Tips Berkomunikasi Saat Umroh Ziarah Expedia Wisata

Tips Berkomunikasi Saat Umroh Ziarah Expedia Wisata

Tips Berkomunikasi dengan Keluarga saat Umroh atau Haji – Komunikasi adalah pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yg dimaksud dapat dipahami. Komunikasi menjadi penting terutama bagi jamaah yang hendak bepergian umroh atau haji agar tetap dapat mengetahui kabar kerabat maupun keluarga yang ditinggalkan di tanah air.  Lantas bagaimana cara berkomunikasi, operator seluler yang akan digunakan dan berapa biaya yang dikeluarkan?

Baca Juga: Rukun Umroh

Berikut kami akan memberikan beberpa tips berkomunikasi dengan keluarga saat umroh atau haji,

1. Kami selalu merekomendasikan agar membawa handphone yang mudah pengoperasiannya.

Banyak jamaah umroh atau haji yang memiliki dan membawa handphone ke Tanah Suci, tetapi banyak yang kesulitan mengoperasikan atau menelpon keluarganya di rumah dikarenakan tidak tahu caranya mengoperasikan Handphone tersebut atau bisa mengoperasikan Handphone tetapi tidak bisa menghubungi keluarganya di rumah.

2. Menggunakan Sim Card dan kartu telepon internasional yang ditawarkan oleh operator seluler di Arab Saudi seperti Mobily, STC, Al Jawwal (SAWA) dan Zein.

Anda dapat menelepon keluarga di rumah Anda dengan tarif lebih murah. Anda dapat membelinya begitu sampai dimekkah atau madinah. Namun, pastikan Anda melakukan riset terlebih dahulu untuk mengetahui tarif termurah yang bisa Anda dapatkan.

3. Jika menggunakan fasilitas Sambungan Langsung Internasional (SLI)  atau operator seluler dalam negeri (jaringan operator kita akan otomatis menemukan jaringan operator lokal di sana), jangan lupa untuk mengatur kode area dan nomor Handphone tujuan yang akan dihubungi di rumah.

Setiap negara memiliki kode negara masing-masing. Untuk Indonesia, kode negara Indonesia adalah +62 atau 0062 sedangkan untuk Arab Saudi, kode negara nya adalah +966 atau 00966. Jika jamaah haji ingin menghubungi keluarga di Indonesia maka nomor telepon atau nomor Handphone tujuan yang akan dihubungi harus ditambahkan +62, misalkan nomor telepon 021765xxx maka harus ditambahi +62 menjadi +621765xxx atau 00621765xxx sedangkan misal nomor Handphone nya 0812xxx  maka harus ditambahi +62812xxx atau 0062812xxx.

Namun, jamaah haji harus tetap berhati-hati dan mengetahui terlebih dahulu berapa tarif international roaming yang digunakan oleh telepon atau operator seluler dalam negeri yang digunakan, sehingga ketika jamaah kembali ke tanah air tagihan telepon tidak membuat jamaah terbebani.

Begitu pula sebaliknya, ketika keluarga akan menghubungi jamaah yang sedang berada di tanah suci, maka sebelum memasukkan nomer handphone yang akan dituju harus memasukkan kode negara Arab Saudi yaitu +966.
4. Biaya roaming internasional ketika jamaah menerima telepon dari Indonesia adalah Rp 30.000,- per menit.
Biaya roaming internasional ini perlu diketahui oleh orang yang akan menelepon jamaah di tanah suci. Dan berikan pengertian kepada mereka agar hanya menelpon atau sms pada kondisi yang sangat darurat atau tidak terlalu sering dikarenakan biaya roaming internasional sebesar Rp 30.000,- per menit.
5. Menggunakan media internet melalui skype atau video call.
Jika mengetahui nama dan password untuk melakukan koneksi wi-fi di hotel tempat jamaah tinggal dan sudah terkoneksi dengan jaringan wi-fi hotel yang memiliki fasilitas internet, jamaah bisa menggunakan media skype atau video call yang sudah terinstall di smartphone milik jamaah.
6. Mengetahui tarif layanan international roaming berbagai operator seluler di Indonesia.
Tarif layanan international roaming operator seluler ketika digunakan di tanah suci penting agar pulsa yang diisi mencukupi untuk berkomunikasi dengan kerabat maupun keluarga. Beberapa diantaranya adalah :
– XL : Rp 8000/menit
– Telkomsel : Rp. 5000/menit
– Indosat (M3, Matrix, /mentari) : 5000/menit
Demikianlah informasi dan Tips Berkomunikasi dengan Keluarga saat Umroh atau Haji agar menjadi bekal pengetahuan sebelum berangkat untuk melaksanakan ibadah haji atau umroh, umroh atau haji dapat berjalan dengan lancar dan juga tetap dapat berkomunikasi dengan baik dengan kerabat atau keluarga yang ditinggalkan di tanah air.