Wanita di Iran terbebas dari mengenakan jilbab.  Dari tahun kapan itu?

Pada awal tahun 1900-an, wanita mengenakan pakaian konservatif, dengan jilbab putih sangat disukai. Makeup itu tidak ada, dan alis mono dianggap sebagai pernyataan kecantikan. Gerakan hak-hak perempuan tidak muncul kedepan; Wanita tunduk pada pria dan memiliki sedikit hak. Wanita percaya bahwa tidak mengenakan jilbab menandai mereka sebagai orang miskin, pedesaan, atau nomaden; Mereka menganggapnya sebagai penghinaan untuk menyembunyikan jilbabnya.

Pada tahun 1910, gerakan hak-hak perempuan didirikan dan wanita mulai mengagitasi penentuan nasib sendiri, dan ini tercermin dalam pakaian zaman ini. Pada awal 1920-an wanita masih mengenakan jilbab tapi sekarang berwarna-warni, rambutnya lebih terbuka dengan gelombang jari yang terlihat, dan alis dipetik ke dalam tikungan yang lebih modis.

Pada tahun 1930an, Reza Shah berkuasa dan memutuskan bahwa dia akan “memodernisasi” Iran; Salah satu dekritnya adalah bahwa semua kerudung akan segera dilarang. Dia percaya bahwa selubung tersebut menghambat wanita. Ini seharusnya merupakan langkah maju yang besar, dan jadilah jika wanita gelisah untuk keputusan ini, tapi itu mempermalukan dan membuat marah banyak wanita Iran.

Pada awal tahun 1940an, Reza Shah telah turun tahta dan undang-undang untuk tidak memakai jilbab telah dihapus, namun sebuah fenomena baru muncul – kerudung sekarang dipandang sebagai indikator status kelas rendah atau pandangan terbelakang, dan dianggap penting Halangan bagi wanita baik secara sosial maupun di tempat kerja.

Wanita Iran yang modis itu tampak tidak berbeda dengan rekannya dari Barat, dengan rambut ikal dan riasan lembut yang dikenakan di seluruh wajah. Terlepas dari pandangan bahwa jilbab menandai Anda sebagai terbelakang, banyak wanita Iran memakainya dengan bangga.

Sepanjang tahun 1950-an sampai 1970, sebuah dikotomi muncul dalam mode wanita Iran. Kelas atas yang kaya mencerminkan pengaruh Barat sementara banyak wanita kelas menengah masih disukai mengenakan jilbab. Gaya rambut lebah dan riasan berat, termasuk eyeliner, menonjol. Wanita mendapatkan banyak kebebasan lainnya di Iran – wanita pertama yang diangkat ke kabinet adalah Farrokhroo Parsa di jabatan Menteri Pendidikan. Wanita juga diberi hak seperti kesetaraan dalam pernikahan dan perceraian. Semua ini akan berakhir pada awal tahun 1980an dengan Revolusi Kebudayaan Islam. Hak-hak perempuan ambruk, dan undang-undang pakaian ketat diperkenalkan kembali. Mengenakan jilbab hitam polos ditegakkan, dan Parsa dieksekusi dengan regu tembak.

Sepuluh tahun kemudian, hukum berpakaian santai sedikit. Meski jilbab masih dipakai, warnanya telah kembali, dan garis rambutnya kembali terlihat. Hak-hak perempuan masih dalam penundaan, namun wanita berharap bahwa segala sesuatunya akan membaik.

Pada akhir dekade pertama milenium baru, Revolusi Hijau naik di Iran setelah pemilihan Mahmoud Ahmadinejad. Pemberontakan diturunkan, dengan ribuan orang ditangkap; Wanita telah menjadi bagian besar kekuatan pendorong di balik revolusi. Wanita berharap bahwa tatanan sosial berabad-abad, yang didasarkan pada patriarki, akan hancur dan membiarkan perempuan lebih bebas dan lebih berhak menentukan masa depan mereka.

