sayikh Hasyim Asy’ari bermadzhab Syafii, tapi ia tidak segan untuk menjadikan Qadhi Iyadh sebagai rujukan dan teladan.

Qadhi Iyadh bin Musa  memimpin pemberontakan terhadap kedatangan wangsa Almohades ke Ceuta (Sebta), tapi kalah dan dibuang ke Tadha dan kemudian Marrakesh . Dia meninggal pada 1149. Karena dia menolak untuk mengakui Ibnu Tumart sebagai Mahdi yang ditunggu , Qadi Iyadh dieksekusi dengan lemparan tombak dan tubuhnya kemudian dipotong-potong. Dikebumikan di Bab (Gerbang)  Ilan di belakang pagar  tembok kota Marrakesh.

Untuk mengenang jasanya, Kerajaan Maroko mendirikan Cadi Ayyad Universitas , juga dikenal sebagai University of Marrakech.

 

2. Imam Suhayli

Imam Abu al-Qasim Abd al-Rahman b Abd Allah al-Suhayli (1114 – 1185), lahir di Al-Andalus , Fuengirola (sebelumnya disebut Suhayl) dan meninggal di Marrakesh .  Al-Suhayli menulis buku tentang tata bahasa dan hukum Islam. Dia terutama dikenal sebagai ulama dengan komentarnya pada  sira   Ibn Hisham .

Al-Suhayli datang ke Marrakesh sekitar 1182 atas panggilan Sultan Abu Yusuf Ya’qub al-Mansur dari wangsa Almohad.  Suhaily adalah nama suatu lembah di Malaga, Andalusia.  dia satu-satunya dari Wali Tujuh yang nasabnya ke Andalusia. Dia mengarang Ar-Raudh Al-Unf, sebuah kitab tentang Sirah Nabawiyah. Buku ini sangat bagus, detil dan bahasanya indah.

Imam Suhayli (w. 581 H/ 1185 M). dikebumikan di Bab-Asy-Syariah, Marrakesh, kini bernama Bab Ar-Rabb. Makamnya dapat ditemukan di luar tembok kota. Di mana Anda akan melihat tanda ini dan namanya di dinding. Ketika Anda memasuki sebuah kuburan berdinding dan berjalan menuju sisi lain Anda akan melihat masjid dan Imam dimakamkan di sana. Dia meninggal di sini dan dikubur di luar Bab er Robb (dengan pintu masuk hanya diperbolehkan untuk umat Islam), dulunya bernama Bab el Charia. Makamnya dikunjungi setiap tahun oleh banyak peziarah. Pemakaman Bab El Charia, dibangun di tempat di mana  pasukan Abd El Moumen dari wangsa Almohad mengalahkan wangsa Murabitun pada tahun 1147.

Di pekuburan ini juga dikebumikan seorang Syaikh tarekat Tijani bernama Sidi Ahmad Kanlafi     yang sangat dihormati para ikhwan Tijani. Para jamaah Tijaniyah dari Indonesia yang tiba di kota Marrakesh, biasanya tidak melewatkan ziarah di makam Sidi Ahmad Kanlafi, selain tentunya bertemu dengan Sidi Muhammad Al-Kabir, khalifah Tijaniyah tertinggi di Maroko, di zawiyahnya. Sebab mereka yang percaya tawasul, berdoa di makam Sidi Ahmad Kanlafi, seringkali  doanya kepada Allah akan terkabul.

 

3. Sidi Yusuf Bin Ali As-Shonhaji

Tokoh ini belum diketahui kapan lahirnya. Dia kesohor dengan sebutan Shohibul Ghori (Penghuni Gua), sebab ia banyak hidup di gua. Dia belajar tarekat dari Syaikh Abi ‘Usfur Ya’libi ibnu Wain. Adapun tarekatnya terkenal dengan sebutan Saniyyah Janaidiyyah.
Banyak sejarawan yang tidak mengenal masa belajarnya dalam mencari ilmu, tetapi dia dikenal karena kesabaran dan penerimaan keputusan ilahi. Dia menderita penyakit kusta dan akan kehilangan bagian dari tubuhnya. Hal itu membuat orang lari dari padanya karena takut tertular penyakit. Dia mengasingkan diri dari orang-orang dan memanggil Allah (Ta’ala) melalui kesabarannya, dan dia mendapatkan berkah yang besar. Dia adalah contoh dari seorang menerima keputusan Ilahi dan memahami rahasia menerima takdir dengan kesabaran.

