Tips Umroh Murah Ziarah Expedia Wisata

Tips Umroh Murah Ziarah Expedia Wisata

Sebelum melaksanakan ibadah haji, banyak orang melakukan umroh untuk latihan. Kelak saat daftar haji mereka turun, ibadah ini bisa dilaksanakan dengan baik dan benar. Namun bagi beberapa orang, melakukan umroh dianggap sama halnya dengan buang-buang uang belaka. Bahwa biaya yang dihabiskan untuk melakukan ibadah ini sangatlah mahal, dan tidak ada yang namanya umroh murah.

Baca Juga: Wisata Mekkah Yang Dirindukan

Nah, mereka yang mengatakan “tak ada umroh murah,” pasti tidak tahu jika saat ini ada umroh backpacker. Dengan dana tipis, umroh tetap bisa dilaksanakan dengan baik. Berikut lima tips yang bisa dilakukan untuk mendapatkan umroh yang murah.

Mengetahui Musim Umroh

Umroh biasanya ada musimnya, meski Anda bisa melakukannya setiap saat. Saat musim ramai, maka akan banyak sekali maskapai yang menaikkan tarifnya. Selain itu, biaya visa yang Anda urus juga akan naik. Itulah mengapa Anda harus memerhatikan jadwal umroh yang sesuai dengan kantong.

Pilihlah musim yang tak terlalu ramai. Selain biaya visa dan pesawat yang lebih murah, Anda juga akan mampu melakukan ibadah dengan baik karena kondisinya tidak begitu ramai.

Mengambil Waktu Singgah yang Tidak Terlalu Lama

Salah satu hal yang membuat biaya umroh membengkak adalah Anda terlalu lama di Tanah Suci. Semakin lama Anda tinggal di sana, maka biaya untuk akomodasi juga akan terus bertambah. Itulah mengapa Anda harus menyesuaikannya dengan dana yang Anda bawa.

Utamakan rukun dan sarat wajib ibadah umrohnya terlebih dulu, dan jangan terlalu banyak mengunjungi tempat yang tidak perlu. Ingatlah selalu bahwa tujuan Anda datang adalah untuk beribadah, bukan untuk melakukan travelinghingga banyak melakukan sesi foto dan berbelanja.

Mencari Teman Saat Tiba di Arab Saudi

Sebenarnya hal ini bisa dilakukan sebelum melakukan keberangkatan. Anda harus mencari teman saat melakukan umroh. Alasannya, umroh murah pasti tidak menggunakan agen perjalanan dan Anda harus melakukan semuanya sendirian. Jadi kalau Anda bisa mencari teman seperjalanan, tentu itu akan membantu.

Memiliki teman akan membuat Anda bisa melakukan diskusi banyak hal. Misalnya mencari hotel yang murah, mencari tempat makan yang murah, hingga tempat oleh-oleh yang ramah di kantong. Jika sendirian saja, bisa jadi Anda mengalami kebingungan. Selain itu, di Arab Saudi juga banyak oknum nakal yang sukanya menipu jemaah yang tidak mengetahui apa-apa.

Selalu Menjaga Kesehatan

Cuaca di Arab Saudi sangat berbeda dengan di Indonesia. Udara di sana sangat panas, hingga kadang bisa membuat Anda susah melakukan adaptasi. Sebisa mungkin Anda harus bisa menjaga kesehatan agar seluruh kegiatan bisa dilaksanakan dengan baik. Jangan sampai Anda sakit dan semua rencana jadi berantakan.

Selain rencana berantakan, Anda juga harus mengeluarkan banyak sekali uang untuk biaya perawatan. Belum lagi jika waktu tinggal berlangsung lebih lama, tiket pesawat bisa hangus. Padahal tiket perjalanan dari Arab Saudi ke Indonesia sangatlah mahal. Jika Anda bisa menghindari hal semacam ini, maka umroh Anda akan jauh lebih murah.

Mematuhi Semua Peraturan yang Ada di Arab Saudi

Patuhilah semua peraturan yang ada di Arab Saudi. Beberapa orang mengatakan bahwa mereka kerap menemui masalah dengan penduduk lokal, polisi, hingga petugas bandara. Hal-hal semacam ini secara tidak langsung akan membuat biaya umroh semakin membengkak. Misalnya, jika Anda dilarang memotret di suatu tempat, sebaiknya Anda mematuhinya.

Itulah lima tips yang bisa Anda lakukan saat melaksanakan umroh murah. Semoga Anda bisa segera melaksanakan ibadah ini dan mendapatkan kelancaran dari Allah Swt. Aamiin.

Tips Agar Perjalanan Umroh Berkah Ziarah Expedia Wisata 

Tips Agar Perjalanan Umroh Berkah Ziarah Expedia Wisata

Haji atau pun umroh adalah perjalanan suci yang diinginkan oleh semua muslim di dunia. Mereka rela menabung atau bahkan antre hingga berpuluh tahun agar bisa dipertemukan dengan Tanah Suci yang akan menyempurnakan agamanya.

Baca Juga: Amalan Sederhana Umroh Dan Haji

Oh ya, karena haji atau umroh hanya wajib dilakukan sekali seumur hidup, maka tujuh hal ini harus dilakukan agar perjalanan haji dan umrohAnda berkah dan tak terlupakan!

Pelajari Hal-Hal Terkait Haji dan Umroh

Haji dan umroh adalah perjalanan ibadah yang sangat panjang. Selain itu, rangkaian ibadahnya juga sangat padat, dan kadang bagi sebagian orang sangat memusingkan. Terlebih lagi jika mereka tidak mengerti seluk-beluk haji dan umroh. Jadi sebelum ke Tanah Suci, hendaknya Anda mempelajari dasar-dasar kegiatan yang akan dilakukan di sana. Dengan begitu segala hal akan berjalan lancar dan Anda akan mendapatkan pengalaman yang berharga.

