Mencicipi Kurma di Pasar Madinah Ziarah Expedia Wisata

Mencicipi Kurma di Pasar Madinah Ziarah Expedia Wisata

Tak salah jika Madinah sering disebut sebagai surganya penyuka kurma. Beragam jenis buah khas Tanah Suci tersebut mudah ditemui di Kota Nabi | Haji |

Baca Juga: Mekkah Yang Dirindukan

Memang banyak perkebunan kurma di sudut-sudut Kota Madinah. Jika malas mengunjungi kebun kurma, cukup berkunjung ke pasar kurma saja, semua jenis kurma hasil bumi Madinah dijajakan rapih.

Salah satu pasar kurma yang cukup terkenal adalah pasar kurma Sukudro, sekitar 15 menit dari Masjid Nabawi menuju arah Masjid Miqot Bir Ali. Letaknya di kiri jalan. Di pasar ini semua jenis kurma dijajakan.

Pasar ini biasa ‎ramai di sore hari. Ada lapak-lapak di dalam bangunan mirip aula terbuka, ada toko-toko yang berjejer rapih ‎di tepian jalan, juga ada lapak terbuka di atas trotoar di sepanjang jalanan di dekat parkiran mobil. Ada cara unik berbelanja di pasar ini, saking ramainya, banyak pembeli langsung menawar kurma di dalam mobil. Antreannya seperti antrean mengisi BBM saja.

Mulai dari kurma nabi atau yang dikenal dengan ‎kurma nabi yang dijual mulai 50 riyal per kilogram, kurma lembut syukari yang dijual mulai 20 riyal per box, dan beragam jenis kurma lainnya dijual di pasar ini.

Kurma nabi berwarna kehitaman, bertekstur lembut dan punya ciri khas rasa. Banyak yang mencari kurma yang cukup mahal ini. “Kurma Nabi paling dicari, ada kepercayaan kalau makan 7 biji kurma nabi dalam sehari akan terbebas dari sihir,” kata Faisal, WNI asal Lombok yang sudah 5 tahun jadi pelayan salah sa‎lah satu toko kurma di Pasar Sukudro.

Kurma yang panjangnya lebih dari 5cm tersebut adalah ‘Si Jumbo’ kurma Taiba. Sesuai ukurannya yang besar, daging kurma ini juga sangat tebal. “Makan sebiji saja sudah cukup kenyang,” kata salah seorang pembeli di kios Faisal.

Selain kurma yang sudah matang di pasar ini juga dijual ‎kurma muda, bubuk kurma, dan lainnya. Kurma muda dan bubuk kurma diyakini bisa membantu kehamilan. Selain itu juga dijual berbagai olahan kurma seperti kurma lapis cokelat, biskuit kurma, dan lainnya.

Karena jarak yang cukup jauh tak banyak jamaah haji ditemukan di pasar kurma ini. Namun di sekitar Masjid Nabawi juga banyak penjual kurma, hanya selangkah dari Masjid Nabawi juga berjejer kios-kios penjual kurma. Tentu saja harganya cukup tinggi, tapi cukup untuk sekedar melengkapi buah tangan jamaah haji.

“Jangan membeli kurma yang sudah kering dan keras karena itu artinya barang lama,” kata Faisal memberikan tips cara memilih kurma. Walaupun kurma adalah buah yang dikenal tak pernah busuk, semakin matang kurma justru semakin nikmat rasanya.

Tips Sehat Saat Ibadah Haji Ziarah Expedia Wisata

Tips Sehat Saat Ibadah Haji Ziarah Expedia Wisata

Cuaca panas yang mencapai 40 derajat Celcius membuat para jemaah haji berisiko mengalami dehidrasi dan stroke. Belum lagi risiko kelelahan akibat perjalanan panjang yang bisa memicu kambuhnya penyakit bawaan.

Baca Juga: Mekah Yang Dirindukan

Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, FACP, FINASIM, dari Divisi Gastroenterologi, Departemen Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia, mengatakan udara panas dan aktivitas di udara terbuka merupakan sumber utama masalah kesehatan bagi jemaah haji di Tanah Suci.

“Selain faktor cuaca, keadaan lain yang dapat memperburuk kesehatan para jemaah adalah kelelahan akibat perjalanan yang lama dan melelahkan,” tutur dr Ari, dalam keterangan tertulis kepada wartawan, baru-baru ini.

Agar ibadah haji tetap khusyuk, khidmat dan bebas dari masalah kesehatan, ada 4 langkah yang harus dilakukan oleh jemaah di Tanah Suci. Apa saja? Berikut penjabarannya:

1. Cukupi kebutuhan air minum

Cuaca panas meningkatkan risiko jemaah haji mengalami dehidrasi dan heat stroke. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat berbahaya dan bahkan mengancam nyawa. Untuk itu, dr Ari menyarankan agar konsumsi cairan diperbanyak untuk memastikan kebutuhan tercukupi.

“Oleh karena itu yang utama adalah tetap mempertahankan minum 3-4 liter. Makin sering terpapar udara panas jumlah cairan yang diminum juga harus ditingkatkan,” tandasnya.

Perhatikan juga warna air urine. Air urine yang berwarna keruh dan cokelat kekuningan menandakan tubuh sedang dehidrasi. Hindari konsumsi minuman berkafein seperti kopi dan soda karena dapat memperberat dehidrasi.