Pengasingannya adalah sebuah bangunan kecil di mana ada ruang bawah tanah. Di situlah  dia menghabiskan hari-harinya dan di mana dia dimakamkan.  Meskipun memiliki penyakit ini, dia akan mengadakan kenduri ketika dia akan kehilangan bagian tubuh. Yusuf bin Aly wafat pada bulan rajab tahun 593 H/1196 M. Dia dimakamkan di sebelah makam Syaikh Abi Usfur yang wafat pada tahun 583 H/1817 M dan Syaikh Abi ‘Amran al- Aswady  (w. 590 H/ 1193 M).

 

4. Sidi Abul Abbas As-Sabti

Lahir di Sebta (524 H/1192 M) wali terbesar kota Marrakesh.  Ayahnya wafat ketika masih kecil. Uminya mengirimnya ke penjahit supaya belajar agar bisa mendapat uang dengan ketrampilan tersebut. Namun dia kabur ke pondoknya Syaikh Abi Abdillah Muhammad Al-Fakhar. Kemudian dia dijemput oleh ibunya di pesantren tersebut. Sang Syaikh usul ke ibunya Abu Al-Abbas bahwa ia akan tetap mendidik anaknya sekaligus memberi uang ke Ibunya sebagai ganti ia mencari nafkah dari menjahit.

Pada tahun 539 H / 1144 M tahun ketika wangsa Al-Muwahidun merebut kekuasaan wangsa Al-Murobithun yang menyebabkan kematian Sultan Yusuf bin Tasyfin, Abu Al-Abbas pergi ke Marrakesh guna mencari guru dengan niatan menuntut ilmu, umurnya baru 16 tahun. Sayangnya Marrakesh waktu itu tengah dikepung oleh musuh (Muharam-Syawal 541 H /1146 M), oleh karenanya ia naik gunung Jiliz (Gueliz) dengan pembantunya untuk bersembunyi dan bertapa di sana selama 40 tahun. Pada zaman Sultan  Al-Ya’qub ia turun gunung, mengakhiri pertapaannya, kemudian dibangunkan rumah dan pesantren untuk mengayomi umat.

Sultan Yaqub al-Mansur dari bangsa Almohad adalah murid al-Abbas.  Setiap kali Yaqub al-Mansur mengunjungi al-Abbas,  dia bertindak “sebagai seorang hamba”.
Ketika al-Abbas meninggal pada 1204 (3 Jumadal Akhir  601 H), dia dimakamkan di pemakaman Sidi Marouk, dekat Bab Taghzout.  Pada tahun 1605, para pengikut Sultan Abu Faris mendirikan mausoleum untuk al-Abbas, berharap bahwa kekuatan suci akan membantunya pulih dari penyakit epilepsi.  Pada tahun 1998, SultanHassan II  membuatkan zawiya untuk menghormatinya.
Buku riwayat Al-Abbas, Akhbar Abil-Abbas as-Sabti, ditulis oleh Abu Ya’qub Yusuf bin Yahya at-Tadili , yang sebagian disusun oleh al-Abbas sendiri dan berisi banyak riwayatnya.

 

5. Syaikh Sulaiman  Al-Jazuli 

Syaikh Sulaiman Al-Jazuli, musannif Dala’il al-Khairat , sangat terkenal di Indonesia. Karena kitabnya sering dibaca kaum Muslimin di berbagai kesempatan. Dia dimakamkan tengah kota Marrakesh. Namun tidak berada di dekat jalan besar, tetapi masuk ke gang-gang sempit yang hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki atau naik sepeda. Mungkin dulunya wilayah ini termasuk wilayah strategis dan dekat jalan besar, namun seiring pertumbuhan penduduk dan pembangunan pemukiman kota yang padat menjadikan daerah itu menyempit.

Untuk menuju makam harus berjalan kaki melewati lorong-lorong bangunan tua yang sudah jadi perkampungan dan sebagaiannya menjadi toko souvenir dan kenang-kenangan untuk turis. Setelah berjalan sekitar 10 menit, sampailah kemakam Syaikh Sulaiman yang terdapat dalam bangunan besar yang dulunya konon itu pesantrennya dan masjid besar. Sekarang tak ada lagi pesantrennya, dan hanya tinggal masjid yang hanya digunakan untuk salat jumat warga sekitar.