Pergi Dengan Hati yang Mantap

Pergi ke Tanah Suci adalah perkara yang sangat besar. Anda harus siap, baik secara fisik ataupun hati. Persiapan fisik salah satunya dengan menjaga kesehatan. Sedangkan kesiapan hati harus Anda latih jauh-jauh hari, seperti mulai memperbaiki kualitas ibadah. Perjalanan haji dan umroh tak hanya perjalanan ibadah yang panjang, tapi juga perjalanan hati dan jiwa agar bisa lebih dekat kepada Sang Pencipta. Jika hati belum siap, bagaimana Anda bisa menerima hidayah-Nya?

Selalu Sabar Dalam Kekacauan

Setiap tahun ada jutaan orang melakukan ibadah haji. Artinya, Anda akan bertemu dengan banyak sekali kerumunan jemaah. Kekacauan kemungkinan besar terjadi. Melihat ini, Anda harus banyak-banyak bersabar. Semua orang juga merasakannya. Daripada pusing dan emosi, lebih baik Anda berkonsentrasi dan banyak-banyak membaca doa. Semoga Allah memudahkan perjalanan Anda dengan cara-Nya.

Waktu adalah Sesuatu yang Berharga

Dalam ibadah haji dan umroh, waktu adalah sesuatu yang berharga. Kita tak boleh terlalu malas, apalagi sampai mengorbankan jemaah yang lain. Segala hal berjalan dengan cepat saat ibadah besar ini berlangsung. Telat sedikit bisa membuat Anda kehilangan kesempatan untuk beribadah, dan haji atau umroh Anda jadi tidak sempurna. Anda memang bisa membayar denda, namun bukankah sesuatu yang sempurna dengan sendirinya itu jauh lebih baik? Jadi, hargai waktu agar Anda selalu mendapatkan sesuatu yang berharga di Tanah Suci.

Perjalanan Ini Bukanlah Wisata Agama, Tapi Ibadah

Haji dan umroh bukanlah sebuah perjalanan wisata. Perjalanan ini adalah ibadah. Itulah mengapa sebelum berangkat Anda harus menyiapkan hati. Dan saat sudah sampai di Tanah Suci, Anda harus bisa menempatkan diri. Jangan melakukan hal-hal tak berguna, seperti selalu update di sosial media, foto selfie, atau hal-hal lain yang justru menurunkan kadar ibadah dan mengurangi pahala karena riya. Haji dan umroh ini sangat sakral, jadi saat menjalankannya Anda harus bersungguh-sungguh.

Maknai Ibadahnya dengan Mendalam

Kita tak perlu banyak bicara saat berada di Tanah Suci. Kita tak perlu juga terlalu gembira hingga harus mengungkapkannya pada dunia. Yang bisa Anda lakukan adalah dengan memaknai ibadah itu. Menyelami segala hal dengan hati agar perjalanan jauh dan panjang ini tak jadi sia-sia.

Selalu Melakukan Kebaikan

Terakhir namun juga sangat penting: lakukan kebaikan terus-menerus. Dengan melakukan kebaikan, semoga Allah akan membuat kita selalu aman dan nyaman selama melaksanakan ibadah. Dan yang lebih penting lagi, segala pengalaman berharga akan tercipta dengan sendirinya tanpa perlu dicari

Haji Pencapaian Terbaik Dalam Hidup Ziarah Expedia Wisata

Haji Pencapaian Terbaik Dalam Hidup Ziarah Expedia Wisata

Menunaikan ibadah haji dan umroh merupakan sebuah pencapaian terbaik dalam hidup seseorang. Alasannya sederhana, karena berhaji adalah penyempurnaan dari Rukun Islam dan tidak semua orang mampu melakukannya. Sering kita dengar ungkapan “haji bagi mereka yang mampu” dan hal tersebut memang benar adanya. Allah Swt. berfirman:

“Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah; Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam”.(QS. Ali Imran: 97).

Baca Juga: Amalan Sederhana Umroh Dan Haji

Seperti yang kita ketahui, bahwasanya haji merupakan tradisi sakral yang turun temurun telah dilakukan, dicontohkan, dan diharuskan (bagi mereka yang mampu) oleh suri teladan terbaik kita, Rasulullah saw. Dan juga sempurnalah status kita sebagai muslim seperti yang tertulis dalam Rukun Islam.

Dari Ibnu ‘Umar, Nabi shallallahu ‘allaihi wa sallam bersabda, “Islam dibangun di atas lima perkara: bersaksi tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah Swt., dan mengaku Muhammad Saw. adalah utusan-Nya, mendirikan salat, menunaikan zakat, berhaji, dan berpuasa di bulan Ramadan.”

Bagi kebanyakan orang, menunaikan ibadah haji adalah sebuah pencapaian yang luar biasa dalam hidupnya. Berhaji merupakan sarana perbaikan ibadah dan hidup seseorang ke arah yang lebih baik. Orang-orang yang cerdas dan bertakwa pasti tahu bahwa untuk mendapatkan surga di kehidupan nanti, tak cukup hanya ditukar dengan rajin ibadah. Untuk mendapatkan kehidupan terhormat di akhirat, seseorang juga harus memiliki prestasi yang memberikan arti bagi dirinya. Keberadaannya juga harus memberi manfaat kepada banyak orang lain, dan haji mengajarkan mereka semua tentang hal tersebut. Oleh karena itu, banyak dari kita yang melihat mereka sepulang dari Tanah Suci hidup, tingkah laku, karakter, atau pun sikapnya menjadi lebih baik dan santun dari sebelumnya. Dan hal tersebut berlangsung hingga akhir hayatnya. Mereka berhasil memaknai haji dengan baik.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

سُئِلَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – أَىُّ الأَعْمَالِ أَفْضَلُ قَالَ « إِيمَانٌ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ » . قِيلَ ثُمَّ مَاذَا قَالَ « جِهَادٌ فِى سَبِيلِ اللَّهِ » . قِيلَ ثُمَّ مَاذَا قَالَ « حَجٌّ مَبْرُورٌ »

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya, ‘Amalan apa yang paling baik?’ Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.’ Ada yang bertanya lagi, ‘Kemudian apa lagi?’ Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Jihad di jalan Allah.’ Ada yang bertanya kembali, ‘Kemudian apa lagi?’ ‘Haji mabrur,’ jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.”