Pada tahun 2010, beberapa kemajuan telah dicapai, dan wanita lagi mengenakan jilbab sederhana dan bukan jilbab yang membatasi. Diskriminasi masih marak di daerah perkawinan (wali laki-laki harus menyetujui pernikahan), perceraian, dan hak asuh anak-anak. Kehormatan pembunuhan dan perkawinan anak masih terjadi.

Ketika seseorang melihat foto-foto dari tata letak mode dari tahun 1970an, ini seperti siang dan malam antara apa yang sedang dikenakan pada awal abad ke-20 dan apa yang dianggap bergaya di tahun 1970an. Wanita dan hak mereka untuk memakai apa yang mereka inginkan telah dihancurkan dengan kejam, dan ini akan menjadi waktu yang lama sebelum wanita Iran mencapai tingkat kebebasan yang mereka nikmati di tahun 1970an.

Kalau jalan-jalan ke Turki, Dubai, Eropa, Korea sih uda biasa lah.  Sekarang gimana kalau jalan-jalannya ke Irak, Iran atau ke negara yang saat ini sedang dilanda konflik, Syria.  Kebayang ngga gimana horornya.

Tapi ternyata jalan-jalan ke tempat-tempat itu tidak sehoror yang kita bayangkan, malah banyak hal yang menarik di sana.

Misalnya di Irak ada makam Nabi Nuh, Sayidina Ali bin Abi Thalib dan putranya Husein, ada masjid di Najaf tempat sayidina Ali dibunuh, ada juga masjid Sahlah yag semua nabi pernah shalat di sana. Kita juga bisa berziarah ke Makam Syeikh Abdul Qadir Jaelani.

Berikut tempat-tempat menarik di Irak.

 

WADI AL SALAM, Kompleks Pemakaman Sayidna Ali ra. adalah kompleks pemakaman Islam, yang terletak di kota suci Syiah Najaf, Irak. Ini adalah pemakaman terbesar di dunia. Kuburan meliputi 1,485.5 hektarini mampu menampung 5,000 makam umat muslim selama lebih dari 1.400 tahun, situs ini juga termasuk dalam daftar Warisan Dunia UNESCO .Umat muslim khususnya kaum syiah berharap berkah dengan bermakam di dekat makam Sayidina Ali RA.

Wadi Al Salam, Irak

 

Imam Hanafi adalah salah satu dari 4 pilar mazhab ahlusunnah wal jamaah selain Imam Syafii, Imam Hambali, dan Imam Maliki. Sekarang disekeliling makam Imam Hanafi telah dijadikan universitas al Hanafi, sebagai universitas terbesar di Irak.

Imam Hanafi

 

RUMAH KELUARGA SAYIDINA ALI

Rumah ini ditempati sayidina Ali dan keluarganya selama di Kuffah. Sejak Fatimah RA, putri Rasulullah meninggal, sayidina Ali menikahi Ummul Banin sahabat Fatimah RA atas permintaan Fatimah sendiri karena kedekatan Ummul Banin dengannya dan dengan anak-anaknya. Dari pernikahan dengan Ummul Banin inilah lahir saudara-saudara Hasan-Husein spt Abul Fadil Abas, Abdullah, Ja’far dan Usman yang semuanya syahid bersama sayidina Husein di Karbala.

Rumah Keluarga Sayyidina Ali

 

MASJID SAHLAH, KUFAH

Keistimewaan masjid ini : Masjid ini disebut juga sebagai rumah bagi para nabi. Sedikitnya Nabi Ibrahim AS Nabi Idris AS , dan Nabi Khidir pernah menetap di sini. Dan hampir semua Nabi dikatakan pernah sholat di dalam masjid ini. Berdoa di masjid ini dapat memberikan keselamatan orang dan perlindungan selama satu tahun. Masjid ini adalah di mana Imam Keduabelas, Muhammad al-Mahdi, akan berada sekembalinya. Terompet Isrofil hari kiamat diyakini akan ditiup dari masjid ini. Tujuh puluh ribu orang akan dibangkitkan di sini sesuai dengan narasi, dan masuk surga tanpa mempertanyakan. Sayidina ‘Ali bin Abi Thalib juga menyatakan bahwa, “Tidak ada orang yang sedih pergi ke masjid ini, berdoa di dalamnya, dan bermohon kepada Allah, maka Allah akan membebaskan dia dari kesedihannya dan mengabulkan permintaannya.”