Sebagian dan keramatnya adalah setelah 77 tahun dan dia, makamnya dipindahkan ke Marrakesh, dan ternyata ketika jenazah beliau dikeluarkan dan kubur, keadaan jenazah itu masih utuh seperti ketika dia dimakamkan. Rambut dan jenggotnya masih nampak bersih dan jelas seperti pada hari dia dimakamkan. Makam  banyak diziarahi kaum muslimin dari berbagai penjuru dunia.

Sebagian besar dan peziarah itu membaca Dala’il al-Khairat  di sana, sehingga dijumpai di makam itu bau minyak misik yang amat harum karena begitu banyak di bacakan shalawat salam kepada Nabi Muhamad SAW, para sahabat dan keluarga beliau. Kisah wangi semerbak itu adalah sebagian dari sejarah tentang dirinya, bahwa para shalihin dari berbagai penjuru dunia serta dari masa ke masa, senantiasa membaca dan mengamalkan Dala’il al-Khairat .

Syaikh Sulaiman Al-Jazuli wafat sewaktu melaksanakan shalat shubuh pada sujud yang pertama (atau pada sujud yang kedua menurut riwayat lain), pada tanggal 16 Rabi’ul Awwal 870 H. Dia dimakamkan setelah waktu shalat zhuhur pada hari itu juga di tengah masjid yang dibangunkan untuknya.

 

6. Sidi Abdulaziz Al-Tabba’

Lengkapnya Abu Faris Abdul Aziz bin Abdul Haq At-Tabba’ Al-Harrar Al-Marakusyi al-Hassani (w. 1499). Dia murid Syaikh Sulaiman Al-Jazuli. Wali ini kesohor sebagai wali gaul yang menganjurkan untuk bergumul dengan masyarakat. Dia mensinergikan antara ritual religi, budaya, kegiatan ekonomi dan kehidupan sosial. Kalau di tanahj Jawa, dia seperti Sunan Kalijaga. Banyak orang percaya bahwa keberkahannya bisa mengobati kemalasan dan membangkitkan kecerdasan.
Salah satu prinsipnya adalah “al-wujud yanfa ilu bi’l-jud” yang berarti “keberadaan bergerak melalui kemurahan hati atau keberadaan dalam gerak melalui kemurahan hati”. Rahasianya adalah pemberian amal, dan  dia selalu memberikan apapun yang dia punya kepada siapa pun yang meminta. Dia pernah memberikan kemeja dari punggungnya kepada seseorang yang bertanya dan menunggu dalam dingin. Kemudian tiba-tiba penguasa mengirim sepuluh set pakaian untuknya.
Al-Tabaa ‘ adalah pendiri pertama  sufi  zawiyya  Al-Jazuli  yang berada di  Marrakesh. Prinsip-prinsip Sidi al-Tabaa’ berasal dari ajaran Abu Madyan, sebagaimana dituangkan dalam bukunya “Bidayat al-Murid” (“Prinsip-prinsip dasar dari jalan Sufi”), sebuah kompilasi yang ditulis oleh Abu Mohammed al-Salih Majiri (d.631/1216).
Al-Tabba’ sering bepergian ke  kota Fez , di mana ia memberikan ceramah tentang tasawuf dan memimpin bacaan Dala’il al-Khairat di madrasah al-Attarin. Di Fez, dia juga mendorong Sidi Ali Salih al-Andalusi (w. 903/1488), seorang pengungsi dari Granada dan penulis “Syarah Rahbat al-Aman”, mendirikan Zawiya Jazuliyah kedua yang berada di Fez .
Sidi al-Tabba’ wafat pada bulan Rabiul Tsani tahun 914 H/1582 M. Makamnya terletak di utara kawasan Madinah kota Marrakesh banyak dikunjungi peziarah sepanjang tahun. Petilasannya sekarang dikenal dengan nama Haumah Sidi Abdul Aziz, yang terletak di antara kampung Al-Mawasin dan Amashfuh. Dia digantikan oleh Sidi Abdullah al-Ghazwani .

