Rumah Nabi SAW di Madinah terletak di pojokan Masjid Nabawi, tepatnya di tempat yang sekarang dijadikan makam Nabi SAW.

Sebagaimana biasanya, semua Nabi itu dikuburkan tepat di mana Nabi itu meninggal dunia, demikian pula Nabi Muhammad SAW.

Ukuran rumah Nabi Muhammad SAW dengan panjang tidak lebih dari 5 meter, lebar hanya 3 meter, dan tinggi atap sekitar 2.5 meter.

Hal utama yang menjadi patokan dalam menentukan luas rumah nabi adalah perkataan seorang sahabat Nabi Muhammad saw yang bernama Daud Bin Qais.

Dalam kitab Shahih Adabul Mufrod karya Imam Bukhari disebutkan bahwa Daud Bin Qais berkata,

“Saya melihat kamar Rasulullah saw, atapnya terbuat dari pelepah kurma yang terbalut dengan serabut. Saya perkirakan lebar rumah ini, kira kira 6 atau 7 hasta, saya mengukur luas rumah dari dalam 10 hasta, dan saya kira tingginya antara 7 dan 8. Saya berdiri di pintu Aisyah saya dapati kamar ini menghadap Maghribi (Marocco)”.

 

Berikut replika rumah nabi :

 

 

Mesjid Addas punya sejarah tersendiri, dan ini sangat bagus tempat untuk berziarah, sebelum antum ke Thaif, alangkah baiknya simak kisah berikut ini :
*****
Setelah Rasulullah merasa aman dari kejaran masyarakat Thaif yang menolak dakwah beliau, Nabi saw menghampiri sebuah pohon anggur lalu duduk di sana. Di tempat itu, Rasulullah saw berdoa sambil menahan sakit yang mulai menjalar tubuhnya. ;-‘(
“Ya Allah, aku mengadu kepada-Mu atas lemahnya kekuatanku dan sedikitnya usahaku serta kehinaan diriku di hadapan manusia. Engkaulah Tuhan semesta alam, Pelindung orang-orang yang lemah dan Engkaulah Pelindungku. Kepada siapa hendak Engkau serahkan diriku. Kepada orang yang jauh yang menyerangku ataukah kepada Zat yang dekat yang mengatur urusanku. Asalkan Engkau tidak murka kepadaku, aku tidak peduli. Aku berlindung terhadap cahaya wajah-Mu Yang menerangi kegelapan dan karenanya membawakan kebaikan bagi dunia dan akhirat, dan kemurkaan-Mu yang akan Kautimpakan kepadaku. Engkaulah Yang berhak menegur hingga berkenan pada-Mu. Dan tiada daya dan upaya selain dan Engkau.”
Nabi saw tidak menyadari bahwa gerak-geriknya diperhatikan dua putra Rabi’ah. Keduanya tak tega melihat penderitaan yang dialami Rasulullah saw. Lalu mereka memanggil ‘Addâs, seorang hamba beragama Nasrani yang mengabdi pada mereka.
“Ambillah setandan anggur ini dan bawakan untuk orang tersebut!” kata keduanya.
Anggur itu diberikan kepada Rasulullah saw yang kemudian mengulurkan tangannya untuk menerima pemberian tersebut.
“Bismillah,” ucap Muhammad saw sesaat seusai menerima anggur itu dan lalu memakannya.
‘Addas terperanjat. Ia tidak pernah mendengar perkataan itu sebumnya.
“Sesungguhnya ucapan ini tidak biasa diucapkan oleh penduduk negeri ini.”
“Kamu berasal dan negeri mana? Dan apa agamamu?” tanya Nabi saw.
“Aku seorang Nasrani dan penduduk Nina-wy (Nineveh/Persia),” jawab ‘Addâs.
“Itu negeri seorang saleh bernama Yunus bin Matta,” kata Rasulullah saw.
‘Addâs semakin penasaran.
“Apa yang kamu ketahui tentang Yunus bin Matta?”
“Dia adalah saudaraku, seorang nabi, demikian pula dengan diriku.”
‘Addâs tertegun. Ia terkejut mendengar jawaban itu. Tanpa pikir panjang, ia langsung merengkuh kepala Rasulullah saw. Ia juga mencium kedua tangan dan kedua kaki Nabi saw, dan Addas pun masuk Islam. Sementara, kedua putra Rabi’ah menyaksikan adegan itu dengan penuh keheranan. Ketika ‘Addâs datang, keduanya berujar,
“Celakalah dirimu! Apa yang terjadi denganmu?”
 “Wahai tuanku! Tiada sesuatu pun di bumi ini yang lebih baik daripada orang ini! Dia telah memberitahukan kepadaku hal yang hanya diketahui oleh seorang nabi,” jawab ‘Addâs.
“Celakalah dirimu, wahai ‘Addâs! Jangan biarkan dia memalingkanmu dari agamamu! Sebab agamamu lebih baik daripada agamanya,” kata mereka berdua. (Ibnu Hisyâm).
*****