Masjid Sahala, Kufah

MAKAM SAYYIDINA HUSEIN RA

Makam sayyidina Husein, cucu Rasulullah, terletak di Karbla yang dulu merupakan gurun dan sekarang menjadi kota terbesar kedua di Irak. Sayidina Husein wafat setelah dibunuh dan kepalanya dipenggal pada zaman pemerintahan Yazid bin Muawiyah, dan makam ini selalu ramai dikunjungi para penganut syiah.

Makam Sayyidina Husein RA

 

MAKAM MAKRUF KHARQI

Syeikh Ma’ruf Khirkhi adalah salah satu guru dari Syeikh Abd Qadir Jaelani. Nama sufi ini tidak terlalu populer, meski sama-sama berasal dari Irak, namanya tak sepopuleh Syekh Abdul Qadir Jailani, Manshur Al-Hallaj, atau Junaid Al-Baghdadi. Ma’ruf Al-Kharqi, salah seorang sufi penggagas paham cinta dalam dunia Tasawuf yang jiwanya selalu diselimuti rasa rindu yang luar biasa kepada sang Khalik. Tak salah jika ia menjadi panutan generasi sufi sesudahnya. Banyak sufi besar seperti Sarry Al-Saqaty, yang terpengaruh gagasan-gagasannya. Ia juga diangap sebagai salah seorang sufi penerus Rabi’ah Al-Adawiyah sang pelopor mazhab Cinta. 

Makam Makruf Kharqi

MUSA AL KADZIEM

Musa Al Kadziem lahir di Abwa Arab Saudi pada tgl 28 Oktober 746, meninggal dan dimakamkan di Kazimain pada umur 52 tahun. Beliau merupakan keturunan ke-7 Rasulullah SAW, yaitu putra dari Imam ke-6, Ja’far Ashadiq dan ibunya bernama Hamidah Khatun. Dia lahir ketika terjadi pergolakan antara Bani Umayyah dan Bani Abbasiyah dan ia biasa pula dipanggil dengan nama Abu al-Hasan. Beliau adalah guru dari Ma’ruf al Khirhi yang juga guru dari Syeikh Abdul Qadir Jaelani.

Musa Al Kadziem

MASJID KUFAH

Kufah dahulu adalah pusat pemerintahan pada zaman Sayidina Ali. Di masjid inilah Sayidina Ali yang waktu itu menjabat khalifah ke-4 dibunuh oleh kaum khawarij saat sedang memimpin sholat subuh. Mihrab tempat sayidina Ali shalat dan terbunuh masih terpelihara hingga kini di masjid ini.

Masjid Kufah

 

SYEIKH ABD QADIR JAELANI

Syeikh Abd Qadir Jaelani adalah pendiri tarekat Naksabandiyah. Beliau seorang yg alim dan sekaligus sufi besar pada zamannya. Beliau seorang ulama fiqih yang sangat dihormati oleh kaum ahlussunah wal jamaah dan dianggap sebagai wali dalam dunia tarekat dan sufisme. Manaqib Syeikh Abdul Qadir Jaelani sering dibaca oleh kaum Nahdiyin hingga kini Ia lahir pada hari Rabu tanggal 1 Ramadan di 470 H, 1077 M di Iran. Ia wafat pada tanggal 9 Rabiul Akhir di daerah Babul Azajwafat di Baghdad pada 561 H/1166 M.