Namun, seiring dengan pernyataan di atas, juga ada di antara mereka yang berhaji tidak menjadikannya titik balik dalam kehidupan, tidak semua dari mereka menjadi lebih baik pascahaji, dan bahkan bagi orang tersebut haji lebih hanya sekadar status dan gelar untuk gengsi. Saya tidak bermaksud berkata bahwa orang-orang mulai tidak menghormati haji atau menganggapnya serius. Sebaliknya, mereka menghormatinya. Namun, untuk orang-orang ini, haji hanya memliki efek terbatas yang memudar setelah beberapa saat. Mereka menjadi lebih baik hanya dalam sementara waktu, dan kemudian kembali kepada diri dan kebiasaan mereka yang sebelumnya.

Memimpikan pencapaian hidup yang terbaik? Tunaikanlah ibadah haji dan umroh dan maknailah kedua ibadah ini dengan baik, supaya bermanfaat bagi kehidupan dunia serta akhirat Anda kelak. Semoga Anda menjadi haji yang mabrur.

Tempat Mustajab Saat Umroh Ziarah Expedia Wisata

Tempat Mustajab Saat Umroh Ziarah Expedia Wisata

Berhaji atau umrah di tanah suci jangan lewatkan berdoa di tempat-tempat mustajab, di mana doa tidak akan ditolak Allah SWT. Seseorang disarankan hendaknya bersungguh-sungguh berdoa di tempat-tempat ini.

Baca Juga: Ziarah Expedia Wisata Menggugat Publik News

Inilah tempat-tempat paling mustajab itu:

1. Saat Thawaf, tidak ada bacaan wajib dalam melaksanakan thawaf, tidak ada juga doa khusus yang harus dihafalkan. Jemaah juga bisa menggunakan bahasa ibu demi meraih kebahagian dunia dan akhirat.

2. Multazam, tempat atau jarak antara sudut Hajar Aswad dan pintu Ka’bah. Multazam merupakan tempat paling utama. Merengeklah di sana kepada Allah SWT. Jika memungkinkan, pegang pintu Ka’bah, cucurkanlah air mata sambil memohon apapun yang kita inginkan, baik kebahagiaan duniawi maupun ukhrawi.

3. Di bawah Mizab (pancuran Ka’bah). Talang air ini terletak di arah Hijir Ismail. Pancuran ini belum ada di zaman Nabi Ibrahim as. Talang ini dibuat suku Quraisy bersamaan dengan dibuatnya atap Ka’bah.  Di bagian depannya tertulis lafal Bismillahi ar-Rahman ar-Rahim, sedangkan pada sisi kirinya tertulis kalimat dalam bahasa Arab yang artinya, ‘talang ini diperbaharui pelayan dua tanah suci, Fahd bin Abdul aziz Al Sa’ud, Raja Arab Saudi’. Usai berthawaf, jemaah haji atau umrah biasanya menyempatkan diri berlama-lama memanjatkan doa di sini.

4. Di dalam Ka’bah, tentu sulit masuk ke dalam Ka’bah. Namun Rasullah SAW pernah membawa Aisyah ra ke Hijir Ismail saat Aisyah meminta izin salat di dalam Ka’bah. Saat itu, Rasullah SAW bersabda, “salatlah di sini kalau ingin salat di dalam Ka’bah, karena ini termasuk bagian dari Ka’bah”. Karena itu tidak dibenarkan seseorang berthawaf dalam area Hijir Ismail, karena Hijir Ismail merupakan bagian dari Ka’bah. Saat haji dan umrah, jemaah harus antre masuk ke dalam Hijir Ismail yang tidak terlalu luas. Usai salat sunah mutlak, mereka biasanya memuaskan diri berdoa di sini.

5. Sumur Zamzam. Sumur ini terletak 21 meter dari lokasi Ka’bah. Dari penelitian, sumur ini menghasilkan 11-18,5 liter setiap detik. Kedalamannya mencapai 30 meter dan terbagi dalam tiga bagian, dari arah bukit Shafa, dari arah Ka’bah dan dari arah bukit. Minumlah air zamzam sambil berdoa. Ulama mengajarkan agar zamzam diminum dalam tiga kali tegukan. Tegukan pertama hendaknya berdoa agar dimantapkan iman, tegukan kedua agar dianugerahi ilmu pengetahuan, dan tegukan ketiga agar memperoleh rezeki halal yang memuaskan.

6. Di bukit Shafa. Shafa merupakan bukit yang masuk bagian Masjidil Haram. Shafa merupakan titik awal dilaksanakannya sa’i.

7. Di bukit Marwah. Marwah bagian bukit yang masuk Masjidil Haram. Marwah merupakan titik akhir dilaksanakannya sa’i.

8. Saat melakukan sa’i. Sa’i adalah berjalan sebanyak 7 kali putaran antara bukit Shafa dan Marwah.  Prosesnya dilakukan setelah thawaf, dimulai dari bukit Shafa dan diakhiri di bukit Marwah. Tidak ada bacaan wajib. Namun disarankan berdoa sesuai kemampuan, dan beristigfar.

9. Di belakang Maqam Ibrahim. Jika berhaji atau umrah, sesudah melaksanakan thawaf tujuh putaran dan berdoa sejenak di Multazam, umat Islam disunatkan salat di belakang maqam Ibrahim. Maqam Ibrahim sendiri lokasinya masih di dekat Ka’bah, tidak jauh dari Multazam.

Secara harafiah maqam berarti tempat berdiri yang bermakna kedudukan. Riwayat-riwayat menyatakan maqam Ibrahim awalnya adalah batu yang digunakan oleh Nabi Ibrahim as untuk berdiri ketika kembali membangun Ka’bah. Di batu itu tampak jelas bekas pijakan kaki yang dipercaya sebagai jejak kaki Nabi Ibrahim as.

10. Arafah (saat wukuf), berlangsung dari dzuhur sampai terbenamnya matahari.

11. Muzdalifah, kawasan antara Mina dan Arafah. Lokasinya sekitar 10 km dari Mekah. Muzdalifah panjangnya kurang dari 4 km, berada pada satu wilayah sempit antara dua gunung yang berdekatan setelah Arafah.