 

7. Sidi Abdullah Al-Ghazwani

Nama lengkapnya Abdullah bin ‘Ajjal Al-Ghazwani. Murid Abdul Aziz At-Tabba’. Dia mengarang kitab bernama, An-Nuqtah Al-Azaliyah fi Sirri Ad-Dzat Al-Ilahiyah (Titik Azali kupas tuntas Rahasia Dzat Ilahi. Al-Allamah Abdullah Al-Hibthi berkata, “Saya bersaksi bahwa dia (Abdullah Al-Ghazwani) termasuk al-Arif billah (wali Allah), dia lebih banyak menjawab dengan prilaku (teladan) dari pada dengan perkataan (ceramah).”

Wali yang juga murid Sidi al- Tabba’ ini penganut Tarekat Syadzaliyyah Jazuliyyah yang berdiri atas dasar cinta pada Rasul dengan bershalawat atasnya dan atas dasar membiasakan dzikir kepada Allah. Adapun pertemuan sanadnya pada Syaikh Jazuli melalui perantara gurunya, Sidi at -Tabba’. Semasa hidupnya ia telah mengarang kitab, selain An Nuqtah, yaitu Masmi’ Syi’ir al Ghazwani (2400 bait),  Ba’wah dan Aurad al Ghazwani.  Dia wafat pada 935 H.

21

YORDANIA

 

Visa pada saat kedatangan sampai 3 bulan pertama.

22

KENYA

 

Visa pada saat kedatangan sampai 3 bulan.

23

KYRGYZSTAN

 

Visa pada saat kedatangan sampai 1 bulan.

24

LAOS

 

Bebas visa sampai 30 hari

25

MADAGASKAR

 

Bebas visa selama 30 hari

26

MALAYSIA

 

Bebas visa sampai 30 hari

27

MALDIVES

 

Visa kedatangan sampai 30 hari

28

MALI

 

Visa kedatangan

29

MAURITANIA

 

Visa kedatangan

30

MICRONESIA

 

Bebas visa sampai 30 hari

Cara Mudah Membuat Visa Turis Australia

Persyaratan Dokumen Visa Australia

  • Formulir Pengajuan Visa Turis yang telah diisi,
  • Daftar dokumen yang diperlukan dan dipersiapkan
  • Paspor Asli yang masih berlaku minimal 6 bulan kedepan.
  • Paspor lama yang sudah tidak berlaku (jika ada paspor lama).
  • Foto Copy KTP.
  • Foto Copy Kartu Keluarga.
  • Foto Copy Akte Kelahiran.
  • Foto Copy Surat Nikah (jika sudah menikah).
  • Foto Copy NPWP.
  • Copy ID Card/Driving License pembuat Invitation Letter.
  • Copy Birth Certificate pembuat Invitation Letter.
  • Copy Passport pembuat Invitation Letter.
  • Surat Izin Asli  dari Suami/Istri, jika bepergian sendiri tanpa Suami/Istri
    Surat Sponsor Asli Dari Perusahaan Tempat Bekerja. Isi surat ini adalah menerangkan bahwa kita benar-benar bekerja di tempat tersebut. Dan memastikan kita akan kembali bekerja dan tidak untuk menetap di Australia dengan visa turis ini.Untuk istri atau suami yang ikut dan bekerja, sebaiknya juga menyertakan Surat Sponsor Asli Perusahaan, jika istri atau suami tidak bekerja, bisa dicantumkan nama istri/suami/anak yang berada di bawah tanggungannya untuk dicantumkan dalam surat sponsor perusahaan.
  • Pasfoto 3×4 dan 4×6, latar belakang putih, masing-masing 1 lembar, tampak zoom wajah.
  • Foto copy Rekening Koran Tabungan, selama 3 bulan terakhir. Tidak ada jumlah pasti mengenai rekening koran ini, entah harus berapa puluh juta untuk bisa diapprove. Yang pasti pihak kedutaan hanya akan memastikan bahwa kita mempunyai cukup dana selama di Oz. Paling aman biaya hidup disana per hari 100-200 AUD. Tinggal kalikan masa waktu liburan di Australia berapa lama.
  • Asli Invitation Letter dari teman/saudara yang berada di Australia (Jika Ada). Pastikan mengirimkan scan invitation letter terlebih dahulu sebelum mengirimkan via pos, dan kirimkan dengan registered pos. Kebanyakan jika dikirim via regular mail ternyata tidak sampai tujuan. Hasil scan invitation letter tadi bisa dipakai terlebih dahulu jika yang asli masih dalam pengiriman. Akan lebih meyakinkan jika Invitation Letter dibuat oleh seorang Native Australian (Asli warga negara Australia) atau paling tidak Permanent Resident.
  • Asli Surat Kuasa di atas materai, jika mewakilkan pengurusan visa ke orang lain.