Syeikh Abdul Qadir Jaelani

TOUR KE IRAN

Jika liburan tiba, tentunya, sebagian dari kita telah bersiap-siap untuk menghabiskan akhir tahun di tempat wisata kondang baik di dalam atau pun luar negeri. Bagi yang ingin mencari destinasi yang unik , murah dan juga menjanjikan suatu pengalaman yang tidak ada di tempat wisata yang konvensional, tentunya dapat mencoba untuk Tour ke Iran atau Persia yang memiliki nama resmi Republik Islam Iran ini.

Tour ke Iran menawarkan “sesuatu” yang lain dari tempat-tempat yang selama ini populer dikunjungi. Pertama, Iran adalah negara yang menerapkan sistem syariat Islam , sehingga pengunjung diharapkan menyesuaikan dan tentunya semua wanita harus mengenakan penutup kepala begitu mendarat di negri para mullah ini. Selain itu, peninggalan sejarahnya yang panjang dan kejayaan dinasti-dinasti yang ada di Persia dari jaman dahulu hingga kini akan terus mempesona semua pelancong.Dan jangan lupa bahwa Iran juga merupakan suatu negeri yang sudah sangat modern dan maju.

Mausoleum Imam Khomeini

Begitu mendarat di Bandara Imam Khomeini atau IKA, pemandu wisata pun sudah menanti dan siap dengan kendaraan untuk kemudian membawa kami ke pusat Kota Tehran. Tempat wisata pertama yang akan dikunjungi bila tour ke Iran biasanya adalah Mausoleum Imam Khomeini, pendiri Republik Islam Iran, yang letaknya kebetulan di antara bandara dan pusat kota. Sang pemandu ini akan terus menemani kami selama perjalanan sekitar satu pekan di negerinya Ahmadinejad ini.

Di kota ini, kita mengunjungi mausoleum dua orang penyair yang sangat terkenal yaitu Hafiz dan Saadi. Uniknya mausoleum atau makam di Iran memang dijadikan tempat wisata dimana kita bahkan dapat menikmati minuman dan makanan khas Iran yang lezat.Selama dua hari di Shiraz, kita akan melawat ke masjid Vakil yang indah dan terkenal dengan sistem akustiknya yang canggih. Dalam lawatan ke museum, dan rumah-rumah tradisonal yang indah ini, pelancong mendapatkan pengetahuan yang lebih baik tentang sejarah dan kebudayaan serta arsitektur Iran yang cemerlang dan khas.

Persepolis

Setelah dua malam di Shiraz perjalanan dilanjutkan menuju ikon wisata Iran yang paling terkenal yaitu Persepolis, Kata Persepolis berasal dari bahasa Yunani yang artinya kota orang Persia. Sedangkan dalam bahasa Persia tempat in dinamakan Takht-e Jamshid yang artinya tahta jamshid. Jamshid sendiri memiliki makna sebagai nama raja Persia di jaman baheula. Dan jangan lupa kata tahta dalam bahasa Indonesia memang berasal dari bahasa Persia seperti juga kata anggur dan pahlawan.

Persepolis merupakan kompleks reruntuhan istana yang dibangun oleh nenek moyang kekaisaran Persiaseperti Darius dan Cirus pada sekitar 550 SM. Namun kompleks ini kemudian diserbu oleh Alexander the Great pada sekitar 330 SM.Selain kompleks istana Persepolis,di kawasan ini juga terdapat tempat makam kaisar Persia yang terdapat di Naqsh-e Rustam. Keunikan adalah necropolis atau kota orang mati ini terletak di dinding bukit yang terjal. Dan di dinding itu dipahat lukisan yang sangat indah dan tetap bertahan hingga ribuan tahun kemudian.

Sebuah kuil api yang digunakan oleh penganut kepercayaan Zoroaster juga masih ada di tempat ini. Kekhasan penganut Zoroaster adalah mereka tidak pernah menguburkan jenazah , melainkan hanya meletakkan jenazah di atas bukit untuk dijadikan mangasa burung pemakain bangkai.