2. Jangan abaikan istirahat

Aktivitas ibadah yang padat, jarak dari penginapan menuju masjid yang jauh, serta perjalanan panjang membuat tubuh rentan mengalami kelelahan. dr Ari mengingatkan bahwa istirahat sangat penting saat melakukan ibadah haji dan tidak boleh diselepekan.

“Rasa bersyukur dan ingin segera melihat Masjid Nabawi serta ziarah ke makam Nabi Muhammad SAW kadang kala mengalahkan rasa lelah yang ada selama perjalanan dan sampai di penginapan. Oleh karena itu hal yang perlu dicermati oleh para jemaah dan para pimpinan kelompok adalah agar bagi para jemaah tersedia waktu istirahat yang cukup setelah sampai di penginapan,” ungkapnya.

3. Perhatikan jadwal makan

Salah satu yang menjadi perhatian dr Ari adalah sering terlupanya jadwal makan oleh para jemaah. Hal ini membuat jemaah haji asal Indonesia akhirnya jajan di pinggir jalan yang kebersihan dan kualitas makanannya belum tentu terjaga.

Menurut dr Ari, pemberian makanan yang resmi dari katering penyelenggara ibadah haji disertai keterangan kapan makanan tersebut dapat dikonsumsi dan kapan tidak dapat dikonsumsi lagi. Oleh karena itu, memerhatikan jadwal makan sangat penting untuk menghindari risiko infeksi kuman dari makanan pinggir jalan yang tidak bersih.

“Aktivitas ibadah termasuk pergi dan pulang dari penginapan dan ke mesjid akan menghabiskan energi kita. Oleh karena itu harus diimbangi makan yang cukup. Apabila asupan makan kita tidak baik tentunya secara umum hal ini juga akan mempengaruhi daya tahan tubuh kita,” tandasnya.

4. Lakukan pemeriksaan kesehatan rutin

Terakhir dan tak kalah penting, dr Ari mengingatkan agar para jemaah selalu melakukan pemeriksaan kesehatan rutin oleh petugas kesehatan yang berjaga. Jika ada masalah, segera laporkan ke petugas untuk mendapatkan penanganan.

“Hal ini penting agar gangguan kesehatan yang terjadi dapat segera diatasi dan tidak berlarut. Perlu diingat karena kontak satu jemaah dengan jemaah lain cukup dekat maka jika ada salah satu jemaah yang mengalami flu berupa batuk pilek akan mudah menularkan kepada yang lain,” tuturnya.

Jangan lupa juga untuk mengonsumsi obat-obatan rutin bagi pasien penyakit kronis untuk menghindari kekambuhan di Tanah Suci.

Tips Menggunakan ATM Di Masjidil Haram Ziarah Expedia Wisata

 

Tips Menggunakan ATM Di Masjidil Haram Ziarah Expedia Wisata

Para jamaah haji sudah dibekali living cost SAR 1.500 untuk biaya selama di Arab Saudi. Bagaimana bila kurang? Cukup menukar riyal dengan rupiah atau mengambil di ATM dalam bentuk riyal.

Baja Juga: Tips Membawa Barang Selama Haji

Bila uang Anda habis, termasuk uang saku yang SAR 1.500 yang dibawa dari Indonesia, Anda bisa memilih dua alternatif pengambilan uang. Pertama, bisa mengambil ATM di sekitar Masjidil Haram. Namun ada yang perlu diperhatikan, yakni logo ATM bank yang akan dipilih. Pastikan ATM tersebut sesuai dengan jaringan bank anda di Indonesia.

Salah satu lokasi ATM yang paling banyak dipakai berada di area Zam Zam Tower (bangunan dengan menara jam di atasnya). Di sana, ada sejumlah ATM yang bisa digunakan oleh warga Indonesia. Yang terbanyak, berada di lantai 1. Uang akan keluar dalam bentuk riyal dengan kurs terkini dan ada biaya administrasi bank yang harus dibayarkan.

Seorang jamaah sudah mencoba menarik ATM dari salah satu bank yang memiliki logo jaringan visa. Saat menarik uang, ada pilihan bahasa Arab dan Inggris. Prosesnya sama dengan ATM di Indonesia. Nantinya, uang yang keluar dalam bentuk riyal, termasuk laporan sisa saldo.

Kedua, Anda bisa menukar uang di money changer yang tersebar di sekeliling Masjidil Haram. Di tempat penukaran uang itu, Anda bisa langsung menukar rupiah ke riyal, atau juga dari dolar amerika ke riyal. Kursnya per 10 Agustus lalu adalah Rp 1.000.000 senilai SAR 284 atau Rp 3.521 per riyal.

Dari dua cara tersebut, cara paling praktis tentu saja menggunakan ATM karena terhindar dari membawa uang tunai terlalu banyak. Kepala Sektor Khusus Masjidil Haram Daerah Kerja Makkah Ali Nurokhim mengatakan, ada sejumlah jamaah yang kadang membawa uang tunai banyak, bahkan ada yang pernah mencapai Rp 100 juta.

Bagi pria yang sudah tiga tahun bekerja sebagai bagian perlindungan jamaah saat berhaji ini, membawa uang tunai banyak bisa menimbulkan risiko, seperti menjadi korban kejahatan atau kehilangan. Karena itu, alternatifnya adalah membawa uang secukupnya saja untuk keperluan membeli makanan atau minuman, sisanya bisa mengambil via ATM.