Pembaca masih ingat nama-mana ini : Ibnu Batuta, Ibnu Khaldun, dan Ibn Sina?. Iya, mereka adalah para ilmuwan-ilmuwan ternama keluaran dari kampus-kampus di Maroko zaman old. Selain sebagai tempat pendidikan, rata-rata kampus di Maroko adalah kampus warisan zaman dulu yang sangat bersejarah. Maka tentu kita akan penasaran kampus-kampus mana saja yang termasuk kampus-kampus hebat itu?. Salah satunya yaitu Universitas Quarauiyine.

Universitas Quarauiyine inilah Universitas yang paling tua di Maroko, dibangun Oleh Fatimah Al-Fahriyah, seorang imigran namun dermawan yang berasal dari Al-Qairouan, yaitu salah satu kota di tunisia. Universitas ini awalnya adalah mesjid dan ada majelis taklimnya, disini yang sering mengajar  adalah para ulama dan fuqaha yang ahli dalam bidangnya masing-masing. Misalnya ilmu Fiqh, Tasawuf, kalam, Aqidah, dan Ilmu Al-Qur’an serta Ilmu Hadist.

Metode pembelajaran yang dilakukan masih menggunakan metode hafalan dan pemahaman melalui ceramah para ulama. Dan para hadirin yang mengikuti pengajian di masjid tersebut berasal dari berbagai lapisan masyarakat yang memilki keinginan untuk belajar ilmu agama di Qurauiyin. Berkembangnya masa demi masa Masjid Quarauiyine yang dulunya hanyalah bangunan ibadah yang sederhana sekarang telah tumbuh menjadi lembaga pendidikan yang besar dan tertua di dunia setelah Universitas Al-Azhar Kairo.

Quarauiyine dulu hanya membuka pendidikan di bidang agama saja, sekarang sudah ada bidang studi yang lain seperti musik, kimia, pengobatan, astronomi, pembelajaran debat politik, serta ilmu alam. Dilengkapi dengan perpustakaan paling komplit dengan literatur yang disusun oleh para ulama terkemuka. Seperti Ibnu Khaldun (penulis buku Muqaddimah) dan dari Eropa merupakan almamater universitas ini.

Salah satu alumnus terkenal universitas ini yang berasal dari Barat adalah Paus Silvester II, Pemimpin Vatikan yang diketahui sebagai pencipta angka Arab-Latin sekaligus pakar budaya dan sejumlah ilmu seperti matematika dan astronomi. Pada abad pertengahan setelah perluasan bangunan selesai, para akademisi di Fez mendapatkan tempat lebih baik untuk belajar dan menjalankan aktivitas riset ilmiah. Universitas ini lalu menjadi magnet bagi para pelajar di seluruh penjuru dunia untuk menempuh pendidikan di Al Qarawiyyin.

Al Qarawiyyin berperan penting dalam mediasi kebudayaan dan pengetahuan antara umat Islam dan masyarakat Eropa. Di abad ke-14, 8.000 mahasiswa dari Barat dan Mesir belajar di Universitas ini. Dan Universitas Al Qarawiyyin juga memainkan peran penting bagi penyebaran mazhab Maliki, yatiu salah satu dari empat mazhab besar pemikiran Islam aliran Sunni. Mazhab ini dipelopori oleh Imam Malik Ibn Anas dan berkembang di kawasan Afrika Utara. Hingga kini Mazhab tersebut tetap menjadi ideologi bagi Masyarakat Maroko baik dalam beribadah maupun bermuamalah. Dan Universitas tersebut telah menjadi tonggak bagi negara Maroko dalam bidang pendidikan dan Agama.

Info selanjutnay bisa dicek di wikipedia