12. Mina, kawasan berbukit panjangnya 3-5 km, letaknya antara Mekah dan Muzdalifah. Jaraknya dari Mekah sekitar 7 km. Di Mina terdapat jamarat.

13-15. Di tempat atau setelah selesai melontar pada ketiga tempat melontar, yakni Ula, Wastha, dan Aqabah.

Larangan Umroh Ziarah Expedia Wisata

Larangan Umroh Ziarah Expedia Wisata

Bagi jamaah umroh yang sedang berihram tentu mempunyai kriteria dan ketentuan serta syarat syarat yang harus terpenuhi supaya ibadah umroh yang di laksanakan sah hukumnya. Jamaah umroh harus menerima konsekuansi apa bila dalam melaksanakan umroh tidak sesuai prosedur dan tidak tertib. Ada beberapa larangan saat umroh yang harus di hindari oleh wanita dan laki laki, baik itu persamaan dan perbedaan dalam hal hal yang di larang saat berumroh. Selengkapnya akan di bahas di bawah ini.

Baca Juga: Tips Belanja Saat Umroh

Larangan dalam umroh bagi kaum laki laki

  1. Kaum laki laki tidak di perbolehkan untuk memakai pakaian yang bahan nya dari jahitan seperti celana, baju kaos, jubah, sorban, sepatu, kaos kaki, dan tudung. Pakaian yang di bolehkan untuk di pakai laki laki adalah bahan kain yang tidak ada jahitannya yang berfungsi untuk menutup badan.
  2. Tidak di perkenankan untuk menutup kepala yang langsung menempel seperti memakai blangkon, kopeah atau topi, dan lain lain. Tetapi untuk payung, tenda, atau tempat berteduh yang lainnya tidak di larang.

Hal hal yang di larang saat umroh dalam berihron bagi kaum wanita. Larangan Umroh bagi perempuan adalah :

  1. Di larang memakai cadar atau penutup wajah lainnya kecuali jika ada lelaki yang mendekat kepada nya, maka di bolehkan untuk memakai cadar agar tidak terlihat aurat nya secara langsung.
  2. Tidak di perkenankan untuk menggunakan kaos tangan atau penutup tangan lainnya.

Hal hal yang di larang bagi wanita dan laki laki yang sedang berihrom

  1. Di larang untuk memotong rambut
  2. Di larang untuk memotong kuku saat berumroh
  3. Saat berihrom di larang untuk memakai parfum atau pewangi lainnya
  4. Ketika umroh di larang untuk melakukan pernikahan dan juga menikahkan orang lain
  5. Di larang untuk melakukan hal hal yang akan memunculkan syahwat seperti menyentuh, mencium dan lainnya
  6. Di larang untuk berjima’ bagi pasangan suami istri
  7. Di larang untuk membunuh dan menyakiti binatang secara sengaja
  8. Di larang untuk memetic dan merusak tanaman yang ada di sana
  9. Di larang untuk mengeluarkan kata kata yang buruk dan cacian serta makian terhadap orang lain
  10. Di larang menimbulkan pertengkaran atau bahkan perkelahian saat berihrom

 

Hukuman yang di jatuhkan kepada mereka yang melanggar larangan saat berihrom, di antaranya :

  1. Bagi yang melakukan pelanggaran secara tidak sengaja, baik tertidur, di paksa atau tidak mengetahuinya sama sekali maka tidak akan ada hukuman yang di berikan, tidak ada bayaran fidyah dan juga tidak mengurangi ganjaran dalam berumroh.
  2. Bagi yang melakukan pelanggaran secara sengaja dengan alasan uzur atau ada halangan maka tidak ada dosa baginya, namun tetap harus menganggung konsekuensi yang telah di tetapkan.
  3. Barang siapa saja yang melakukan pelanggaran secara sengaja saat berihrom tanpa ada alasan yang pasti maka wajib di kenakan hukuman dan konsekuen yang telah berlaku.

Dari larangan waktu umroh di atas bisa di bagi ke dalam 4 bagian yakni :

  1. Pertama, di haruskan untuk membayar fidyah namun tiak menyebabkan batalnya ibadah umroh yaitu untuk hal hal yang di langgar tanpa sengaja dan sepengetahuan yang melakukan.
  2. Kedua, bagi yang melakukan pemburuan maka akan mendapatkan ganjaran yang setimpal
  3. Ketiga, bagi yang melakukan pernikahan dan menikahkan maka ibadaahnya menjadi batal namun tidak perlu membayar fidyah.
  4. Keempat, bagi pasangan suami istri yang melakukan jima’ atau bercumbu dan menyentuh kulit maka harus membayar dam namun tidak menjadi batal terhadap ibadahnya.

Perlengkapan Umroh Saat Ke Tanah Suci Ziarah Expedia Wisata

Perlengkapan Umroh Saat Ke Tanah Suci Ziarah Expedia Wisata

Mempersiapkan perlengkapan umroh yang perlu dibawa perlu dilakukan jauh-jauh hari agar tidak ada barang yang terlupa. Hal ini penting dilakukan mengingat Anda akan bepergian jauh ke Tanah Suci sehingga Anda bisa merasa nyaman tanpa rasa khawatir ada barang yang tertinggal karena lupa. Selain tiket pesawat, paspor, dan dokumen perjalanan, Anda juga perlu membawa perlengkapan umroh lain. Simak perlengkapan umroh lain yang perlu dibawa berikut.

Baca Juga: Ziarah Expedia Wisata Berencana Menggugat Publik News

  1. Perlengkapan Umroh Wanita

Perlengkapan umroh wanita yang perlu dibawa adalah baju ihrom lengkap 2 setel (terdiri dari atasan dan bawahan rok/celana), kaos kaki (minimal 3 pasang), manset tangan, kaos dalam pendek atau panjang, gamis atau long dress, kerudung, baju daster untuk tidur, celana panjang tebal atau legging untuk menghangatkan diri jika Anda berangkat umroh saat cuaca di Mekkah sedang dingin, panty liner, dan softex.