“Uang secukupnya saja. Paling buat makan di sekitar masjidil Haram,” kata Ali.

Harga makanan standar di sekitar Masjidil Haram bervariasi. Untuk makaman berat, ada yang bertarif SAR 10 sampai SAR 15 untuk jenis kebab dan nasi plus ayam. Bagi Anda penyuka makanan cepat saji, bisa membeli paket seharga SAR 23. Namun untuk jajanan seperti kebab dan makanan ringan, ada yang berkisar harganya SAR 2. Untuk minum, tak perlu khawatir sebab di sekeliling masjid terdapat air keran yang bisa diminum, dan di dalam masjid ada area minum air zamzam.

Tips Menjaga Emosi Selama Berhaji Ziarah Expedia Wisata

 

Tips Menjaga Emosi Selama Berhaji Ziarah Expedia Wisata

Tim Kesehatan Haji Indonesia di Arab Saudi setiap tahunnya selalu menangani jemaah yang memiliki gangguan emosi dan perilaku. Lalu, bagaimana sebenarnya cara menghindari agar jemaah bisa tetap menjaga emosinya selama ibadah ?

Baca Juga: Perbedaan Haji Dan Umroh

dr Isa M Noor, humas dari Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daker Makkah menyebut ada beberapa faktor jemaah bisa terganggu emosi dan perilakunya selama berhaji. Salah satunya adalah penyesuaian di tempat baru. Banyak jemaah, terutama yang berusia lanjut, baru mendapat pengalaman pertama ke luar negeri, naik pesawat terbang, bahkan mungkin ke luar daerah.

Selain itu, tak sedikit juga jemaah yang shock dengan persoalan bahasa dan komunikasi, sampai kurangnya rasa percaya diri. Bahkan juga ada yang tak bisa menakar emosinya saat terpisah dari pendamping, fisik yang kelelahan, sampai cuaca yang terlalu panas.

Misalnya ada yang kehausan tapi nggak mau ngomong sampai akhirnya dehidrasi. Atau mau pipis malah menahan karena takut bertanya,” kata dr Isa saat ditemui di kantornya.

Ada juga jemaah yang kaget dengan penuhnya Masjidil Haram atau Arafah Mina. Di lokasi tersebut, berkumpul jutaan manusia dari berbagai negara. “Ada yang kadang kebingungan dengan kondisi tersebut,” tambahnya.

dr Melza, kepala seksi kesehatan Daker Makkah memberikan tips bagi para jemaah agar terhindar dari gangguan emosi dan perilaku. Salah satunya dengan cara meningkatkan kepasrahan kepada Allah SWT saat berhubungan dengan lingkungan baru. Dengan ibadah, emosi akan cenderung stabil dan tidak terlalu kaget menghadapi situasi baru.

dr Ika Nurfarida dari penanggung jawab medis di KKHI menambahkan, pertolongan pertama pada orang yang mengalami gangguan perilaku adalah dengan cara meminum banyak air. Bisa jadi gangguan tersebut berawal dari dehidrasi.

“Setelah itu didekati, baru ditenangkan,” kata dr Ika.

Bila ada jemaah yang sudah mulai membahayakan diri dan orang lain perilaku emosinya, maka dokter akan menyarankan agar jemaah dibawa ke KKHI untuk ditangani oleh psikiater yang sudah disiapkan. Di KKHI Makkah, ada ruang khusus untuk penanganan emosi dan perilaku.

 

Tips Membawa Barang Bawaan Selama Haji Ziarah Expedia Wisata

Tips Membawa Barang Bawaan Selama Haji Ziarah Expedia Wisata

Sebagian jemaah haji dari Madinah ada yang tak terangkut barang bawaannya saat tiba di Makkah. Penyebabnya, koper dan barang bawaan jemaah sudah membengkak karena barang belanjaan, sehingga tak muat di bus. Bagaimana tips menyiasati ini?

Baca Juga: Hikmah Umroh

Di sektor Makkah, ada beberapa jemaah haji yang kopernya tak datang bersamaan dengan bus kedatangan di Makkah. Koper mereka baru keesokan harinya atau setelahnya. Setelah ditanyakan kepada pihak panitia, hal ini terjadi karena bus sudah tak sanggup menampung barang bawaan jemaah.

Ada jemaah yang membawa dua sampai tiga tas besar, sehingga bus tersebut tidak bisa mengangkut semuanya. Dengan demikian, terpaksa ada tas yang ditinggal dan baru diangkut beberapa hari setelahnya.

Kemungkinan besar, hal ini juga akan terjadi saat jemaah gelombang II meninggalkan Makkah untuk melanjutkan ibadah di Madinah setelah puncak haji. Agar barang Anda tidak tertinggal, ada beberapa saran seperti berikut:

1. Belanja di Kota Kepulangan

Bila Anda jemaah gelombang satu, maka Anda akan datang dari Madinah dan pulang dari Bandara Jeddah. Nah, waktu untuk belanja bisa dilakukan setelah puncak haji saat berada di Makkah atau Jeddah. Sehingga barang bawaan Anda tidak perlu diangkut terlalu berat dari Madinah ke Makkah.

Bila Anda jemaah gelombang dua, maka Anda akan datang dari bandara Jeddah lalu pulang dari bandara Madinah. Nah, sebaiknya Anda belanja di Madinah saja, sehingga perjalanan dari Makkah ke Madinah tidak direpotkan dengan barang bawaan segunung, dan ada risiko tertinggal karena kapasitas bus.