Lokasi pertemuan Nabi Muhammad dengan pemuda Addas itu kini masih utuh bekasnya. Masyarakat menandai lokasi itu dengan membangun masjid yang dikenal dengan nama Masjid Addas.

Berada di tengah kebun anggur yang berhimpitan dengan rumah-rumah penduduk, Masjid Addas berdiri kokoh dengan kondisi yang meski kecil dan tempat salatnya sempit, ditandai dengan menara yang lebih tinggi dari beberapa rumah penduduk. Posisinya tidak jauh dari Wadi Matsna, tempat Nabi Muhammad dilempari batu oleh penduduk Bani Tsaqif.

Tak ada yang istimewa dengan Masjid Addas, kecuali menyiratkan jejak perjuangan Nabi Muhammad kala membawa misi agama baru bagi jazirah Arab, Islam. Berbeda dengan masjid-masjid di Madinah dan Mekah yang sangat familiar bagi jemaah Indonesia, jejak Nabi di Thaif tak banyak diketahui. Karena itulah, Ziarah Expedia Wisata siap melayani antum semua berziarah ke Thaif, menyusuri jejak-jejak perjuangan Rasulullah SAW.

Info selanjutnya bisa menghubungi kami via Whatsapp : 082249794802. Semoga antum diberikan kemudahan, kebahagian dan nikmatnya Islam… aamiin…ya Rabbil Alamin..

Di forum ini anda akan mempelajari seluk beluk yang berkaitan dengan bisnis travel baik itu Haji, Umrah mau pun membuat destinasi Wisata Domestik dan International.

 

Workshop  : Mempelajari Seluk Bisnis Travel Wisata Milik Anda sendiri
Waktu         : Minggu, 22 Oktober 2017
Pukul          : 08.00 – 13.00
Tempat      : Gedung STIKES Binawan, Jl Kalibata Raya No 1, Jakarta Timur
Phone : 021.80885137 / 80877042
Pembicara : Praktisi Bisnis Travel yg Memulai Bisnisnya dari Nol
Biaya           : Rp 350,000 / orang
Berdua       : Rp 500,000

 

Peserta Dibatasi

 

Informasi hubungi :

WA : 087782382158 (Ema)

 

Presiden Joko Widodo terkejut saat anak kecil ini minta sepeda tapi saat disuruh ambil langsung sepedanya dia malah menolak dan minta diberi pertanyaan terlebih dahulu. Akhirnya Jokowi memberikan 1 pertanyaan, sebutkan 3 nama binatang. Dan langsung dijawab oleh anak ini. Setelah memberikan jawabannya baru anak ini mengambil hadiah sepeda yang telah disiapkan. Melihat kepolosan anak ini suasana pertemuan bersama presiden di propinsi Banten ini menjadi hidup.

Beruntung Indonesia punya Presiden Jokowi yang humanis, humoris dan care sama anak-anak generasi penerus bangsa. Hal yg jarang kita jumpai pada presiden-presiden sebelumnya. Mungkin hanya sosok Abdurahman Wahid yang bisa menyamakan figur seperti ini, hingga rakyat merasa antara mereka dan presidennya seperti tidak ada jarak.

