Tips Bermunajat Di Raudhah Ziarah Expedia Wisata

Tips Bermunajat Di Raudhah Ziarah Expedia Wisata

Jamaah haji dari berbagai negara sudah membanjiri Madinah, khususnya Masjid Nabawi, untuk melaksanakan salat arbain. Selain itu para jamaah juga mencari kesempatan untuk bisa memanjatkan doa di raudhah atau taman surga, sekaligus berziarah ke makam Nabi Muhammad. Butuh doa yang khusyuk dan kesabaran ekstra untuk menembus raudhah.

Baca Juga: Perbedaan Haji Dan Umroh

Raudhah atau biasa disebut taman surga terletak di antara mimbar dengan makam yang dahulu rumah Rasulullah. Tempat ini diberikan nama Raudhah oleh Rasulullah sendiri dan disebut sebagai tempat yang makbul untuk memohon kepada Allah SWT. Raudhah ditandai dengan karpet berwarna hijau dan pilar-pilar yang dicat agak berbeda dengan bunga-bunga dibanding pilar Masjid Nabawi pada umumnya.

Ketua PPIH Daker Madinah Nasrullah berbagi tips untuk menembus kepadatan raudhah. Selain mengikhlaskan diri kepada Allah SWT, jamaah perlu menghitung waktu berkunjung yang tepat agar bisa merasakan kesejukan raudhah.

“Pertama, untuk jamaah perempuan ke raudhah itu tidak seperti laki-laki, dia diberi space dari pukul 08.00 pagi. Kalau diatur sedemikian rupa bisa ke raudhah,” kata Nasrullah di Madinah

Untuk laki-laki, meskipun waktunya lebih leluasa namun perlu memilih waktu yang tepat. Karena jamaah Masjid Nabawi di setiap waktu salat sudah ribuan.

“Laki-laki bisa pertengahan malam, pagi, atau siang. Saran saya mencari waktu itu,” kata Nasrullah.

Namun dia berharap jamaah tidak memaksakan diri. Dia juga mengimbau para jamaah haji untuk memanfaatkan waktu untuk salat arbain dengan bijak. Mengingat jamaah hanya 9 hari di Madinah untuk melaksanakan salat 40 waktu itu.

“Jangan menghabiskan waktu untuk hal-hal yang tidak terkait ibadah,” ingatnya.

“Kalau berbelanja itu di Makkah juga masih banyak toko,” pungkasnya

Keyword: Tips Bermunajat Di Raudhah Ziarah Expedia Wisata Tips Bermunajat Di Raudhah Ziarah Expedia Wisata Tips Bermunajat Di Raudhah Ziarah Expedia Wisata Tips Bermunajat Di Raudhah Ziarah Expedia Wisata Tips Bermunajat Di Raudhah Ziarah Expedia Wisata

Waspada Dehidrasi Dan Heat Stroke Saat Haji

Waspada Dehidrasi Dan Heat Stroke Saat Haji

Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KHOM, FACP, FINASIM, dari Divisi Gastroenterologi, Departemen Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia mengatakan saat berada di Tanah Suci, cuaca panas menyengat bisa memberikan masalah kesehatan. Disebutkan dr Ari, suhu udara di Makkah dan Madinah bahkan bisa mencapai 40 derajat Celcius.

Baca Juga: Mekkah Yang Dirindukan

“Saat ini cuaca di Makkah maupun Madinah Haji cukup panas, siang hari lebih dari 40 derajat Celsius. Yang perlu diantisipasi atas suhu udara yang tinggi ini adalah terjadinya dehidrasi,” tuturnya.

“Jika tidak diantisipasi lebih lanjut kondisi panas ini dapat menyebabkan terjadi heat stroke, suatu keadaan mengancam jiwa akibat suhu tubuh yang meningkat sampai 40 derajat Celcius akibat suhu di luar yang tinggi,” tulis dr Ari dalam surat elektronik kepada wartawan, baru-baru ini.