 

  1. Perlengkapan Umroh Pria

Perlengkapan umroh pria yang perlu dibawa adalah kain ihrom, ikat pinggang ihrom, kaos berwarna putih (panjang atau pendek), gunting kecil untuk tahalul, gunting kuku, alat cukur, minyak wangi, dan kain sarung (2 kain sarung).

 

  1. Perlengkapan UmrohPendukung yang Perlu Dibawa

Selain perlengkapan umroh pria dan wanita di atas, Anda juga perlu membawa beberapa barang pendukung yang diperlukan saat berada di Tanah Suci, misalnya kacamata hitam, sajadah kecil dan tipis, Al Quran kecil, buku doa, sandal, kantong untuk menyimpan sandal saat shalat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, kantong kecil untuk menyimpan batu, masker wajah, pelembap, payung lipat kecil atau topi.

 

Selain itu, perlengkapan umroh yang perlu dibawa lainnya adalah peralatan mandi (sikat gigi, odol (kecil) yang biasa digunakan), shampo, sabun cuci (jika diperlukan), bantal leher, jaket, baju ganti (3 – 4 setel), senter, sarung tangan, tas selempang, tisu kering dan basah, botol air mineral, handphone, chargerpower bank, dan kamera. Jangan lupa juga untuk membawa uang riyal dalam berbagai pecahan (mulai dari 1, 5, 10, 20, dan 50 riyal) untuk bertransaksi di Tanah Suci.

 

  1. Perlengkapan Kesehatan yang Perlu Dibawa

Tidak ada yang ingin sakit saat melakukan ibadah umroh. Namun, Anda juga perlu mempersiapkan obat-obatan untuk sekadar berjaga-jaga. Misalnya minyak gosok, obat sakit kepala, obat flu, obat diare, obat anti-mabuk, obat batuk, obat masuk angin, dan plester luka (hansaplast).

 

Jika selama ini Anda mengonsumsi obat-obatan tertentu seperti untuk mengatasi penyakit asma, diabetes, darah tinggi, asam urat, dan ambeien, Anda juga perlu membawanya. Dan untuk menambah tenaga, Anda disarankan membawa suplemen vitamin.

 

Perlengkapan umroh di atas penting untuk dibawa agar Anda bisa merasa nyaman saat melaksanakan ibadah umroh. Bila Anda sedang mencari biro umroh murah, Anda bisa memilih Abu Tour karena Abu Tour adalah salah satu travel agen umroh terbaik, terpercaya, dan telah berpengalaman membawa jamaah untuk melaksanakan ibadah umroh ke Tanah Suci Mekkah.

Indikator Kebahagian Dunia

Indikator Kebahagian Dunia

Siapa yang tidak ingin bahagia? semua makhluk di dunia ini mendambakan kebahagiaan. Tetapi yang seperti apakah kebahagiaan tersebut. Berikut ini adalah indikator-indikatornya sehingga bagi yang bercita-cita, mampu mengenali apakahh di jalan yang benar atau keliru.

Baca Juga: Anak Dalam Alquran

1. QOLBUN SYAKIRUN (hati yg selalu bersyukur).

Artinya selalu menerima apa adanya (qona’ah), sehingga tidak ada ambisi yang berlebihan, tidak ada stress, inilah nikmat bagi hati yang selalu bersyukur. Kata syukur terambil dari mashdar kata kerja syakaro – yasykuru- syukron. kata syakaro dapat diartikan ‘membuka’ sehingga ia merupakan lawan dari kata kafaro/kufur yang berarti ‘menutup’ atau ‘melupakan nikmat dan menutup-nutupinya’. Jadi, membuka atau menampakkan nikmat Allah SWT antara lain di dalam bentuk memberi sebahagian dari nikmat itu kepada orang lain, sedangkan menutupinya adalah dengan bersifat kikir.

Dari pengertian tersebut maka syakaro – yasykuru- syukron dapat juga diartikan mengandung makna antara lain pujian atas kebaikan dan penuhnya sesuatu.
(QS 13:28, 2:152, 16:18, 34:14, 55:13, 14:7)

2. AL-AZWAJU SHALIHAH (pasangan hidup yang sholeh).
Pasangan hidup yang sholeh akan menciptakan suasana rumah dan keluarga yang sholeh pula. Di akhirat kelak seorang suami (sebagai imam keluarga) akan diminta pertanggungjawaban dalam mengajak istri dan anaknya kepada kesholehan. Berbahagialah menjadi seorang istri bila memiliki suami yang sholeh, yang pasti akan bekerja keras untuk mengajak istri dan anaknya menjadi muslim yang sholeh. Demikian pula seorang istri yang sholehah, akan memiliki kesabaran dan keikhlasan yang luar biasa dalam melayani suaminya, walau seberapa buruknya kelakuan suaminya.
(QS 51:49, 17:32, 24:32, 24:26)

3. AL-AULADUL ABRAR
Saat Rasulullah SAW thawaf, beliau bertemu dengan seorang anak muda yang pundaknya lecet- lecet. Setelah selesai thawaf Rasulullah SAW bertanya kepada anak muda itu, “Kenapa pundakmu itu?” Jawab anak muda itu, “Ya Rasulullah, saya dari Yaman, saya mempunyai seorang ibu yang sudah udzur. Saya sangat mencintai dia dan saya tidak pernah melepaskan dia. Saya melepaskan ibu saya hanya ketika buang hajat, ketika sholat, atau ketika istirahat, selain itu sisanya saya selalu menggendongnya” Lalu anak muda itu bertanya, ” Ya Rasulullah, apakah aku sudah termasuk kedalam orang yang sudah berbakti kepada orang tua?”