Netizen pun memberikan tanggapan berbeda hal ini dalam akun Facebook Yusuf Muhammad

Wiyanti Sari Minto Diharjo Anak kecil aja tahu.. krj yg dl br dpt sepeda… lha hewan2 yg d senayan kok hobbynya d suapi..
Griya Molek Makin cinta sama bapak jokowi. Semoga selalu diberikan kesehatan dan umur yg panjang pak presiden😇😇aku padamu..dua periode for sure
Sandy Dwi Wisnu anak pinter, dan diapun gak mau sepedanya tanpa di kasih kuis dulu.
Sari Purpita Hebat mau ditanya dl..anak kecil saja tahu,harus bekerja..baru mendapat hasilnya…gak mau mendapat sepeda cuma2….beda sama yang disono…kerja ngak ada hasilnya,mau gaji gede….wkwkwk

 

 

Kualitas Dari Kemabruran Haji

Kualitas Dari Kemabruran Haji

Mampu melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci dan kembali dalam keadaan sehat wal afiyat merupakan dambaan dan cita-cita setiap kaum muslim dimanapun berada.

Baca Juga: Dibalik Sholat Dhuha

Haji merupakan ibadah yang meniscayakan terkumpulnya tiga perkara: kecukupan dana, kesehatan jasmani dan rohani: serta tersedianya waktu/ kesempatan/momentum. Sehingga ketiga-tiganya hendaknya dipelihara dengan baik sejak dari masa keberangkatan hingga kepulangan.

Dari Abu Hurairah RA, ia berkata,

سُئِلَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – أَىُّ الأَعْمَالِ أَفْضَلُ قَالَ « إِيمَانٌ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ » . قِيلَ ثُمَّ مَاذَا قَالَ « جِهَادٌ فِى سَبِيلِ اللَّهِ » . قِيلَ ثُمَّ مَاذَا قَالَ « حَجٌّ مَبْرُورٌ »

“Nabi SAW ditanya, “Amalan apa yang paling afdhol?” Beliau Nabi SAW menjawab, “Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.” Ada yang bertanya lagi, “Kemudian apa lagi?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Jihad di jalan Allah.” Ada yang bertanya kembali, “Kemudian apa lagi?” “Haji mabrur”, jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Bukhari)

Berbahagialah para jamaah haji yang dapat melaksanakan rukun Islam kelima dengan lancar dan khusu’. Alhamdulillah, semoga semua akan meraih haji mabrur, sehingga Allah SWT pada saatnya nanti insyaallah akan memenuhi janji-Nya dengan memberikan balasan berupa surga.

Nabi SAW bersabda,

وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ

“Dan haji mabrur tidak ada balasan yang pantas baginya selain surga.” (HR. Bukhari no. 1773 dan Muslim no. 1349)

Namun, mabrurnya ibadah haji sesungguhnya bukan hanya terletak pada pelaksanaan, melainkan juga masa-masa sesudah pelaksanaan haji. Bagaimana hubungannya dengan akhlak dan muamalah, harus beda khan? Semakin baik dan semakin bermanfaat.

Rasulullah SAW pernah ditanya tentang haji yang mabrur. Jawaban beliau,

إطعام الطعام و طيب الكلام

“Suka bersedekah dengan bentuk memberi makan dan memiliki tutar kata yang baik” (HR. Hakim)

Apakah konsistensi dalam beribadah, berdoa, dan bertawakal selama haji masih dilakukan pada saat pulang ke Tanah Suci?

Dari Ibnu Umar, Nabi SAW bersabda,

الْغَازِى فِى سَبِيلِ اللَّهِ وَالْحَاجُّ وَالْمُعْتَمِرُ وَفْدُ اللَّهِ دَعَاهُمْ فَأَجَابُوهُ وَسَأَلُوهُ فَأَعْطَاهُمْ

“Orang yang berperang di jalan Allah, orang yang berhaji serta berumroh adalah tamu-tamu Allah. Allah memanggil mereka, mereka pun memenuhi panggilan. Oleh karena itu, jika mereka meminta kepada Allah pasti akan Allah beri” (HR. Ibnu Majah)

Apakah hikmah yang didapatkan dalam ibadah haji memberikan pengaruf positif bagi ibadah-ibadah lainnya? Apakah pelaksanaan rukun Islam yang terakhir ini menjadikan jamaah semakin khusyuk dan paripurna dalam amal ibadah lainnya?

Sahabatku, secara umum, kualitas “kemabruran” haji dapat dinilai dalam beberapa hal.

Pertama, konsistensi dalam memelihara niat yang baik dalam menjalani kehidupan yang lebih baik. Niat baik ini sama dengan niat haji yang semata-mata dilakukan karena Allah SWT dan bukan karena manusia.

Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya amal itu tergantung pada niat.” (HR. Bukhari-Muslim).

Kedua, konsistensi memelihara diri dalam kesucian (ketakwaan) dan ketegaran. Dua pilar ini merupakan hasil yang didapatkan para hujjah setelah melakukan sa’i yang senantiasa dimulai dari Shafa (berarti kesucian) dan Marwa (ketegaran).

Allah SWT berfirman, “Sungguh, Shafa dan Marwa merupakan sebagian dari syiar Allah.” (QS. Al-Baqarah: 158).

Ketiga, konsistensi berada dalam lingkaran tauhid dan lingkaran ketuhanan dalam menjalani kehidupan. Sikap ini merupakan falsafah thawaf yang senantiasa berlomba-lomba berada dalam lingkaran ketuhanan bersama orang-orang saleh dan menyegerakan diri dalam kebajikan (QS. Al Hajj: 26).

Keempat, memiliki kemampuan yang besar dalam menjauhkan diri dari perbuatan buruk dan tercela, tidak mengulangi keburukan masa lalu karena hal tersebut merupakan salah satu tanda ibadah hajinya diterima Allah SWT (QS. Al-Maidah: 93).

Kelima, memiliki kemampuan yang besar untuk lebih zuhud dalam urusan dunia dan senantiasa mengharap kepada Allah dalam urusan akhirat. Hal yang sama telah dilakukan sepanjang perjalanan menuju medan haji, di medan haji dan proses kepulangannya ke Tanah Air. Allah SWT berfirman, “Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah, dengan ihlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama.” (QS. Al-Bayyinah: 5).

Keenam, memiliki kemauan yang besar untuk lebih banyak memberi dan berbagi kepada karib kerabat dan masyarakat sekitar.

Demikianlah kriteria haji mabrur. Kriteria penting pada haji mabrur adalah haji tersebut dilakukan dengan ikhlas dan bukan atas dasar riya’, hanya ingin mencari pujian, apalagi ingin disebut “Pak/Ibu Haji”.

Ketika melakukan haji pun menempuh jalan yang benar, bukan dengan berbuat curang atau menggunakan harta yang haram, dan ketika melakukan manasik haji pun harus menjauhi maksiat, ini juga termasuk syarat tercapainya mabrur.

Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dari-Nya. Oleh karenanya, senantiasalah MEMOHON DOA kepada Allah agar kita yang telah berhaji dimudahkan untuk meraih predikat haji mabrur. Yang tentu saja ini butuh usaha, dengan senantiasa memohon pertolongan Allah agar tetap taat bermanfaat dan menjauhi maksiat.

Semoga Allah menganugerahi kita haji yang mabrur dan tetap terjagan sampai akhir hayat, bertemu dengan Allah swt.

 

Ziarah Expedia Wisata Mekkah Yang Dirindukan

Ziarah Expedia Wisata Mekkah Yang Dirindukan

Mekkah merupakan kota yang tak pernah tidur. Setiap saat selalu sibuk dengan lalu lalang jemaah baik yang akan masuk ke Masjidilharam maupun keluar dari masjid.

Baca Juga: Tips Persiapan Umroh

Tak ada istilah masjid dikunci sehingga jemaah harus beribadah di teras masjid, Bangunan masjid raksasa Mekkah yakni Masjidilharam yang dikenal sebagai masjid terbesar di dunia menjadi denyut nadi Kota Mekkah.

Baca Juga: Ibadah Umroh Ziarah Expedia Wisata

Masjid selalu penuh bahkan berdesak-desakkan setiap saat apalagi di musim haji maupun umrah Ramadan. sulit menyiasati waktu dengan harapan kondisi masjid sedang sepi.

Kota Mekkah adalah kota impian bagi setiap Muslim bahkan harus sabar menunggu selama puluhan tahun untuk bisa berhaji.

Demikian pula ketika kaki menginjakkan jalan di depan Masjidilharam sudah terasa getaran di dada. Semua rasa ingin dikeluarkan semua antara senang, haru, sampai bahagia sehingga tak terasa air mata menetes.

Rasa itu makin membara ketika memasuki Masjidilharam lalu bisa menyaksikan dengan mata kepala sendiri bangunan yang selama ini menjadi kiblat salat, Kabah.

Mensyukuri sebuah berkah yang akhirnya mengantarkan mereka di tempat mulia yang banyak dirindukan orang ini.

