Turis Muslim Berwisata Ke Thailand

Turis Muslim Berwisata Ke Thailand

Bagi orang Islam yang baru pertama kali akan berkunjung ke Thailand, pasti ada rasa sedikit khawatir akan ketersediaan rumah ibadah maupun makanan halal di negara mayoritas Buddha ini. Tapi siapa sangka jika saat ini kekhawatiran tersebut justru terbalik dengan realita yang sebenarya. bahkan saat baru datang di airport pun kita sudah dengan mudah dapat menemukan pray room/musholla dan kantin halalnya yang bersih dan nyaman.

Baca Juga: Turis Indonesia Ditawarkan Wisata Muslim Thailand

Thailand, negeri gajah putih ini menempatkan Islam sebagai agama terbesar kedua di negaranya setelah Buddha. Meskipun prosentase jumlah ummat Islam di negara ini hanya berkisar 15% dari total penduduknya, namun untuk sarana dan pra-sarana penunjang ibadah serta ketersediaan produk halal tidaklah sulit di temukan. Meskipun kita berada di Chiang Mai atawa Chiang Rai yang berada jauh dari ibu kota Thailand, Bangkok namun masjid serta penjual makanan halal cukup mudah di temui, apalagi di Bangkok yang padat dan menjadi pusat tujuan wisata mendunia pastinya akan lebih gampang menemukan pelbagai kebutuhan untuk muslim.

Provinsi di selatan Thailand yang berbatasan dengan Malaysia seperti Pattani menjadi salah satu daerah yang menjadi basis mayoritas muslim keturunan melayu, termasuk daerah wisata populer yaitu Pattaya serta Phuket juga memiliki komunitas warga muslim yang sigifikan. Kelompok muslim terbesar kedua setelah melayu adalah muslim tamil dari India yang banyak berdomisili di Thailand pusat seperti di Bangkok dan Ayuttaya, lalu juga ada kelompok muslim keturunan tiongkok yang mendominasi kota-kota di Thailand utara. Maka jangan heran jika kita berwisata atau sedang berada di kota-kota wilayah Thailand selatan dan pusat, kita akan banyak menjumpai pedagang muslim yang dapat berbahasa melayu dan tentunya dapat mempermudah kita untuk berkomunikasi.

Di Bangkok sendiri sekurang-kurangnya ada 100 masjid yang berdiri, termasuk diantaranya berada di pusat perbelanjaan mewah yang lazim di datangi turis seperti di Siam Paragon Mall atau di MBK Center. Selain itu lokasi masjid lain di Bangkok juga terbiang cukup strategis, seperti Masjid Chakrabongsee yang letaknya berdekatan dengan kawasan wisata backpacker dunia Khao San Road, lalu ada Masjid Haroon yang berdekatan dengan Mandarin Oriental Hotel dan Kedutaan Besar Perancis di dekat dermaga Mandarin Pier sungai Chao Phraya. Ada juga Masjid Jawa yang merupakan peninggalan komunitas orang jawa di dekat stasiun BTS Surasak yang tetap eksis hingga saat ini. Selanjutnya ada Masjid Mirasudden di Silom Road yang menjadi salah satu pusat bisnis strategis di Bangkok.

 

Turis Muslim Indonesia Silahkan Datang ke Korea

Turis Muslim Indonesia Silahkan Datang ke Korea

Korea Selatan melalui badan pariwisata Korea Tourism Organization (KTO) kembali mengincar pasar wisatawan Muslim, termasuk wisatawan Muslim asal Indonesia. KTO meluncurkan kampanye “Muslim Friendly Korea” secara global termasuk untuk wisatawan Indonesia.

Baca Juga: Korea Selatan Manjakan Wisatawan Muslim

Indonesia dipandang pasar besar untuk paket ramah Muslim Korea. President KTO Jung Chang Soo menuturkan bahwa Indonesia merupakan salah satu pasar pariwisata Muslim terbesar. Oleh karena itu, pihaknya ingin mengampanyekan kembali bahwa Korea Selatan merupakan destinasi wisata yang ramah untuk wisatawan Muslim.

“Sebanyak 190.000 wisatawan Indonesia berkunjung ke Korea,” tuturnya dalam sebuah acara jamuan makan malam di Jakarta, Senin (17/10/2016).

Salah satu bentuk promosi yang akan dilakukan adalah festival makanan Halal yang akan berlangsung pada November 2016 ini. Sebagai gambaran, di Korea Selatan sendiri terdapat 15 masjid termasuk Masjid Raya Seoul yang terletak di ibu kota Korea Selatan, Seoul.

Sementara itu, terdapat 14 halal certified restaurant yaitu restoran yang sudah memiliki sertifikasi Halal yang dikeluarkan oleh Korea Muslim Federation. KTO sendiri juga sudah meluncurkan buku Muslim Friendly Restaurants in Korea dalam bentuk cetak maupun bisa diunduh di situs resmi KTO.

Selain itu, KTO juga telah meluncurkan aplikasi Halal yang bisa diunduh bagi pengguna smartphone Android maupun iPhone. Aplikasi bertajuk HalalKorea tersebut memuat informasi arah kiblat, Al Quran, lokasi masjid, lokasi restoran halal, sampai scanner untuk barcode produk apakah produk tersebut halal atau tidak.

Selain itu, Korea Selatan juga akan menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin 2018, tepatnya akan berlokasi di PyeongChang. Menurut Jung, PyeongChang tengah mempersiapkan diri menerima kedatangan wisatawan.

“Pastinya pengunjung ingin berkunjung, tidak hanya saat Olimpiade, tetapi sebelum dan pasca Olimpiade,” katanya.

Tahun ini, KTO memperkirakan terdapat 250.000 wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Korea Selatan. Tahun lalu, jumlah kunjungan wisatawan Indonesia ke Korea Selatan sempat mengalami penurunan karena wabah MERS yang terjadi di negara tersebut. Walau begitu, data dari KTO menyebut tahun lalu Indonesia menduduki peringkat 9 dalam hal jumlah kunjungan wisatawan asing yang berkunjung ke Korea Selatan.