Nabi SAW memeluk anak muda itu dan mengatakan, “Sungguh ALLAH ridho kepadamu, kamu anak yang sholeh, anak yang berbakti, tapi anakku ketahuilah, cinta orangtuamu tidak akan terbalaskan olehmu” Dari hadist tersebut kita mendapat gambaran bahwa amal ibadah kita ternyata tidak cukup untuk membalas cinta dan kebaikan orang tua, namun minimal kita bisa memulainya dengan menjadi anak yang sholeh, dimana doa anak yang sholeh kepada orang tuanya dijamin dikabulkan ALLAH.
Do’a anak yg sholeh kepada orang tuanya dijamin dikabulkan Allah SWT, berbahagialah orang tua yang memiliki anak sholeh/sholehah.
(QS 17:23, 31:14, 46:15, 29:8, 25:74)

4. AL-BAIATU SHOLIHAH (lingkungan yg kondusif untuk iman kita).
Kita tentu boleh mengenal siapapun, tetapi untuk menjadikannya sebagai sahabat, haruslah orang- orang yang mempunyai nilai tambah terhadap keimanan kita. Sebagaimana Rasulullah yang menganjurkan kita untuk selalu bergaul dengan orang-orang yang sholeh yang akan selalu mengajak kepada kebaikan dan mengingatkan kita bila kita berbuat salah.
(QS 4:69, 51:55, 26:214, 5:2)

5. AL-MALUL HALAL (harta yang halal).
Dalam riwayat Imam Muslim di dalam bab sadaqoh, Rasulullah SAW pernah bertemu dengan seorang sahabat yang berdoa mengangkat tangan. “Kamu berdo’a sudah bagus”, kata Nabi SAW, “Namun sayang makanan, minuman dan pakaian dan tempat tinggalnya didapat secara haram, bagaimana doanya dikabulkan?” Berbahagialah menjadi orang yang hartanya halal karena do’anya akan sangat mudah dikabulkan ALLAH. Harta yang halal juga akan menjauhkan setan dari hatinya, maka hati semakin bersih, suci dan kokoh, sehingga memberi ketenangan dalam hidupnya.

Bukan banyaknya harta tapi halalnya harta yang dimiliki. Harta yang halal akan menjauhkan setan dari hati. Hati menjadi bersih, suci dan kokoh sehingga memberi ketenangan dalam hidup. Berbahagialah orang yang selalu dengan teliti menjaga kehalalan hartanya.
(QS 2:267, 43:36-37, 2:269, 2:155)

6. TAFAKUH FID-DIEN (semangat untuk memahami agama).
ALLAH menjanjikan nikmat bagi umat-NYA yang menuntut ilmu, semakin ia belajar semakin cinta ia kepada agamanya, semakin tinggi cintanya kepada ALLAH dan rasul-NYA. Cinta inilah yang akan memberi cahaya bagi hatinya. Semangat memahami agama akan meng “hidup” kan hatinya, hati yang “hidup” adalah hati yang selalu dipenuhi cahaya nikmat Islam dan nikmat iman.

Dengan belajar ilmu agama, akan. semakin cinta kepada agama dan semakin tinggi cintanya kepada Allah SWT dan Rasulnya. Cinta inilah yang akan memberi cahaya bagi hatinya.
(QS 45:20, 3:138, 5:16, 4:174, 2:269)

7. UMUR YANG BAROKAH.
Umur yang baroqah itu adalah umur, yang selalu diisi dengan amal ibadah. Seseorang yang mengisi hidupnya untuk kebahagiaan dunia semata, maka hari tuanya akan diisi dengan banyak nostalgia (berangan-angan) tentang masa mudanya, iapun cenderung kecewa dengan ketuaannya (post-power syndrome).

Artinya umur yang semakin tua semakin sholeh, setiap detiknya diisi dengan amal ibadah. Semakin tua semakin rindu untuk bertemu dengan Sang Pencipta. Inilah semangat hidup orang2 yang barokah umurnya. (QS 2:96, 35:37, 36:68, 225).

8. MUKHLIS
Ikhlas artinya bersih, suci, murni. Orang yang ikhlas (mukhlis) adalah orang yang melakukan amal kebaikan karena Allah (Lillaahi ta`ala), tanpa embel-embel, tanpa mengharap imbalan, pujian, dan penghargaan dari selain-Nya. Beramal dengan ikhlas tidak akan membuat seseorang mabuk kepayang oleh pujian pun juga tidak melemah karena hardikan dan cacian dari manusia.

Orang yang ikhlas dikategorikan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wassallam sebagai orang yang beruntung, orang yang sukses, orang yang berhasil. Sabda beliau, “Berbahagialah orang-orang yang ikhlas, mereka adalah pelita-pelita hidayah yang dari mereka setiap fitnah yang gelap menjadi terang.” (HR. Abu Nu`aim).

9. TERKENDALI LIDAH
Ada bunyi pepatah, Lidahmu Harimaumu yang pas menggambarkan betapa besarnya pengaruh yang ditimbulkan oleh lisan. Ucapan yang terlontar dari lisan tidak lagi bisa ditarik. Ucapan itu menjadi catatan dalam kehidupan seseorang.

Lidah memang bentuknya kecil namun akibat yang ditimbulkan begitu besar, lebih besar dari bentuk lidah itu sendiri. Karenanya, Rasul memerintahkan kepada kita untuk berkata baik. Kalau kita tidak mampu, maka diam adalah pilihan terbaik. Di zaman penuh fitnah seperti sekarang ini, sangat penting untuk mengendalikan ucapan. Tidak melapas dan melempar ucapan dengan begitu mudah.

Perhatikan dan lihat baik-baik apakah pada ucapan yang akan kita sampaikan, mengandung manfaat atau sebaliknya. Jika bermanfaat, sampaikanlah. Jika tidak, tahan dan ini jauh lebih selamat.

Siapa yang mampu mengendalikan lidahnya ia akan tergolong sebagai orang yang beruntug. Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wassallam bersabda, “Berbahagialah orang yang dapat menahan lidahnya…” (HR. Baihaqi).

10.HATI YAG TENANG
Tiada kebahagiaan tanpa sakinah (ketenangan) dan thuma’ninah (ketentraman).

Dan tiada ketenangan dan ketentraman tanpa iman. Allah Ta’la berfirman tentang orang-oranf beriman:

هُوَ الَّذِي أَنزَلَ السَّكِينَةَ فِي قُلُوبِ الْمُؤْمِنِينَ لِيَزْدَادُوا إِيمَانًا مَّعَ إِيمَانِهِمْ ۗ

Dialah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). (Qs Al-Fath: 4).