Dengan cuaca yang panas dan aktivitas luar ruangan yang dilakukan para jemaah haji, kebutuhan air harus sangat tercukupi. Dikatakan dr Ari, kebutuhan cairan tubuh akan meningkat karena cuaca panas. Ia pun menyarankan agar jemaah haji mengonsumsi air 3-4 liter tiap harinya.

“Selama di masjid diusahakan untuk tetap minum, tempat-tempat penampungan minum yang berisi air zam-zam selalu tersedia di dalam dan di seputar Masjid Nabawi,” tambahnya.

Hindari konsumsi minuman yang bersifat diuretik dan mempercepat proses buang air kecil seperti teh, kopi dan minuman bersoda. Minuman ini mengandung kafein yang dapat memperberat risiko dehidrasi.

Selain faktor cuaca, keadaan lain yang bisa menimbulkan masalah kesehatan adalah rasa lelah akibat perjalanan. Aktivitas ibadah termasuk pulang dan pergi ke masjid, melakukan tawaf dan ziarah terkadang membuat rasa lelah terabaikan. Padahal, risiko kesehatan juga mengancam tubuh yang lelah.

“Rasa bersyukur dan ingin segera melihat Masjid Nabawi serta ziarah ke makam Nabi Muhammad SAW kadang kala mengalahkan rasa lelah yang ada selama perjalanan dan sampai di penginapan. Oleh karena itu hal yang perlu dicermati oleh para jamaah dan para pimpinan kelompok adalah agar bagi para jemaah tersedia waktu istirahat yang cukup setelah sampai di penginapan,” tutupnya.

Tips Mencari Toilet Terdekat Di Masjidil Haram Ziarah Expedia Wisata

Tips Mencari Toilet Terdekat Di Masjidil Haram Ziarah Expedia Wisata

Area utama Masjidil Haram tak memiliki toilet. Anda harus berjalan ke luar untuk menemukannya. Kenali lokasi Anda dan cari toilet terdekat agar tidak berputar-putar.

Baca Juga: Perbedaan Haji Dan Umroh

Menjelang puncak haji, Masjidil Haram semakin hari semakin padat. Jemaah datang dari berbagai negara untuk beribadah. Tak hanya arena ibadah, namun toilet pun selalu penuh setiap saat. Anda harus memahami titik-titik lokasi toilet agar tidak salah jalan, sebab saat ini proyek perluasan masih berlangsung, sehingga tak semua akses jalan terbuka.

Berbeda dengan toilet, khusus untuk tempat berwudhu lebih mudah diakses dan ditemukan. Lokasinya ada di pelataran, halaman sampai di dalam masjid, tepatnya di dekat jalan menuju arena sa’i.

Nah, untuk toilet, ada beberapa yang mudah ditemukan, namun tak sedikit juga butuh usaha ekstra untuk mencarinya. Berikut beberapa titik toilet dan cara menemukannya dari lokasi Anda berada:

1. Datang dari arah terminal Ajyad

Bila Anda datang dari arah terminal Ajyad atau rumah sakit Ajyad, maka toilet besar akan terlihat jelas di sebelah kiri menjelang pintu utama Masjidil Haram. Tulisan WC terlihat jelas dengan gambar untuk menandakan toilet pria dan wanita.

Seandainya toilet tersebut penuh, Anda bisa mencari alternatif toilet di tower zamzam. Di dalam mal tersebut, mulai dari lantai 1 ada toilet untuk laki-laki di sayap mal sebelah kanan, dan wanita di sayap mal sebelah kiri, atau di lantai atas.

2. Berada di pelataran masjid gerbang King Fahd

Bila Anda datang dari arah Misfalah, lalu hendak mencari toilet, atau keluar dari dalam masjid melalui gerbang utama King Fahd, maka sebaiknya mencari toilet bawah tanah. Posisinya ada di depan hotel Hilton dan Dar Al Tawhid. Jangan sampai tertukar dengan jalur bawah tanah menuju arena penjemputan. Perhatikan logo dan tulisan WC serta gambar pria atau wanita. Sebab toilet pria dan wanita terpisah dan jaraknya cukup berjauhan.

