Tahun Baru Hijriah atau Tahun Baru Islam merupakan suatu hari yang penting bagi umat Islam karena menandai peristiwa penting yang terjadi dalam sejarah Islam yaitu memperingati penghijrahan Nabi Muhammad SAW. dari Kota Makkah ke Madinah pada tahun 622 Masehi. Peristiwa bersejarah itu terjadi pada 1 Muharam tahun baru bagi Kalender Hijriah. Namun, Tahun Hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah itu diambil sebagai awal perhitungan bagi Kalender Hijriah.
1. Awal Penanggalan Hijriyah
Penanggalan Hijriyah dimulai dari peristiwa penting dalam sejarah Islam, yaitu Hijrah (perpindahan) Nabi Muhammad SAW dari Mekah ke Madinah. Peristiwa ini terjadi pada tahun 622 Masehi. Khalifah kedua, Umar bin Khattab, menetapkan tahun tersebut sebagai tahun pertama dalam kalender Islam, dan penanggalan ini mulai digunakan pada tahun 17 Hijriyah atau sekitar tahun 638 Masehi.
2. Penetapan Kalender Hijriyah
Kalender Hijriyah diresmikan oleh Khalifah Umar bin Khattab pada tahun 17 Hijriyah atau sekitar tahun 638 Masehi. Umar bin Khattab memilih peristiwa Hijrah sebagai titik awal kalender ini karena pentingnya peristiwa tersebut dalam sejarah Islam. Tahun pertama Hijriyah dimulai dari bulan Muharram setelah Hijrah.
3. Nama Bulan dalam Kalender Hijriyah
- Muharram
- Safar
- Rabi’ul Awal
- Rabi’ul Akhir
- Jumadil Awal
- Jumadil Akhir
- Rajab
- Sya’ban
- Ramadhan
- Syawal
- Dzulqa’dah
- Dzulhijjah
4. Makna Tahun baru islam
Tahun baru hijriyah diperingati dengan maksud agar umat Islam mampu mengambil i’tibar (pelajaran) dari peristiwa hijrah yang dilakukan Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah.Dalam peristiwa hijrah tersebut, umat muslim hendaknya mengambil makna dan pesan yang terkandung. Terutama dapat diterapkan di dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi kita umat Islam di Indonesia, sudah tidak relevan lagi berhijrah berbondong-bondong seperti hijrahnya rasul. Mengingat kita sudah bertempat tinggal di negeri yang aman, di negeri yang dijamin kebebasannya untuk beragama.
Berikut adalah beberapa makna penting dari Tahun Baru Islam:
-
- Memperingati Hijrah Nabi Muhammad SAW
Tahun Baru Islam menandai peristiwa Hijrah, yaitu perpindahan Nabi Muhammad SAW dari Mekah ke Madinah. Hijrah ini bukan hanya sekadar perpindahan fisik, tetapi juga transformasi sosial dan spiritual bagi umat Islam.
-
Refleksi dan Introspeksi
Tahun Baru Islam adalah waktu yang tepat bagi umat Muslim untuk merenungkan perjalanan hidup mereka selama setahun terakhir. Ini adalah saat untuk mengevaluasi diri, memperbaiki kesalahan, dan berkomitmen untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
-
Pembaharuan Spiritualitas
Tahun Baru Hijriyah memberikan kesempatan bagi umat Muslim untuk memperbaharui tekad dan semangat dalam beribadah. Ini adalah saat untuk meningkatkan kualitas ibadah, baik secara pribadi maupun dalam kehidupan sosial.
5. Perayaan Penting dalam Kalender Hijriyah
- 1 Muharram: Tahun Baru Islam.
- 12 Rabi’ul Awal: Maulid Nabi Muhammad SAW.
- 27 Rajab: Isra’ Mi’raj.
- 1 Ramadhan: Awal bulan puasa.
- 27 Ramadhan: Malam Lailatul Qadar.
- 1 Syawal: Idul Fitri.
- 10 Dzulhijjah: Idul Adha.
6. Fungsi Kalender Hijriyah
Kalender Hijriyah digunakan untuk menentukan tanggal-tanggal penting dalam agama Islam, seperti puasa Ramadhan, Idul Fitri, Idul Adha, serta pelaksanaan ibadah haji. Kalender ini juga digunakan dalam berbagai aspek kehidupan umat Islam, termasuk dalam menetapkan tanggal-tanggal pernikahan, kelahiran, dan peringatan keagamaan lainnya
7. Perbedaan dengan Kalender Masehi
-
- Basis Penanggalan: Kalender Hijriyah berbasis lunar (bulan), sedangkan kalender Masehi berbasis solar (matahari).
- Jumlah Hari: Kalender Hijriyah memiliki 354 atau 355 hari dalam setahun, sementara kalender Masehi memiliki 365 atau 366 hari.
- Penetapan Bulan: Awal bulan dalam kalender Hijriyah ditentukan oleh pengamatan hilal (bulan sabit pertama) yang muncul setelah matahari terbenam.
- Awal dan Akhir Tahun
Untuk awal serta akhir tahun pada kalender Masehi dan Hijriah juga berbeda. Tahun Hijriah diawali dengan tanggal 1 Muharram, dan berakhir di tanggal 29/30 Dzulhijjah. Sementara Kalender Masehi bermula di tanggal 1 Januari, dan terakhir di tanggal 31 Desember.
- Awal Pergantian Hari
Perbedaan lainnya antara penanggalan Hijriah dan Masehi terletak di waktu pergantian harinya. Untuk kalender Hijriah atau keislaman, pergantian hari dimulai setelah waktu Maghrib atau matahari terbenam.
Sedangkan kalender Masehi memulai harinya pada waktu dini hari atau pada pukul 00.00 (tengah malam).