2. Menggunakan Kargo

Kepala Daerah Kerja Makkah Arsyad Hidayat memberikan saran agar para jemaah tidak repot menenteng barang bawaan. Bila jumlah barangnya banyak, maka bisa dikirim via kargo. Ini bisa dilakukan sebelum atau setelah puncak haji bergulir.

Salah satu penyedia jasa kargo yang sudah mulai bergerilya ke pemondokan jemaah. Tarif untuk pengiriman kargo dari Makkah adalah 9 riyal per kilogram. Minimal jumlah pengiriman adalah 20 kilogram ke satu alamat tujuan.

Waktu pengirimannya bila dilakukan sebelum puncak haji adalah 15 hari untuk tujuan Jakarta. Sementara bila dilakukan setelah puncak haji berkisar tiga pekan.

Jadi, kalau pakai kargo. Misalnya dikirim dari sini sekarang, nanti pas kepulangan, barangnya sudah sampai di rumah bareng dengan jamaah.

3. Belanja di Indonesia

Tidak perlu semua barang dibeli dari Arab Saudi untuk oleh-oleh kerabat atau sanak saudara. Bila barang yang mudah didapat dengan harga murah bisa didapatkan di Indonesia maka sebaiknya membeli di Tanah Air saja.

Seorang mukimin di Saudi menyarankan bila ingin membawa oleh-oleh sebaiknya membeli barang atau makanan yang benar-benar murah bila dibandingkan dengan Indonesia. Misalnya saja kurma nabi atau ajwa. Bila membeli di Saudi, maka harganya jauh lebih murah. Begitu pun kurma lainnya atau makanan lain. Namun untuk urusan barang-barang, dia menyarankan membeli seperlunya saja.

Tips Umroh Saat Ramadhan Ziarah Expedia Wisata

Tips Umroh Saat Ramadhan Ziarah Expedia Wisata

Makkah – Umroh merupakan salah satu ibadah yang diimpikan umat Islam. Umroh di bulan Ramadan tentu lebih spesial, tapi ada kiat-kiat yang mesti diperhatikan.

Baca Juga: Mekkah Yang Dirindukan

Beribadah umroh selama Ramadan sanggup nggak ya? Membayangkan hawa panas saja sudah membuat kita kehausan. Apalagi nanti beribadah dalam kondisi berpuasa.

Berikut Tips Umroh Saat Ramadhan

1. Atur umroh supaya bisa dikerjakan pada malam hari

Mengingat suhu Arab Saudi yang panas, coba diatur untuk melaksanakan umrah saat Ramadan pada malam hari. Biar tidak kepanasan dan jika haus bisa minum.

Tahap-tahap umroh tidak hanya satu dan begitu banyak umat Islam yang berada di Kabah. Supaya pelaksanaan ibadah traveler lancar, maka dianjurkan memilih waktu malam untuk beribadah umroh.

2. Siang hari untuk istirahat

Jika traveler memilih waktu malam untuk umroh, persiapkanlah tenaga semaksimal mungkin. Tidak hanya makan makanan sehat, tetapi juga istirahat yang cukup.

Maka dari itu gunakanlah waktu siang hati untuk istirahat, jangan terlalu banyak beraktivitas berat di siang hari ya. Harus segar dan cerah menghadap Allah!

3. Siap menghadapi keramaian

Seluruh umat Islam di dunia pasti punya cita-cita berkunjung ke Tanah Suci. Biasanya di penghujung Ramadan, jutaan umat Islam akan datang untuk umroh. Pasti ramai kan?

Mau tidak mau traveler harus siap menghadapi keramaian dan hiruk pikuk jutaan umat Islam dari seluruh dunia. Lapangkan hati dan pikiran, luruskan niat beribadah kepada Allah ya.

4. Jangan khawatir soal buka puasa

Umroh sambil puasa Ramadan di Makkah dan Madinah, tidak usah pusing mencari makanan dan minuman buka puasa. Di Masjid Nabawi dan Masjidil Haram terdapat takjil yang berlimpah ruah. Gratis!

Traveler bisa mengambil takjil dan berbuka puasa bersama ribuan jamaah lain. Nikmatilah suasana kekeluargaannya. Pasti jadi kenangan.

5. ikut tarawih

Jauh-jauh beribadah Umroh saat bulan Ramadan, jangan lewatkan kesempatan ikut salat tarawih di Masjidil Haram atau Masjid Nabawi.

Anda harus coba tarawih di sini. Jangan bilang nggak kuat, kalau naik gunung saja sanggup, masak beribadah salat tarawih tidak bisa?

6. Atur waktu sahur bersama grup umroh

Makan sahur adalah persiapan penting untuk puasa di Tanah Suci. Habis itu mengejar salat subuh di Masjidil Haram atau Masjid Nabawi. Atur waktu baik-baik, jangan sampai ketinggalan, karena kita butuh jalan kaki dari hotel ke masjid.

Hubungi muthowif kita, bahas soal pengaturan waktunya. Biasanya mereka sudah tahu jam berapa harus sahur supaya masih bisa mengejar waktu salat subuh. Intinya adalah disiplin waktu.

7. Sedia selalu kantong plastik di dalam tas umroh

Pasti mikir kan kantong plastik buat apaan? Kantongnya bukan buat mengumpulkan takjil ya, tetapi untuk membungkus sendal.

