Mengenal Masjid Yang Ada Di Korea Selatan

Mengenal Masjid Yang Ada Di Korea Selatan

Bagi seorang muslim saat travelling kemanapun, wajib untuk tetap menjalankan solat 5 waktu. Dan kalo masih berada di Indonesia biasanya ga terlalu sulit ya gan untuk menemukan Masjid. Meski di beberapa daerah yang muslimnya minoritas ga terlalu banyak masjidnya.

Baca Juga: Pesona Wisata Korea Bagi Turis Mancanegara

Nah itu jika di Indonesia yang mayoritas penduduknya muslim, gimana dengan negara lain, yang penduduk mayoritasnya non muslim. Tentu mencari Masjid bukan hal yang mudah. di Korea Selatan yang barangkali bisa bermanfaat untuk yang mau atau akan travelling ke negeri ginseng ini.

1. Masjid Pusat Soul
Terletak di Hannam-dong, Yongsan –gu, Seoul, Masjid Pusat Seoul adalah masjid pertama di Korea. Pembangunan masjid dimulai pada Oktober 1974 diatas sebidang tanah (5.000 m2) yang disumbangkan oleh pemerintah Korea. Didanai oleh Negara-negara Islam, masjid ini resmi dibuka pada 21 Mei 1976 dan hingga kini masih kokoh berdiri di antara sungai Hangang dan Gunung Namsan.

Lantai pertama masjid dijadikan ruang pertemuan dan kantor Ferderasi Muslim Korea; di lantai kedua adalah tempat peribadatan khusus pria seluas 427 m2 dan di lantai tiga tempat peribadatan khusus wanita. Pusat Islam di Seoul ini awalnya hanya bertingkat dua (1.362 m2) yang buat untuk masjid. Namun, berkat bantuan dari Bank Pembangunan Islam Arab Saudi akhrinya lantai tiga pada 20 Juli 1990 dapat digunakan. Pusat Islam kini memiliki madrasah (lembaga pendidikan bagi anak-anak Muslim), Institut Penelitian Budaya Islam dan lainnya.

2. Masjid Busan
Masjid Busan merupakan masjid kedua yang didirikan di Korea Selatan. Dibangun pada tahun 1980, dengan dukungan dana dari Ali Fellaq, mantan Menteri Keuangan Libya. Masjid ini berada di 30-1 Namsan-dong Keumjeong-ku, Busan. Di masjid ini, pengunjung tidak hanya dapat melaksanakan ibadah salat dan mengaji, tetapi juga dapat mempelajari lebih banyak mengenai Islam di Korea Selatan.

Di Masjid ini, jamaah dapat bertemu dan bertanya banyak hal kepada kepala Masjid, atau yang disebut sebagai imam. Masjid ini juga menyediakan perpustakaan yang memberikan banyak bahan dan materi audio yang dapat dipinjam.

3. Masjid Gwangju
Masjid Gwangju atau yang  bernama Masjid Umar bin Khattab memang tergolong kecil, terpencil, tidak sepopuler masjid di Itaewon, Seoul. Di masjid ini, jemaahnya berasal dari berbagai negara, antara lain Pakistan, Mesir, Indonesia, Aljazair, Bangladesh, Srilanka, dll. Masjid ini dibangun dan dipelihara secara bersama-sama oleh KMF (Korea Muslim Federation) dan jemaah masjid dari masing-masing negara. Di Gwangju sendiri, selain masjid ini, ada pula beberapa mushola yang dibangun secara swadaya oleh para TKI atau mahasiswa, misalnya mushola At-Taubah di daerah Hannam.

 

Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh,

Apa kabar sahabat ZEW ?

Dari sekian banyaknya bangunan masjid yang indah dan unik di dunia, terdapat satu masjid yang tidak kalah saing dengan masjid – masjid dunia. Masjid tersebut terdapat di Kota Jakarta, Indonesia. Masjid Istiqlal. Ingin lebih tau sejarah, arsitektur bangunan, dan kegunaan Masjid Istiqlal tersebut ? dan mengapa Masjid tersebut menjadi Masjid yang istimewa ? Ayo baca artikel yang telah di rangkum ZEW di bawah ini.

 

MASJID ISTIQLAL

Masjid Istiqlal secara bahasa artinya Masjid Merdeka adalah Masjid Nasional Negara Republik Indonesia yang terletak di pusat Ibukota Jakarta dengan Imam Besarnya Prof.Dr.Nasaruddin Umar, M.A dan Ketua Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal sekarang Bapak K.H. Muhammad Muzammil Basyumi. Masjid Istiqlal merupakan Masjid terbesar di Asia Tenggara Pembangunan masjid ini diprakarsai oleh Presiden Republik Indonesia saat itu, Ir. Soekarno di mana pemancangan batu pertama, sebagai tanda dimulainya pembangunan Masjid Istiqlal dilakukan oleh Ir. Soekarno pada tanggal 24 Agustus 1951. Arsitek Masjid Istiqlal adalah Frederich Silaban, seorang Kristen Protestan.