3. Berada di arena Sa’i

Bila Anda sedang berada di arena sa’i dan hendak ke toilet maka tidak perlu berjalan ke luar menuju gerbang utama King Fahd. Keluar saja lewat pintu Marwah lalu berjalan sekitar 100 meter ke arah bangunan bertuliskan WC. Di sini juga terpisah toilet untuk wanita dan pria, sehingga perlu diperhatikan gambarnya.

Untuk pria, tidak ada toilet untuk buang air kencing sambil berdiri di Masjidil Haram. Semua toilet menggunakan pintu. Dengan demikian, antrean yang ada kadang cukup panjang. Sedikit tips saat mengantre, sebaiknya tidak menunggu antrean di luar lorong, namun masuk ke dalam dan menunggu di depan pintu, agar mendapat giliran lebih cepat.

Selain itu, dalam jam-jam sibuk dan padat seperti salat fardlu atau salat Jumat, sebaiknya Anda menggunakan toilet sebelum masuk ke dalam masjid. Sebab, bila di tengah waktu salat atau khotbah Jumat, ada kemungkinan bila Anda keluar dulu ke toilet, maka akan kesulitan kembali untuk masuk.

Tips Menjaga Emosi Selama Berhaji Ziarah Expedia Wisata

 

Tips Menjaga Emosi Selama Berhaji Ziarah Expedia Wisata

Tim Kesehatan Haji Indonesia di Arab Saudi setiap tahunnya selalu menangani jemaah yang memiliki gangguan emosi dan perilaku. Lalu, bagaimana sebenarnya cara menghindari agar jemaah bisa tetap menjaga emosinya selama ibadah ?

Baca Juga: Perbedaan Haji Dan Umroh

dr Isa M Noor, humas dari Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daker Makkah menyebut ada beberapa faktor jemaah bisa terganggu emosi dan perilakunya selama berhaji. Salah satunya adalah penyesuaian di tempat baru. Banyak jemaah, terutama yang berusia lanjut, baru mendapat pengalaman pertama ke luar negeri, naik pesawat terbang, bahkan mungkin ke luar daerah.

Selain itu, tak sedikit juga jemaah yang shock dengan persoalan bahasa dan komunikasi, sampai kurangnya rasa percaya diri. Bahkan juga ada yang tak bisa menakar emosinya saat terpisah dari pendamping, fisik yang kelelahan, sampai cuaca yang terlalu panas.

Misalnya ada yang kehausan tapi nggak mau ngomong sampai akhirnya dehidrasi. Atau mau pipis malah menahan karena takut bertanya,” kata dr Isa saat ditemui di kantornya.

Ada juga jemaah yang kaget dengan penuhnya Masjidil Haram atau Arafah Mina. Di lokasi tersebut, berkumpul jutaan manusia dari berbagai negara. “Ada yang kadang kebingungan dengan kondisi tersebut,” tambahnya.

dr Melza, kepala seksi kesehatan Daker Makkah memberikan tips bagi para jemaah agar terhindar dari gangguan emosi dan perilaku. Salah satunya dengan cara meningkatkan kepasrahan kepada Allah SWT saat berhubungan dengan lingkungan baru. Dengan ibadah, emosi akan cenderung stabil dan tidak terlalu kaget menghadapi situasi baru.

dr Ika Nurfarida dari penanggung jawab medis di KKHI menambahkan, pertolongan pertama pada orang yang mengalami gangguan perilaku adalah dengan cara meminum banyak air. Bisa jadi gangguan tersebut berawal dari dehidrasi.

“Setelah itu didekati, baru ditenangkan,” kata dr Ika.

Bila ada jemaah yang sudah mulai membahayakan diri dan orang lain perilaku emosinya, maka dokter akan menyarankan agar jemaah dibawa ke KKHI untuk ditangani oleh psikiater yang sudah disiapkan. Di KKHI Makkah, ada ruang khusus untuk penanganan emosi dan perilaku.