Masjidil Haram dan Masjid Nabawi adalah masjid-masjid terluas di dunia. Tidak mungkin rasanya meninggalkan sandal di luar masjid. Di dalam masjid memang bertebaran rak sandal atau sepatu, tapi capek juga kalau mengawasinya terus.

Paling enak membawa alas kaki kita kemanapun berada di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Masukan sandal ke dalam plastik, dan plastiknya masuk tas umroh. Praktis! Jangan sampai kita kebingungan karena sandal hilang.

Tips Agar Perjalanan Umroh Berkah Ziarah Expedia Wisata 

Tips Agar Perjalanan Umroh Berkah Ziarah Expedia Wisata

Haji atau pun umroh adalah perjalanan suci yang diinginkan oleh semua muslim di dunia. Mereka rela menabung atau bahkan antre hingga berpuluh tahun agar bisa dipertemukan dengan Tanah Suci yang akan menyempurnakan agamanya.

Baca Juga: Amalan Sederhana Umroh Dan Haji

Oh ya, karena haji atau umroh hanya wajib dilakukan sekali seumur hidup, maka tujuh hal ini harus dilakukan agar perjalanan haji dan umrohAnda berkah dan tak terlupakan!

Pelajari Hal-Hal Terkait Haji dan Umroh

Haji dan umroh adalah perjalanan ibadah yang sangat panjang. Selain itu, rangkaian ibadahnya juga sangat padat, dan kadang bagi sebagian orang sangat memusingkan. Terlebih lagi jika mereka tidak mengerti seluk-beluk haji dan umroh. Jadi sebelum ke Tanah Suci, hendaknya Anda mempelajari dasar-dasar kegiatan yang akan dilakukan di sana. Dengan begitu segala hal akan berjalan lancar dan Anda akan mendapatkan pengalaman yang berharga.

Pergi Dengan Hati yang Mantap

Pergi ke Tanah Suci adalah perkara yang sangat besar. Anda harus siap, baik secara fisik ataupun hati. Persiapan fisik salah satunya dengan menjaga kesehatan. Sedangkan kesiapan hati harus Anda latih jauh-jauh hari, seperti mulai memperbaiki kualitas ibadah. Perjalanan haji dan umroh tak hanya perjalanan ibadah yang panjang, tapi juga perjalanan hati dan jiwa agar bisa lebih dekat kepada Sang Pencipta. Jika hati belum siap, bagaimana Anda bisa menerima hidayah-Nya?

Selalu Sabar Dalam Kekacauan

Setiap tahun ada jutaan orang melakukan ibadah haji. Artinya, Anda akan bertemu dengan banyak sekali kerumunan jemaah. Kekacauan kemungkinan besar terjadi. Melihat ini, Anda harus banyak-banyak bersabar. Semua orang juga merasakannya. Daripada pusing dan emosi, lebih baik Anda berkonsentrasi dan banyak-banyak membaca doa. Semoga Allah memudahkan perjalanan Anda dengan cara-Nya.

Waktu adalah Sesuatu yang Berharga

Dalam ibadah haji dan umroh, waktu adalah sesuatu yang berharga. Kita tak boleh terlalu malas, apalagi sampai mengorbankan jemaah yang lain. Segala hal berjalan dengan cepat saat ibadah besar ini berlangsung. Telat sedikit bisa membuat Anda kehilangan kesempatan untuk beribadah, dan haji atau umroh Anda jadi tidak sempurna. Anda memang bisa membayar denda, namun bukankah sesuatu yang sempurna dengan sendirinya itu jauh lebih baik? Jadi, hargai waktu agar Anda selalu mendapatkan sesuatu yang berharga di Tanah Suci.

Perjalanan Ini Bukanlah Wisata Agama, Tapi Ibadah

Haji dan umroh bukanlah sebuah perjalanan wisata. Perjalanan ini adalah ibadah. Itulah mengapa sebelum berangkat Anda harus menyiapkan hati. Dan saat sudah sampai di Tanah Suci, Anda harus bisa menempatkan diri. Jangan melakukan hal-hal tak berguna, seperti selalu update di sosial media, foto selfie, atau hal-hal lain yang justru menurunkan kadar ibadah dan mengurangi pahala karena riya. Haji dan umroh ini sangat sakral, jadi saat menjalankannya Anda harus bersungguh-sungguh.

Maknai Ibadahnya dengan Mendalam

Kita tak perlu banyak bicara saat berada di Tanah Suci. Kita tak perlu juga terlalu gembira hingga harus mengungkapkannya pada dunia. Yang bisa Anda lakukan adalah dengan memaknai ibadah itu. Menyelami segala hal dengan hati agar perjalanan jauh dan panjang ini tak jadi sia-sia.