Source : Wikipedia

 

SEJARAH BERDIRINYA MASJID ISTIQLAL

Sejarah berdirinya Masjid Istiqlal dimulai dari pertemuan penting antara KH Wahid Hasyim sebagai Menteri Agama RI dan Anwar Tjokroaminoto dari Partai Syarikat Islam untuk membahas pendirian sebuah masjid. Hasil pertemuan itu direspon oleh Presiden Soekarno dan pembangunan pertama dimulai pada 24 Agustus 1961 dengan pendirian tiang pancang. Masjid ini resmi digunakan sebagai tempat ibadah umat Muslim pada 22 Februari 1978 yang ditandai sebuah prasasti dipasang di tangga pintu As Salam. Salah satu keistimewaannya adalah Masjid Istiqlal dibangun bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad. Pembangunan ini menghabiskan biaya sebesar 7 Miliyar.

 

LOKASI DAN BANGUNAN MASJID ISTIQLAL

Lokasi dan bangunan Masjid Istiqlal berada di bekas Taman Wilhelmina, di Timur Laut Lapangan Medan Merdeka yang ditengahnya berdiri Monumen Nasional (Monas). Di seberang timur masjid ini berdiri Gereja Katedral Jakarta.

Bangunan utama masjid ini terdiri dari lima lantai dan satu lantai dasar. Masjid ini memiliki gaya arsitektur modern dengan dinding dan lantai berlapis marmer, dihiasi ornamen geometrik dari baja antikarat sepanjang 30 meter. Bangunan utama masjid dimahkotai satu kubah besar berdiameter 45 meter yang ditopang 12 tiang besar dan 5.138 tiang pancang.. Menara tunggal setinggi total 96,66 meter menjulang di sudut selatan selasar masjid. Luasnya mencapai 4 hektare dan mampu menampung hingga 60 ribu orang dengan luas keseluruhan seluas 9,5 hektare.

Masjid Istiqlal memiliki beduk raksasa dengan panjang 3 meter dan berat 2,3 ton. Beduk ini memiliki diameter 2 meter pada bagian depan dan diameter 1,71 meter pada bagian belakang. Beduk dibuat dari kayu meranti merah yang usianya mencapai 300 tahun dari sebuah hutan di Kalimantan Timur. Salah satu hal yang membuat Masjid ini berbeda dengan masjid lainnya adalah, Masjid ini tidak mengenal lekungan – lekungan dan semua bentuk bangunan disini itu berbentuk segi empat.

Masjid istimewa ini memiliki tujuh pintu gerbang masuk, masing-masing diberikan nama yang diambil Asmaul Husna atau nama-nama Allah yang baik, mulia, dan agung sesuai dengan sifat-sifat-Nya. Berhubung Masjid ini berlokasi di iklim yang tropis, pada bagian dinding terdapat kerangka logam berlubang yang jika dilihat dari kejauhan terlihat bolong – bolong persegi yang menawan dan eksotis. Bolongan itu memiliki fungsi dan kegunaan yaitu sebagai lubang udara, penyekat, sekaligus jendela agar memudahkan sirkulasi udara bagi pengunjung dan penerangan yang alami serta agar ruangan tetap sejuk bagi pengunjung yang sedang beribadah.

Source : Wikipedia

 

KEGUNAAN MASJID ISTIQLAL

Kegunaan Masjid Istiqlal, selain digunakan sebagai aktivitas ibadah umat Islam, masjid ini juga digunakan sebagai kantor berbagai organisasi Islam di Indonesia, aktivitas sosial, dan kegiatan umum. Masjid ini juga menjadi salah satu daya tarik wisata yang terkenal di Jakarta. Kebanyakan wisatawan yang berkunjung umumnya wisatawan domestik, dan sebagian wisatawan asing yang beragama Islam. Masyarakat non-Muslim juga dapat berkunjung ke masjid ini setelah sebelumnya mendapat pembekalan informasi mengenai Islam dan Masjid Istiqlaal. Meskipun demikian, bagian yang boleh dikunjungi kaum non-Muslim terbatas dan harus didampingi pemandu.

Pada tiap hari besar Islam seperti Ramadhan, Idul Fitri, Idul Adha, Maulid Nabi Muhammad, dan Isra’ Mi’raj, Presiden Republik Indonesia selalu mengadakan kegiatan keagamaan di masjid ini yang disiarkan secara langsung melalui televisi nasional (TVRI) dan sebagian televisi swasta.

 

Sekian informasi mengenai Masjid Istiqlal dari ZEW. Lokasinya di Negeri kita tercinta loh. Apa kalian tidak tertarik untuk mengunjungi salah satu tempat ibadah umat muslim yang istimewa ini ?

Semoga Bermanfaat 🙂