 

Tips Jamaah Haji Saat Ibadah Armina Ziarah Expedia Wisata

Tips Jamaah Haji Saat Ibadah Armina Ziarah Expedia Wisata

Cuaca di Arab Saudi saat puncak haji bisa mencapai 50 derajat celcius. Para jemaah diimbau untuk selalu menjaga kesehatan agar bisa menjalankan ibadah Arafah Mina (Armina).

Baca Juga: Perbedaan Haji Dan Umroh

Berikut beberapa tips untuk para jemaah haji agar stamina tetap terjadi selama ibadah Armina.

1. Minum yang cukup agar tidak dehidrasi

Cuaca panas ekstrem di Armina bisa membuat jemaah yang kekurangan cairan dehidrasi. Selama perjalanan baik itu dari Makkah menuju Arafah, Mudzalifah ke Mina disarankan untuk membawa botol minuman.

Pastikan membawa botol minuman sesuai kebutuhan, jangan sampai botol malah menjadi beban bagi jemaah. Bila terasa panas yang begitu menyengat, jemaah bisa mengguyur kepala dengan air agar panas di tubuh berkurang dan membuat kepala dingin.

2. Jangan makan sembarang

Jemaah diimbau tidak makan sembarang. Hal ini untuk menghindari sakit perut atau lainnya.

Sakit perut atau mules ingin buang hajat hingga berkali-kali akan membuat jemaah tidak nyaman. Apalagi harus menunggu antrean toilet umum yang cukup panjang karena banyak digunakan juga oleh jemaah yang lain.

3. Selalu bersama rombongan

Jemaah harus tetap berada dalam rombongannya. Jangan berjalan sendiri-sendiri agar tidak hilang dan tersasar di tengah lautan manusia. Selain itu selalu taati jadwal dan rute yang telah disepakati bersama.

4. Hindari kegiatan tidak perlu

Malam hari sebelum wukuf, jemaah akan bermalam di tenda. Disarankan para jemaah tidak melakukan kegiatan di luar tenda karena cuaca di luar sangat panas.

5. Bawa obat-obatan pribadi

Bagi jemaah yang punya penyakit khusus jangan lupa bawa obat-obatan pribadi. Selain itu bila perlu konsumsi vitamin agar stamina tetap terjaga.

Keyword: Tips Jamaah Haji Saat Ibadah Armina Ziarah Expedia Wisata Tips Jamaah Haji Saat Ibadah Armina Ziarah Expedia Wisata Tips Jamaah Haji Saat Ibadah Armina Ziarah Expedia Wisata Tips Jamaah Haji Saat Ibadah Armina Ziarah Expedia Wisata Tips Jamaah Haji Saat Ibadah Armina Ziarah Expedia Wisata

Tips Membawa Barang Bawaan Selama Haji Ziarah Expedia Wisata

Tips Membawa Barang Bawaan Selama Haji Ziarah Expedia Wisata

Sebagian jemaah haji dari Madinah ada yang tak terangkut barang bawaannya saat tiba di Makkah. Penyebabnya, koper dan barang bawaan jemaah sudah membengkak karena barang belanjaan, sehingga tak muat di bus. Bagaimana tips menyiasati ini?

Baca Juga: Hikmah Umroh

Di sektor Makkah, ada beberapa jemaah haji yang kopernya tak datang bersamaan dengan bus kedatangan di Makkah. Koper mereka baru keesokan harinya atau setelahnya. Setelah ditanyakan kepada pihak panitia, hal ini terjadi karena bus sudah tak sanggup menampung barang bawaan jemaah.

Ada jemaah yang membawa dua sampai tiga tas besar, sehingga bus tersebut tidak bisa mengangkut semuanya. Dengan demikian, terpaksa ada tas yang ditinggal dan baru diangkut beberapa hari setelahnya.