Selalu Melakukan Kebaikan

Terakhir namun juga sangat penting: lakukan kebaikan terus-menerus. Dengan melakukan kebaikan, semoga Allah akan membuat kita selalu aman dan nyaman selama melaksanakan ibadah. Dan yang lebih penting lagi, segala pengalaman berharga akan tercipta dengan sendirinya tanpa perlu dicari

Tips Pendanaan Oleh Oleh Setelah Umroh Ziarah Expedia Wisata

Tips Pendanaan Oleh Oleh Setelah Umroh Ziarah Expedia Wisata

Ketika berangkat ke Tanah Suci untuk menjalankan ibadah haji atau umroh, Anda pastinya akan memikirkan betul berapa banyak uang yang harus dibawa sebagai bekal. Berikut ini adalah alokasi dana yang harus Anda siapkan selama beribadah di Tanah Suci:

Baca Juga: Umroh Dengan Mahram

Dana Konsumsi

Kecuali Anda seorang backpacker, ketersediaan konsumsi dari makan pagi hingga makan malam biasanya terjamin, karena sudah satu paket dalam pembiayaan haji/umroh. Namun demikian, ada kalanya Anda merasa lapar atau bahkan ingin sekadar mencoba kuliner khas yang dijual di sekitar tempat ibadah. Untuk itu sediakanlah dana ekstra untuk keperluan tersebut.

Dana Transportasi

Jika Anda berencana untuk melakukan kegiatan ekstra di luar agenda yang dijadwalkan penyelenggara haji, Anda tentunya harus menyediakan dana untuk biaya taksi atau angkutan umum lainnya.

Dana Komunikasi

Perkembangan teknologi internet membuat akses komunikasi menjadi lebih mudah dan murah, namun Anda tetapi tidak selalu bisa mendapatkan akses internet selama di tanah suci. Untuk itu siapkan bujet khusus untuk membeli kartu telepon atau simcard lokal yang bisa digunakan sewaktu-waktu, untuk menghubungi keluarga di Tanah Air, atau menghubungi pendamping atau rekan haji Anda ketika di Tanah Suci.

Dana Sedekah

Ingatlah bahwa setiap ibadah yang dilakukan di Tanah Suci, termasuk bersedekah, akan mendapatkan ganjaran berkali-kali lipat dibandingkan jika dilakukan selain di Tanah Suci. Untuk itu, jika rezeki Anda mencukupi, alokasikanlah sejumlah dana untuk bersedekah selama di Tanah Suci.

Dana Oleh-Oleh

Bujet untuk oleh-oleh biasanya memakan porsi yang paling besar. Untuk itu, bijaklah dalam menetapkan urusan ini. Catat dengan jelas siap-siapa saja yang akan diberi dan cari tahu oleh-oleh apa yang murah meriah dan bisa dibeli banyak dengan harga terjangkau.

Tips Berbelanja di Tanah Suci

Tips #1: Buatlah daftar belanjaan yang akan Anda beli. Setidaknya kategorikan siapa saja dan berapa jumlah orang yang akan menerima oleh-oleh yang murah meriah, atau barang-barang yang berkualitas agak tinggi dan berharga lebih mahal.

Tips #2: Jangan tampil mencolok saat berbelanja, karena para penjual cenderung menaikkan harga pada pembeli yang terlihat memiliki banyak uang.

Tips #3: Jangan menganggap remeh para pedagang dan penjaga toko. Para pedagang di sana menguasai berbagai bahasa, bahkan hingga 12 bahasa. Mereka sangat ahli menebak asal atau kewarganegaraan calon pembelinya. Untuk itu, jika Anda ingin membahas tentang penawaran bersama rekan belanja Anda, lakukanlah di luar toko.

Tips #4: Di pusat perbelanjaan, barang-barang yang dijual di lantai terdasar harganya lebih murah dibandingkan toko-toko yang ada di lantai-lantai utama, terlebih di dekat gerbang masuk.

Tips #5: Di negara-negara Timur Tengah, harga emas memang lebih murah, itu sebabnya banyak yang merekomendasikan untuk membelinya ketika berkunjung ke Tanah Suci. Namun sebaiknya hal tersebut tidak dilakukan, karena secara hukum, ketika Anda kembali ke tanah air, Anda harus membayar sejumlah pajak atas emas yang Anda beli.

Sebenarnya bisa saja Anda mengakali bahwa emas tersebut memang sudah Anda miliki sejak dari tanah air, namun artinya Anda telah berbohong, dan hal tersebut merupakan langkah yang buruk dan bukan merupakan hikmah baik atas ibadah haji/umroh yang telah Anda lakukan.

Tips #6 : Berikut ini adalah beberapa barang yang bisa menjadi pilihan oleh-oleh haji:

  • Tasbih
  • Paket botol air zam-zam. Namun perhatikan juga peraturan tentang membawa air zam-zam sebagai oleh-oleh.
  • Botol-botol kecil berbentuk Kakbah atau makam nabi Ibrahim.
  • Miniatur Kakbah, Masjidil Haram, atau tempat-tempat penting lainnya.
  • Pakaian khas Arab (abaya) untuk anak-anak.
  • Permadani berhiaskan manik-manik.
  • Sajadah-sajadah Turki yang dikemas cantik dalam kotak atau tas poket.
  • Berbagai macam jilbab, atau
  • Makanan kecil yang khas seperti kurma, kismis, atau kacang Arab.

Demikianlah hal-hal ringan yang bisa dilakukan selama beribadah di Tanah Suci. Semoga perjalanan Anda khidmat, lancar, dan memberikan kesan spiritual yang tak terlupakan.

Tips Berkomunikasi Saat Umroh Ziarah Expedia Wisata

Tips Berkomunikasi Saat Umroh Ziarah Expedia Wisata

Tips Berkomunikasi dengan Keluarga saat Umroh atau Haji – Komunikasi adalah pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yg dimaksud dapat dipahami. Komunikasi menjadi penting terutama bagi jamaah yang hendak bepergian umroh atau haji agar tetap dapat mengetahui kabar kerabat maupun keluarga yang ditinggalkan di tanah air.  Lantas bagaimana cara berkomunikasi, operator seluler yang akan digunakan dan berapa biaya yang dikeluarkan?