Mekkah mulai muncul sekitar abad ke-9 sebelum Masehi dengan kedatangan Nabi Ibrahim yang keluar dari kampung halamannya di Syam menuju suatu lembah yang gersang, tidak memiliki tanaman, dan dipagari bukit-bukit berbatu.

Mekkah adalah daerah yang gersang dan tidak memiliki tumbuhan, cuaca yang terik dengan curah hujan yang rendah, namun daerah ini memiliki tempat tersendiri di hati umat Islam.

Keyword: Ziarah Expedia Wisata Mekkah Yang Dirindukan Ziarah Expedia Wisata Mekkah Yang Dirindukan Ziarah Expedia Wisata Mekkah Yang Dirindukan Ziarah Expedia Wisata Mekkah Yang Dirindukan Ziarah Expedia Wisata Mekkah Yang Dirindukan Ziarah Expedia Wisata Mekkah Yang Dirindukan Ziarah Expedia Wisata Mekkah Yang Dirindukan Ziarah Expedia Wisata Mekkah Yang Dirindukan Ziarah Expedia Wisata Mekkah Yang Dirindukan

Turis Indonesia Ditawarkan Wisata Muslim Thailand

 

Turis Indonesia Ditawarkan Wisata Muslim Thailand

Thailand memiliki nuansa religi agama Buddha yang kental. Namun kini, Thailand menyiapkan paket wisata khusus bagi umat muslim Indonesia liburan ke Negeri Gajah Putih itu. Makanan halal dan jadwal salat akan diperhatikan.

Baca Juga: Thailand Perkenalkan Wisata Halal

Apa bedanya paket wisata biasa dengan paket wisata muslim ke Thailand?

Namun dari sisi makanan, hotel dan jadwal perjalanan akan sedikit berbeda. Untuk makanan, wisatawan sudah dipilihkan daftar makanan yang sudah mengantongi sertifikat halal.

Baca Juga: Yang Baru Saat Liburan Ke Thailand

“Banyak wisatawan muslim Indonesia yang khawatir makanan tidak halal. Untuk itu saat ini sudah banyak paket wisata yang menawarkan makanan bersertifikat halal

Selain menonjolkan makanan halal, paket wisata muslim juga memilihkan hotel-hotel yang menunjang kehalalan paraa tamunya. Misalnya hotel tersebut menyediakan musala dan penunjuk arah kiblat di setiap kamarnya.

“Selain itu memastikan menu-menu makanan di hotel juga halal. Agar wisatawan semakin tenang

Selain itu, dalam paket wisata muslim itu juga wisatawan bisa mendatangi masjid-masjid bersejarah di Thailand. Salah satunya adalah Masjid Jawa yang dibangun oleh komunitas keturunan Jawa dengan arsitektur rumah khas Joglo

“Tour guide juga beberapa ada yang muslim. Jadi mereka nanti bisa mengingatkan bagi wisatawan mengenai waktu solat dan tempat salat,”

Paket wisat muslim ke Thailand ini dinilai cukup potensial, sebabnya, setiap tahun terjadi pertumbuhan hingga 10 persen. Ini sama seperti Umroh, kenaikannya cukup signifikan.

Thailand memang cukup terkenal dengan wisata budaya dan alamnya. Bahkan ada yang bilang kalau kalian belum benar – benar ke Thailand jika belum berkunjung ke pantainya. Meskipun di Thailand juga ada banyak tempat wisata yang lebih modern seperti Museum Madame Tussauds Bangkok, Pusat Perbelanjaan Siam Paragon, dan Trick-eye 3D Museum, jangan lupa untuk mengunjungi destinasi wisata budaya dan pantai Thailand.

Keyword: Turis Indonesia Ditawarkan Wisata Muslim Thailand
Travel Umroh Dan Haji Ziarah Expedia Wisata

MESIR adalah negara penuh dengan sejarah dari peradaban pra sejarah. Situs seperti Piramida, hingga kastil Kerajaan Arab dari ratusan tahun lalu masih bisa dirasakan hingga saat ini.

Jika wisatawan hendak pergi ke Mesir, jangan lupa untuk sambangi Kota Luxor. Kota yang menyimpan harta benda peradaban sejarah Mesir. Sangat cantik dan memukau.