Keimanan melahirkan kebahagiaan dari dua sisi (1) Iman dapat menghindarkan dan memalingkan seseorang dari ketergelinciran ke dalam dosa yang merupakan sebab ketidak tenangan dan kegersangan jiwa. (2) Keimanan dapat menjadi sumber utama kebahagiaan, yakni sakinah dan thuma’ninah.

Sehingga di tengah lautan masyakil (probematika) dan krisis hidup tidak ada jalan keluar dan keselamatan selain Iman. Oleh karena itu orang yang tanpa iman di hatinya dipastikan akan selalu dirundung rasa takut, was-was, kahwatir, gelisah, galau.

Adapun bagi orang beriman. Adapun bagi orang beriman tidak ada rasa takut sama sekali, selain takut kpda Allah Ta’ala. Hati yang dipenuhi iman memandang remeh setiap kesuliatn yang menghimpit, kerana orang beriman selalu menyikapi segala persoalan dengan tawakkal kepada Allah. sedangkan hati yang kosong, tanpa iman tak ubahnya selembar daun rontok dari dahannya yang diombang-ambingkan oleh angin.

Dibalik Sholat Dhuha Ziarah Expedia Wisata

Dibalik Sholat Dhuha Ziarah Expedia Wisata

Dibalik Shalat Dhuha
Dari Abu Hurairah Rasulullah saw telah bersabda, 
“Sesungguhnya di surga itu ada sebuah pintu yang disebut pintu Dhuha.
Kelak di hari kiamat, para penikmat dhuha akan diundang secara khusu.
Dikatakan kepada mereka, inilah pintu masuk kalian. Masuklah dengan
rahmat-Ku.”   (HR. Ath Thabarani)

Baca Juga: Pengertian Hukum Sholat Dhuha

Dari Abu Dzarr RA, dia bekata, Rasulullah SAW bersabda “Hendaklah
masing2 diantara kalian setiap pagi bersedekah untuk setiap ruas tulang
badannya. Maka setiap bacaan tasbih (subhanallah) adalah sedekah,
setiap bacaan tahmid (alhamdulillah) adalah sedekah, setiap bacaan
tahlil (laa ilaha illallah) adalah sedekah, setiap bacaan takbir
(Allahu Akbar) adalah sedekah, menyuruh kebaikan adalah sedekah,
melarang keburukan adalah sedekah, dan sebagai ganti dari semua itu,
cukuplah mengerjakan dua rakaat salat Dhuha”
 (HR. Ahmad, Muslim, dan Abu Daud).

Dari Abu Buraidah bahwa Rasulullah SAW bersabda
“Dalam tubuh manusia itu terdapat 360 ruas tulang. Ia diharuskan
bersedekah untuk tiap ruas itu”. Para sahabat bertanya: “Siapa yang
kuat melaksanakan itu wahai Rasulullah?”. Rasulullah menjawab: “Menutup
dahak di masjid dengan tanah atau menyingkirkan sesuatu gangguan dari
tengah jalan itu berarti sedekah, atau sekiranya mampu, cukuplah
diganti dengan mengerjakan dua rakaat salat Dhuha”.

Subhanallah,
betapa besarnya barokah atas sholat sunnah dhuha ini. Betapa tidak,
seandainya sholat dhuha tidak ada, maka kita harus melakukan sedekah
untuk setiap ruas tulang tubuh kita yang jumlahnya mencapai 360 buah.
Apakah kita mampu melakukannya setiap pagi? Islam memang agama yang
mudah dan tidak memberatkan umatnya. Untuk meringankan perihal
bersedekah untuk 360 ruas tulang badan ini, kemudian Allah memberikan
jalan yang sangat mudah dan ringan, yaitu cukup dengan melakukan sholat
sunnah 2 rakaat setiap pagi. Sungguh Allah Maha Bijaksana.

Hadits-hadits
di atas juga memberikan anjuran kepada kita agar senantiasa
memperbanyak tasbih, tahmid, tahlil, takbir, melakukan amar ma’ruf dan
nahi munkar.

Pentingnya sholat dhuha bagi umat muslim
bukanlah hal yang diragukan dan dipertanyakan lagi. Sedemikian
pentingnya sampai-sampai Allah telah bersumpah dalam beberapa ayat
dalam AL Quran dengan waktu dhuha, seperti dalam surat Asy Syam.
Bahkan, di dalam AL Quran juga terdapat sebuah surat yang bernama Ad
Dhuha.

Yang perlu kita pahami adalah bahwa setiap kali Allah
bersumpah dengan sesuatu, maka pada sesuatu tersebut tentunya terdapat
rahasia yang agung dan memiliki manfaat yang besar. Maka, manakala
Allah bersumpah dengan Dhuha, itu artinya banyak sekali tersimpan
rahasia agung dan manfaat yang besar di dalam waktu Dhuha.

Bahkan,
dalam sebuah doanya Rasulullah saw senantiasa memohon kepada Allah,
“Allahumma baarik ummatii fii bukuuriha”, yang artinya adalah “Ya
Allah, berikanlah keberkahan kepada ummatku diwaktu pagi”. Hal ini
menunjukkan bahwa orang-orang yang aktif pada waktu pagi (shubuh dan
dhuha) untuk berjuang mencari rizki yang halal akan memperoleh limpahan
barokah dari Allah swt. Maka dengan demikian, bagi orang-orang yang
terlena dengan tidurnya hingga lupa untuk melaksanakan sholat shubuh,
dan yang bermalas-malsan untuk melakukan sholat dhuha, tidak akan
mendapatkan berkah pagi dari Allah swt.

Pengertian Hukum Sholat Dhuha

Pengertian Hukum Sholat Dhuha

Pengertian dari sholat dhuha adalah shalat sunnat yang dilaksanakan atau dilakukan pada pagi hari atau waktu dhuha. Waktu dhuha yakni ketika matahari sedang naik setinggi tombak atau naik sepenggalah, yang kira-kira antara pukul tujuh, delapan, sembilan, hingga masuk pada waktu dzuhur.

Baca Juga: Sholat Dhuha Mencukupi Sedekah

Di dalam surat Adh-Dhuha sendiri Allah sendiri telah menerangkan dalam permulaan ayat dengan ungkapan, “Demi waktu matahari sepenggalahan naik,” maka saat itu telah dipilih untuk melakukan suatu kebajikan bagi umat manusia yang tentunya beriman kepada-Nya dengan menjalankan shalat dhuha.