Baca Juga: Rukun Umroh

Berikut kami akan memberikan beberpa tips berkomunikasi dengan keluarga saat umroh atau haji,

1. Kami selalu merekomendasikan agar membawa handphone yang mudah pengoperasiannya.

Banyak jamaah umroh atau haji yang memiliki dan membawa handphone ke Tanah Suci, tetapi banyak yang kesulitan mengoperasikan atau menelpon keluarganya di rumah dikarenakan tidak tahu caranya mengoperasikan Handphone tersebut atau bisa mengoperasikan Handphone tetapi tidak bisa menghubungi keluarganya di rumah.

2. Menggunakan Sim Card dan kartu telepon internasional yang ditawarkan oleh operator seluler di Arab Saudi seperti Mobily, STC, Al Jawwal (SAWA) dan Zein.

Anda dapat menelepon keluarga di rumah Anda dengan tarif lebih murah. Anda dapat membelinya begitu sampai dimekkah atau madinah. Namun, pastikan Anda melakukan riset terlebih dahulu untuk mengetahui tarif termurah yang bisa Anda dapatkan.

3. Jika menggunakan fasilitas Sambungan Langsung Internasional (SLI)  atau operator seluler dalam negeri (jaringan operator kita akan otomatis menemukan jaringan operator lokal di sana), jangan lupa untuk mengatur kode area dan nomor Handphone tujuan yang akan dihubungi di rumah.

Setiap negara memiliki kode negara masing-masing. Untuk Indonesia, kode negara Indonesia adalah +62 atau 0062 sedangkan untuk Arab Saudi, kode negara nya adalah +966 atau 00966. Jika jamaah haji ingin menghubungi keluarga di Indonesia maka nomor telepon atau nomor Handphone tujuan yang akan dihubungi harus ditambahkan +62, misalkan nomor telepon 021765xxx maka harus ditambahi +62 menjadi +621765xxx atau 00621765xxx sedangkan misal nomor Handphone nya 0812xxx  maka harus ditambahi +62812xxx atau 0062812xxx.

Namun, jamaah haji harus tetap berhati-hati dan mengetahui terlebih dahulu berapa tarif international roaming yang digunakan oleh telepon atau operator seluler dalam negeri yang digunakan, sehingga ketika jamaah kembali ke tanah air tagihan telepon tidak membuat jamaah terbebani.

Begitu pula sebaliknya, ketika keluarga akan menghubungi jamaah yang sedang berada di tanah suci, maka sebelum memasukkan nomer handphone yang akan dituju harus memasukkan kode negara Arab Saudi yaitu +966.
4. Biaya roaming internasional ketika jamaah menerima telepon dari Indonesia adalah Rp 30.000,- per menit.
Biaya roaming internasional ini perlu diketahui oleh orang yang akan menelepon jamaah di tanah suci. Dan berikan pengertian kepada mereka agar hanya menelpon atau sms pada kondisi yang sangat darurat atau tidak terlalu sering dikarenakan biaya roaming internasional sebesar Rp 30.000,- per menit.
5. Menggunakan media internet melalui skype atau video call.
Jika mengetahui nama dan password untuk melakukan koneksi wi-fi di hotel tempat jamaah tinggal dan sudah terkoneksi dengan jaringan wi-fi hotel yang memiliki fasilitas internet, jamaah bisa menggunakan media skype atau video call yang sudah terinstall di smartphone milik jamaah.
6. Mengetahui tarif layanan international roaming berbagai operator seluler di Indonesia.
Tarif layanan international roaming operator seluler ketika digunakan di tanah suci penting agar pulsa yang diisi mencukupi untuk berkomunikasi dengan kerabat maupun keluarga. Beberapa diantaranya adalah :
– XL : Rp 8000/menit
– Telkomsel : Rp. 5000/menit
– Indosat (M3, Matrix, /mentari) : 5000/menit
Demikianlah informasi dan Tips Berkomunikasi dengan Keluarga saat Umroh atau Haji agar menjadi bekal pengetahuan sebelum berangkat untuk melaksanakan ibadah haji atau umroh, umroh atau haji dapat berjalan dengan lancar dan juga tetap dapat berkomunikasi dengan baik dengan kerabat atau keluarga yang ditinggalkan di tanah air.

Rukun Umroh Ziarah Expedia Wisata

Rukun Umroh Ziarah Expedia Wisata

Rukun Umroh adalah rangkaian ibadah yang wajib dilakukan dalam pelaksanaan Umroh. Ibadah Umroh tidak sempurna kecuali dengan menyempurakan semua rukun Umroh. Jika salah satu dari rukun-rukun Umroh tersebut tidak dikerjakan, maka Ibadah Umroh nya tidak sah.

Baca Juga: Doa Doa Ketika Umroh

Rukun Umroh ada tiga yaitu:

  1. Ihram
  2. Thawaf dan
  3. Sa’i

Rukun Umroh yang pertama adalah

Ihram, yaitu: niat melakukan ibadah umroh dengan mengucapkan talbiah dan diharuskan mengenakan pakaian Ihram. Ihram ini dilakukan setelah sampai di miqot. Bagi laki-laki talbiah dibaca dengan keras sedangkan bagi wanita mengucapkannya dengan suara pelan. Selama ihram ini perbanyaklah bacaan talbiah, dzikir dan istighfar.