Kemungkinan besar, hal ini juga akan terjadi saat jemaah gelombang II meninggalkan Makkah untuk melanjutkan ibadah di Madinah setelah puncak haji. Agar barang Anda tidak tertinggal, ada beberapa saran seperti berikut:

1. Belanja di Kota Kepulangan

Bila Anda jemaah gelombang satu, maka Anda akan datang dari Madinah dan pulang dari Bandara Jeddah. Nah, waktu untuk belanja bisa dilakukan setelah puncak haji saat berada di Makkah atau Jeddah. Sehingga barang bawaan Anda tidak perlu diangkut terlalu berat dari Madinah ke Makkah.

Bila Anda jemaah gelombang dua, maka Anda akan datang dari bandara Jeddah lalu pulang dari bandara Madinah. Nah, sebaiknya Anda belanja di Madinah saja, sehingga perjalanan dari Makkah ke Madinah tidak direpotkan dengan barang bawaan segunung, dan ada risiko tertinggal karena kapasitas bus.

2. Menggunakan Kargo

Kepala Daerah Kerja Makkah Arsyad Hidayat memberikan saran agar para jemaah tidak repot menenteng barang bawaan. Bila jumlah barangnya banyak, maka bisa dikirim via kargo. Ini bisa dilakukan sebelum atau setelah puncak haji bergulir.

Salah satu penyedia jasa kargo yang sudah mulai bergerilya ke pemondokan jemaah. Tarif untuk pengiriman kargo dari Makkah adalah 9 riyal per kilogram. Minimal jumlah pengiriman adalah 20 kilogram ke satu alamat tujuan.

Waktu pengirimannya bila dilakukan sebelum puncak haji adalah 15 hari untuk tujuan Jakarta. Sementara bila dilakukan setelah puncak haji berkisar tiga pekan.

Jadi, kalau pakai kargo. Misalnya dikirim dari sini sekarang, nanti pas kepulangan, barangnya sudah sampai di rumah bareng dengan jamaah.

3. Belanja di Indonesia

Tidak perlu semua barang dibeli dari Arab Saudi untuk oleh-oleh kerabat atau sanak saudara. Bila barang yang mudah didapat dengan harga murah bisa didapatkan di Indonesia maka sebaiknya membeli di Tanah Air saja.

Seorang mukimin di Saudi menyarankan bila ingin membawa oleh-oleh sebaiknya membeli barang atau makanan yang benar-benar murah bila dibandingkan dengan Indonesia. Misalnya saja kurma nabi atau ajwa. Bila membeli di Saudi, maka harganya jauh lebih murah. Begitu pun kurma lainnya atau makanan lain. Namun untuk urusan barang-barang, dia menyarankan membeli seperlunya saja.

Tips Aman Naik Taksi Di Arab Saudi Ziarah Expedia Wisata

Tips Aman Naik Taksi Di Arab Saudi Ziarah Expedia Wisata

Moda transportasi di Arab Saudi agak berbeda dengan di Indonesia. Bila di Indonesia banyak angkot yang berlalu lalang, di Arab Saudi tidak terlihat pemandangan seperti itu.

Baca Juga: Hikmah Umroh

Salah satu transportasi yang sering digunakan jemaah haji adalah taksi. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat jemaah ingin menggunakan jasa taksi.

Dalam buku Bahasa Arab untuk Jemaah Haji dan Umrah karya Rafiq Jauhari, seperti dikutip Kamis (15/9/2016) dikatakan sebagian besar taksi di Arab Saudi tidak menghidupkan alat penghitung kilometer dan harga (argo). Jadi ada baiknya sebelum naik, sepakati dulu ongkosnya.

“Setiap mobil bisa diberhentikan sebagai taksi dan harga disepakati dengan tawar-menawar sebelumnya,” ucap Rafiq.

Tips lainnya, pastikan sopir taksi paham tempat yang dituju penumpang. Sebab saat musim haji ini, banyak sopir taksi yang beroperasi dari luar kota atau luar Arab Saudi seperti Pakistan, Bangladesh hingga India.