Nah, untuk meningkatkan kenyamanan saat liburan berikut ini rekomendasi tempat di Luxor dilansir dari Migrationology, Jumat (5/5/2017)

1. Karnak

Ini merupakan sebuah tempat beribadah yang menjadi situs kuno. Tempat ini diperuntukan untuk Dewa Dewi. Di bagian Great Hypostyle Hall, terdapat Gargantuan setinggi 23 meter, dan garis kolom setinggi 15 meter dalam area 6.000 meter pesergi.

2. Kuil Luxor

Kuil ini sangat mudah ditemukan, dan merupakan situs kuno juga. Di mana kuil ditemukan oleh Amenophis III yang kemudian diteruskan hingga pemerintahan Ramses II.

Saat malam hari, kuil dinyalakan dengan hiasan hiasan lampu berwarna kuning yang disebut lingkaran emas. Dan biasanya pria Mesir bermain sepak bola di sana.

3. Museum Luxor

Museum Luxor merupakan rumah dari kuburan zaman Theban Necropolis. Ini merupakan museum antik, yang akan membuat Anda menikmati sejarah Mesir di dalamnya.

4. Lembah Raja

Lembah ini berada tak jauh dari sungai Nil, di sana terdapat gunung yang di puncaknya ada triangular piramida. Di bawah bukit terdapat Pharaoh dari Mesir Kuno yang dipercaya sebagai tempat berkumpulnya kehidupan sesudah kematian.

5. Lembah Ratu

Tak jauh dari lembah Raja terdapat kuburan kerajaan dan termasuk kuburan ratu Nefertari, disana peserta tour ziarah expedia wisata, akan dapat melihat ratusan situs situs kuno, peninggalan raja dinasti fir’aun.

biaya perjalanan ini cukup murah, bila menggunakan jalur penerbangan domestik cairo luxor, penerbangan ini setiap hari melayani duakali penerbangan. ada penerbangan pagi jam 09.00 dan penerbangan malam, bangan malam, jam 21.00.yang paling banyak disukai adalah penerbangan malam, karena peserta tour, dapat istirahat dulu semailam, lalu esok harinya baru melakukan  perjalanan tour seharian di kota luxor, baru malam hari ke bandara untuk kembali ke cairo

 

Malam itu aku bersama rombongan travel ziarah expedia wisata  meinggalkan rumah pukul 21.00 malam dan langsung menuju Ramsies Train Station desertai 3 kawanku. Setibanya disana ternyata kami datang paling awal datang, sedang rombongan yang lain belum tampak. Jadwal kereta yang akan kami naiki pukul 23.00, lumayan cukup malam untuk melakukan perjalanan ke Luxor, ya.. apa boleh buat karena kereta ini yang masih tersisisa tempat duduknya sebab yang lebih awal telah habis tiketnya.

Segerombolan cewek berjilbab tampak di kejauhan, eh ternyata itu rombongan tour kami pula. Hiruk pikuk dan lalu-lalang orang dalam stasiun kereta api

Ramsies tampaknya tidak mengenal malam maupun siang, meski waktu telah menunjukkan 22.40 malam ternyata masih ramai dengan kesibukan masing-masing. Kamipun telah bersiap di jalur dimana kereka berhenti yang akan membawa kami ke meneliti lebih jauh tentang sejarah Mesir.
Goyangan dan bunyi khas kereta benar-benar mengingatkanku akan kereta Bangun Karta yang biasa aku naiki dari Jakarta ke Jombang atau sebaliknya. Kesenyapan malam rupanya tidak akan aku rasakan di malam ini karena kebisingan suara roda kereta dan lalu lalang orang lewat. Kami yang masih belum saling akrab antara satu sama lain menjadikan hanya beberapa orang saja yang aku ajak bicara, ya…karena hanya mereka yang dari Indonesia saja yang aku kenal. Tour kali ini bisa dibilang tidak banyak yang ikut, bahkan untuk cowoknya hanya 6 orang, 2 orang warga Thailand dan 4 orang Indonesia itupun yang satu telah berkeluarga. Sedang untuk ceweknnya lumayan banyak, ada 10 orang dan kesemuanya berkwarganegaraan Malaysia sehingga wajar jika dihari pertama kami masih belum bisa saling akrab.