Thawaf adalah berjalan mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh putaran. Apabila anda telah sampai di Makkah lakukan Thawaf di Ka’bah sebanyak tujuh putaran dimulai dari Hajar Aswad dan berakhir di Hajar Aswad pula.

Sa’i adalah berjalan diantara Shafa dan Marwah pulang pergi sebanyak tujuh kali dengan niat Ibadah. Dimulai dari bukit Shafa menuju bukit Marwah (dihitung satu kali) dilanjutkan ke bukit Shafa (dihitung satu kali) sehingga yang ketujuh akan berakhir di bukit Marwah. Ibadah Sa’i diakhiri dengan Tahalluh atau potong rambut.

Dengan dilakukannya tahallul maka berakhirlah rangkaian ibadah Umroh, dan selanjutnya anda boleh melakukan hal-hal yang tadinya menjadi larangan Ihram.

Sangat sederhana sekali, kita harus paham amalan ini sehingga kita bisa beribadah dengan tenang dan khusu’. Walaupun inti ibadahsangat sederhana, kita masih perlu jamaah, rombongan, atau teman yang menemani perjalanan umroh kita. Kalau kita punya pasangan bawalah pasangan kita, semoga semuanya akan menjadi baik.

Bagi yang tidak mau repot ngurusin passport, tiket, akomodasi elama disana kami sarankan gunakan jasa travel umroh. Banyak sekali travel umroh, yang perlu diperhatikan dalam memilih jasa travel umroh adalah sejauh mana komitmen travel umroh tersebut dengan ibadah umrohnya tersebut. Sejauh mana perhatian mereka terhadap pengamalan ibadah umroh sesuai sunnah.

Pengertian-sa’i

Ibadah Sa’i yaitu berjalan di antara Shafa dan Marwa pulang-pergi sebanyak tujuh kali dengan niat ibadah. Sa’i merupakan salah satu rukun haji. Sa’i dan thawaf dilakukan secara berurutan dan sekaligus dalam arti tidak memisahkan keduanya tanpa udzur syar’i.

Tata Cara Ibadah Sa’i

Ibadah Sa’i dimulai setelah menyelesaikan Ibadah Thawaf. Setelah thawaf kita menuju bukit Shafa. Setelah sampai dibukit Shafa, baca :

INNAS SHAFA WAL MARWATA MIN SYA’AIRILLAH

“Sesungguhnya Shafa dan Marwa adalah sebagian dari syi’ar-syi’ar Allah.” (HR. Ahmad, Muslim dan An Nasa’i)

Kemudian naik ke bukit Shafa, menghadap Qiblat, lalu membaca:

ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR, LAA ILAHA ILLALLAH WAHDAHU LAA SYARIKALAH, LAHUL MULKI WALAHUL HAMDU WAHUWA ‘ALA KULLISYAI’IN QADIIR. LAA ALAHA ILLALLAHU WAHDAH, ANJAZA WA’DAH WANAHSARA ‘ABDAH, WAHAZAMAL AHZABA WAHDAH.

“Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, tiada Tuhan melainkan Allah. Yang tunggal tidak ada sekutu bagi-NYA, bagi-NYA segala puji dan Dia berkuasa atas segala sesuatu. Tidak ada Tuhan selain Allah. Yang tunggal yang memenuhi semua janji-NYA dan yang menolong hamba-NYA dan yang menghancurkan musuh sendirian.” (HR. Ahmad, Muslim, An Nasa’i)

Bacaan ini dilakukan sampai tiga kali. Setiap pengulangan, diteruskan dengan berdo’a sesuka hati dengan bahasa apa saja sambil mengangkat kedua tangan tinggi-tinggi.

Kemudian, turun dari Shafa menuju Marwah. Ketika sampai pada tanda hujau (lampu hijau). Laki-laki berlari-lari kecil sampai dengan tanda hijau berikutnya. Dilanjutkan lagi dengan jalan biasa. Bagi kaum wanita, tidak berlari berlari-lari kecil. Sesampainya di Marwah itu dihitung satu kali Sa’i, demikian pula sebaliknya, sampai tujuh kali. Jadi, Sa’i dimulai dari Shafa dan berakhir di Marwah. Kemudian kita keluar dari Masjid (masih dilingkungan masjid) untuk Tahallul.

Beberapa Kesalahan dalam Ibadah Sa’i

  1. Ada sebagian jama’ah haji, ketika naik keatas Shafa dan Marwah, mereka menghadap Ka’bah dan mengangkat tangan ke arahnya sewaktu membaca takbir, seolah-olah mereka bertakbir untuk shalat. Hal ini keliru, karena Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam mengangkat kedua telapak tangan beliau yang mulia hanyalah disaat berdo’a.
  2. Di bukit itu, cukuplah membaca tahmid dan takbir serta berdo’a kepada Allah sesuka hati sambil menghadap qiblat. Dan lebih utama lagi membaca dzikir yang dilakukan oleh Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam saat beliau di bukit Shafa dan Marwah.
  3. Berjalan cepat pada waktu Sa’i antara Shafa dan Marwah pada seluruh putaran. Padahal menurut sunnah Rasul, berjalan cepat itu hanyalah dilakukan antara kedua tanda hijau saja. Adapun yang lain cukup hanya dengan berjalan biasa