Kota Esfahan

Perjalanan tour ke iran kemudian dilanjutkan menuju Kota Esfahan, yang merupakan kota terindah di Iran sehingga tidaklah megherankan dalam bahasa Persia ada peribahasa yang mengatkan”‘Esfahān nesf-e jahān ast“ yang artinya Esfahan adalah setengah dunia. Sehingga kalau kita telah melihat kota ini, kita sudah mengunjungi setengah dunia.

Di kota ini kita menyaksikan sebuah lapangan yang disebut Imam Square dan merupakan salah satu alun-laun terindah di dunia yang dihiasi dengan air mancur, dan dikelilingi oleh istana dan masjid yang mempesona. Kota yang dibelah oleh Sungai Zayande ini juga dilengkapi dengan jembatan-jembatan yang indah dimana penduduk dapat bersantai sambil bernyanyi di senja yang damai.

Masjid Imam Square ini dikenal dengan masjid Gema. Muadzin tidak perlu speaker untuk mengumandangkan azan, karena arsitektur masjid ini dibuat sedemikian rupa hingga suara muadzin bisa bergema ke sekeliling masjid.

Di Esafahan ini, juga terdapat salah satu gereja terbesar dan terindah di Iran, yaitu Vank Cathedral. Di tempat ini dimakamkan para pemuka agama Kristen Armenia dan juga terdapat sebuah museum yang menceritakan tentang genosida bangsa Armenia pada awal abad ke 20. Siapa sangka di sebuah Republik Islam sepeti Iran, masih terdapat gereja tua yang indah dan terawat dengan baik.

Disamping itu kita juga bisa mengunjungi kompleks pemakaman tokoh muslim Ibnu Sina . Siapa yang tak kenal Ibnu Sina. Tokoh ilmuwan yang satu ini merupakan salah seorang yang paling berjasa dalam perkembangan ilmu kedokteran modern. Karyanya yang paling monumental yaitu Al-Qanun fi At-Thibb atau The Canon of Medicine merupakan buku pegangan standar di berbagai universitas di Eropa hingga abad ke-17. Jasad tokoh besar itu kini beristirahat di sebuah kompleks mausoleum yang tenang di Hamadan, Iran, setengah jam perjalanan dari Isfahan.

Dari Esfahan, pengembaraan di negri seribu satu malam ini dilanjutkan dengan mengunjungi kota Kazan yang terkenal dengan istana yang memiliki sistem pengairan yang sangat menakjubkan. Setelah ratusan tahun, taman-taman dengan air mancur yang indah masih bekerja dengan sempurna dan semuanya dapat berfungsi tanpa bantuan tenaga listrik.

Desa Abyaneh

Selain mengunjungi kota-kota yang indah, kami juga sempat mengunjungi sebuah desa tertua di Iran yaitu Abyaneh.Di desa ini semua rumah memiliki warna yang sama yaitu warna merah bata dan uniknya semua penduduk memakai pakaian tradisional yang berwarna coklat tua.

Dari Abyaneh perjalanan dengan mobil dilanjutkan kembali ke ibu kota Tehran dengan mampir sebentar sebentar di kota suci Qom.

Seminggu perjalanan tour ke Iran telah memberikan saya dan keluarga sebuah pengertian yang lain tentang negri ini. Kalau sebelumnya kita membayangkan sebuah negri yang tertutup dan sedikit menyeramkan, ternyata yang kami jumpai adalah sebuah negeri yang maju dan modern, dengan rakyat yang ramah, sejarah yang panjang, dan juga kekayaan arsitektur, seni, dan budaya yang mempesona.

Kalau ingin merasakan jalan-jalan yang tidak biasa. Ayo ke Iran, dan negeri ini pun relatif tidak mahal karena nilai tukar mata uangnya yaitu Riyal bahkan lebih rendah dibandingkan nilai Rupiah. Wisata ke Iran? Siapa takut!