Matahari terlihat telah lama menampakkan cahayanya, “ah ternyata aku tertidur lama” gumamku dalam hati. Kulihat kanan kiriku nampak area persawahan yang sangat luas sekali “aku kira selama ini mesir adalah gurun sahara saja, ternyata luas juga area persawahannya” cakapku pada muslim. Kereta yang terus melaju hingga nampak disebelah kanan kami adalah sungai Nil yang yang membemtang panjang, tampak pula perahu-perahu kecil yang turut mewarnai indahnya sungai Nil.

Pukul 11.00 kami sampai juga di kota Luxor dan langsung menuju hotel Everest yang tidak begitu jauh dengan stasiun kereta api. Dihotelpun kami tak lama, hanya check in dan ganti baju serta sholat Dhuhur. Mandipun kami tidak sempat, tapi kami tetap enjoy.

Dengan menaiki Toyota Coaster kami dihantarkan mengelilingi kota Luxor yang penuh dengan sejarah, dipandu dengan guide yang cantik dan murah senyum sehingga rasa capek kamipun bisa sedikit berkurang.

Di masa Fir’aun, kota Luxor pernah dijadikan sebagai pusat negeri Mesir. Oleh karenanya, kota ini sangat kaya dengan peninggalan-peninggalan bersejarah, seperti kuil-kuil dan lain sebagainya.

Kota Luxor merupakan bagian dari kota Thebes kuno. Mulanya kota ini dikenal dengan nama Wizy-Wany, kemudian orang Yunani menyebutnya dengan nama Thebes. Bahkan seorang penyanyi Yunani (di kala itu) menyebut kota ini dengan nama “seratus pintu” karena banyaknya pilar-pilar yang tersebar di seluruh penjuru kota. Selanjutnya setelah kedatangan Islam, orang-orang Arab menyebut kota tua itu dengan nama Al Aqshar, yang artinya istana-istana.

Kalau pemisahan kota Cairo dengan Giza oleh Sungai Nil, menurut Fir’aun, sebagai pemisahan antara kehidupan dan kematian (Cairo sebagai tempat kehidupan dengan berbagai aspeknya, dan Giza sebagai tempat pemakaman bagi yang sudah meninggal), maka hal seperti itu terjadi pula di Luxor. Kehidupan dan kematian dipisahkan oleh Sungai Nil. Karena itulah di seberang barat (west bank) terdapat kuburan-kuburan lama yang telah berumur ribuan tahun dan ditemukan di berbagai tempat hingga disebut Valley of the Kings. Sedangkan di seberang timur (kota Luxor sekarang) itulah tempat kehidupan hingga sekarang.

Itulah sedikit uraian dari guide kami yang dalam penyampaiannya menggunakan bahasa English British. “wah kalau begini aku harus pasang telinga agar paham sebab guidenya ngomong British” cakapku pada Muslim yang duduk didepanku. Diapun hanya tersenyum, “I pun tak faham, cepat sekali dia cakap” jawabnya padaku.

Yang menjadi tujuan pertama kali ini adalah King of Valley. Untuk memasuki kawasan King of Valley kami dihantarkan oleh kereta diesel karena kendaran bus tidak diperkenankan memasuki area tersebut. Terlihat bukit-bukit besar beserta lorong-lorong yang menuju gua pekuburan para raja Fir’aun sangat banyak sekali. Lukisan pahat khas mesir kuno yang nampak didinding dengan warna-warni yang tersirat menjadikan siapa saja tak mau lepas memandangi disetiap sudut dinding lorong hingga tempat makam fir’aun, lukisan yang menggambarkan sejarah peradaban dari mesir tempoe doelu mewarnai disetiap lorong dan tentunya ada nilai sejarah tersendiri disetiap lukisan. Tapi kami hanya mengunjungi 4 dari 60 makam Fir’aun, itupun kesemuanya dilarang melakukan pemotretan didalam area makam, entah apa sebabnya yang pasti setiap pintu masuk bertuliskan “no photo and video” tapi kami kadang usil, kami masih melakukannya, curi-mencuri pandang kami lakukan dengan petugas keamanan demi terealisasinya sebuah gambar yang menjadikan kenangan dihari nanti.

 

 

Manfaatkan kebersamaan libur Lebaran bersama keluarga dengan memperbanyak ibadah di tanah suci

 

HARI KE 01/ 22 Juni : JKT – SIN – JED 
Jamaah berkumpul di terminal 2D bandara Soekarno Hatta (di HokBen) 4 jam sebelum keberangkatan.