Baca Juga: Keutamaan Sholat Dhuha

Lalu, dalam ayat kedelapan masih pada surat yang sama, Allah juga menegaskan, “Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan.” ayat tersebut menegaskan bahwa Allah SWT Maha Pengasih dan Maha Penyayang kepada makhluk-Nya. Dia mencukupi mereka dengan segala macam bentuk nikmat yang tidak bisa di hitung berapa banyak jumlahnya.

Baca Juga: Sholat Dhuha Dan Keajaibannya

Shalat dhuha termasuk salah satu shalat yang muakkadah (sangat dianjurkan untuk melakukannya) disamping shalat-shalat lain seperti tahajjud, tarawih, witir, dan lain-lain.

Oleh karena itu, barang siapa yang menginginkan pahalanya maka hendaklah mengamalkannya, dan jika tidak maka tiada halangan pula untuk meninggalkannya. Dalam hadits dari Abu Said ra. berkata:

“Rasulullah SAW senantiasa shalat dhuha sampai-sampai kita mengira bahwa beliau tidak pernah meninggalkannya, tetapi kalau beliau meninggalkan sampai-sampai kita mengira bahwa beliau tidak pernah mengerjakannya.” [HR. Tirmidzi]

Dalam hadits lain dari Abu Hurairah berkata:

“Rasulullah SAW yang tercinta memesan kepadaku tiga hal, yaitu berpuasa tiga hari setiap bulan, mengerjakan dua rakaat dhuha, dan berwitir dulu sebelum tidur.”

Di dalam surat Adh-Dhuha sendiri Allah sendiri telah menerangkan dalam permulaan ayat dengan ungkapan, “Demi waktu matahari sepenggalahan naik,” maka saat itu telah dipilih untuk melakukan suatu kebajikan bagi umat manusia yang tentunya beriman kepada-Nya dengan menjalankan shalat dhuha.

Sholat Dhuha Dan Keajaibannya

Sholat Dhuha Dan Keajaibannya

Sudah banyak sekali orang yang merasakan dari shalat dhuha. mendapatkan rezeki tanpa di duga, misalnya: mendapatkan kiriman makanan dari tetangga saat keuangan rumah tangga mulai menipis, atau mendapatkan pekerjaan begitu mudah.

Baca Juga: Pesona Kota Suci Mekkah | Ziarah Expedia Wisata

Banyak Muslim yang meyakini bahwa salah satu shalat Dhuha adalah memperlancar rezeki. Lebih dari itu, banyak pula Muslim yang telah membuktikan bahwa setelah rutin mengerjakan shalat Dhuha, rezekinya menjadi lebih lancar.

Mengapa demikian? Mari kita perhatikan terjemahan hadits-hadits mengenai shalat Dhuha yang mengaitkan dengan rezeki berikut ini:

Hadits shalat dhuha yang diriwayatkan oleh Muslim, Abu Daud dan Ahmad dari Abu Dzar bahwa Rasulullah saw bersabda,“Setiap pagi, (1) setiap ruas anggota badan kalian wajib dikeluarkan shadaqahnya. (2) Setiap tasbih adalah shadaqah,(3) setiap tahmid adalah shadaqah,(4) setiap tahlil adalah shadaqah, (5) setiap takbir adalah shadaqah, (6) menyuruh kepada kebaikan adalah shadaqah, (7) dan melarang berbuat munkar adalah shadaqah. Semua itu dapat diganti dengan shalat dhuha dua rakaat.” (HR. Muslim)

Juga Hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Abu Dawud dari Buraidah bahwa Rasulullah saw bersabda,(8) Di dalam tubuh manusia terdapat tiga ratus enam puluh sendi, yang seluruhnya harus dikeluarkan shadaqahnya.” Mereka (para sahabat) bertanya, “Siapakah yang mampu melakukan itu wahai Nabiyullah?” Beliau menjawab, “(9) Engkau membersihkan dahak yang ada di dalam masjid adalah shadaqah, (10) engkau menyingkirkan sesuatu yang mengganggu dari jalan adalah shadaqah. Maka jika engkau tidak menemukannya (shadaqah sebanyak itu), maka dua raka’at Dhuha sudah mencukupimu.” (HR. Abu Dawud)

Dalam dua hadits ini dan hadits-hadits lain yang senada, Shalat Dhuha bernilai sedekah. Bukan sembarang sedekah, tetapi 360 sedekah. Sedangkan tiap sedekah akan dilipatgandakan oleh Allah. Subhanallah.

Kedua, dalam hadits Qudsi Allah berfirman akan menjamin rezeki hamba-hambaNya yang menjaga shalat Dhuha.

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, “Wahai anak Adam, janganlah engkau luput dari empat rakaat di awal harimu, niscaya Aku cukupkan untukmu di sepanjang hari itu.” (HR. Ahmad)

Ketiga, dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan derajatnya hasan shahih menurut Syaikh Al Albani.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengirimkan sepasukan tentara, mereka berhasil memperoleh harta rampasan perang yang banyak dan bergegas pulang. Kesuksesan perang, harta rampasan yang banyak dan pasukan kembali dengan selamat menjadi buah bibir di masyarakat.

Lantas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Maukah kalian aku tunjukkan sesuatu yang (11) lebih banyak memperoleh harta rampasan, (12) bahkan keberhasilannya lebih cepat dibandingkan pasukan tentara itu? Hendaklah seseorang berwudhu lalu pergi ke masjid untuk mengerjakan shalat Dhuha. Maka orang itulah yang lebih cepat memenangkan peperangan, lebih banyak meraih harta rampasan dan lebih segera meraih kesuksesan.” (HR. Ahmad; hasan shahih)

Jika pada hadits-hadits sebelumnya shalat Dhuha dikaitkan dengan sedekah dan rezeki, pada hadits ini menjelaskan shalat Dhuha bahkan dapat membuat orang yang mengerjakannya dapat meraih kesuksesan dengan segera. Subhanallah.