HARI KE 02/ 23 Juni: JEDDAH – MEDINAH 
Tiba di Jeddah, proses imigrasi, bagasi dan bersama–sama menuju kota Medinah dengan Bus AC.

HARI KE 03/ 24 Juni : MEDINAH  
Setelah makan pagi, ziarah kota Madinah dengan mengunjungi tempat-tempat bersejarah antara lain, Mesjid Quba, Jabal Uhud, Mesjid Qiblatain, Mesjid Khamsah, Percetakan Al Qur’an dan berakhir dengan berbelanja / berkunjung kePerkebunan Korma, selesai kembali ke Hotel. Memperbanyak ibadah di Mesjid Nabawi.

HARI KE 04/ 25 Juni : MEDINAH – MEKKAH (Eidhul Fitri)
Setelah jamaah melaksanakan Shalat Eidhul Fitri di Masjid Nabawi dan diakhiri dengan makan siang di Hotel, kemudian bertolak menuju ke kota Makkah Al Mukarramah melalui Bir Ali untuk mengambil miqot, niat umrah dan shalat sunat ihram, setibanya di Makkah langsung check-in Hotel untuk meletakan barang bawaan dan makan malam, dilanjutkan dengan melaksanakan Ibadah Umrah (Thawaf, Sa’i, Tahallul).

HARI KE 05/ 26 Juni : MEKKAH
Memperbanyak ibadah di Mesjidil Haram.

HARI KE 06/ 27 Juni : MEKKAH
Melaksanakan seluruh Shalat wajib dan memperbanyak kegiatan ibadah di Masjidil Harram, melakukan ziarah kota Makkah dengan mengunjungi antara lain : Jabal Tsur, Padang Arafah, Jabal Rahmah,Mesjid Namirah, Muzdalifah, Mina, dan Jabal Nur, selesai kembali ke Hotel untuk berisitirahat. (penentuan waktu untuk ziarah kota Makkah akan ditentukan kemudian).

HARI KE 07/ 28 Juni : MEKKAH
Memperbanyak ibadah di Mesjidil Haram.

HARI KE 08/ 29 Juni : MEKKAH – JEDDAH 
Sebelum ke Mesjid Setelah Sholat Subuh, Thawaf Wad’a (Thawaf perpisahan) dengan harapan supaya bisa kembali ke Tanah Suci atas panggilan-Nya. Makan pagi dan check out hotel. Berangkat menuju Jeddah untuk berangkat menuju Airport Jeddah.

HARI KE 09/ 30 Juni : JEDDAH – JAKARTA
Dari Jeddah jamaah langsung bersiap menuju Jakarta.Selesailah perjalanan Anda bersama Ziarah Expedia Wisata

 

Harga Paket

 

Pesawat : Ettihate/ Saudi Airline/Qatar.

 

Harga Sudah Termasuk : Biaya Tidak Termasuk :
1. Tiket Pesawat :  Jakarta  –  Jedah  –  Jakarta
2. Visa Umroh
3. Akomodasi Hotel
4. Makan 3 kali sehari Menu Indonesia
5. Guide / Muthawif, Ziarah (city tour)
6. Bimbingan Manasik
7. Air zam-zam 5 liter
1. Perlengkapan,  handling,  Airport tax Rp 1,000,000
2. Pembuatan surat mahram (bagi wanita yangberangkat tanpa muhrim  dibawah 45th)
Rp 250.000
3. Tambah nama paspor (untuk yg telah memiliki paspor tapi nama cuma 2 suku kata).
4. Pengeluaran pribadi (laundry, telp, dll)
5. Kelebihan bagasi (max 30 Kg)
6. Tour tambahan di luar program


Pembayaran transfer ke:
Bank Mandiri an:

 PT Ziarah Expedia Wisata 

No Rekening IDR :  166.00.00.890.731

No Rekening USD : 166.00.00.890.749
Informasi Hubungi:

PT Ziarah Expedia Wisata

Gedung STIKES Binawan, Jl Kalibata Raya No 1, Jakarta timur

Phone: 021-80885137 / 80877042
WA/ Mobile : 087785577331 / 0813.1753.7535

www.infomuslimtours.com