“Orang asing banyak yang memakai mobilnya sebagai angkutan. Hal ini tentu membuka kemungkinan adanya tindak kriminal yang dilakukan sopir taksi pada penumpangnya,” jelas Rafiq.

Maka dari itu ada beberapa yang perlu diperhatikan. Pertama jangan sekali-kali perempuan sendirian menaiki taksi, bahkan ketika pergi bersama rombongan juga tetap harus berhati-hati.

“Caranya ketika menaiki kendaraan dahulukan laki-laki dan ketika turun dari kendaraan, perempuan yang didahulukan. Tujuannya untuk menghindari tindakan kriminal yang kadang masih terjadi ketika penumpang berada di atas kendaraan,” ucap Rafiq.

Tips lainnya adalah soal barang bawaan. Lebih baik membawa barang di dalam kabin dan tidak meletakkannya di bagasi. Hal ini karena banyak kejadian jemaah lupa menyimpan barang di bagasi.

Bila sudah sampai tempat tujuan dan sopir taksi meminta uang lebih dari harga yang disepakati, sebaiknya jangan mau memberi lebih. Penumpang bisa mengucapkan kalimat ini.

“Katakan saja dengan sopir “Haram aleik”. Maksudnya adalah peringatan bagi sopir bahwa tindakan demikian diharamkan baginya,” kata Rafiq.

 

Tips Menjaga Asupan Air Bagi Jamaah Haji Ziarah Expedia Wisata

Tips Menjaga Asupan Air Bagi Jamaah Haji Ziarah Expedia Wisata

Suhu tinggi dengan kelembaban yang rendah menjadi persoalan bagi jemaah yang akan melaksanakan ibadah haji. Perbedaan cuaca yang ekstrim dibandingkan di Tanah Air mengharuskan para jemaah untuk menyesuaikan diri dengan cepat. Untuk itu, berikut tips bagi para calon jemaah haji sebelum berangkat ke tanah suci

Baca Juga: Mekkah Yang Dirindukan

Pertama, proses persiapan dalam menyesuaikan diri perlu dilakukan sejak di tanah air. Persiapan ini dapat dilakukan dengan membiasakan pola hidup bersih dan sehat serta makan makanan dengan gizi seimbang. Lalu biasakan juga konsumsi air minum yang sesuai dengan kebutuhan tubuh. Usahakan tidak hanya mengonsumsi air minum ketika makan besar saja, tetapi juga di antara jam makan. Agar lebih mudah diterapkan, sebaiknya meminum air putih pada setiap jadwal shalat setiap harinya.

Agar calon jemaah haji membiasakan diri berada di bawah sinar matahari sebelum berangkat ke tanah suci. Hal ini dilakukan agar tubuh mulai terbiasa dengan suhu di Arab Saudi yang terik.

Selanjutnya, dr Purwita Wijaya Laksmi, SpPD, KGer dari Indonesian Hydration Working Group menganjurkan agar ketika berada di pesawat, jangan lupa siapkan persedian air minum. Beberapa jemaah biasanya tidak mengonsumsi air minum ketika berada di pesawat menuju tanah suci. Sebab ketersediaan toilet sangat terbatas apalagi kursi di pesawat posisinya sangat berdekatan antara satu jemaah dengan yang lainnya. Sehingga ada jemaah yang malas meminum air agar tidsk terlalu sering ke toilet. Padahal perjalanan ke Arab Saudi memakan waktu sekitar 10 jam.

 

Hindari juga minuman bersoda dan berkafein. Karena beberapa zat di dalam minuman tersebut dapat memicu jemaah mengalami dehidrasi.

 

Jemaah juga tidak disarankan untuk meminum air sekali banyak. Sebab hal ini dapat membuat kembung dan menganggu toleransi lambung, apalagi bagi jemaah yang sudah berusia di atas 60 tahun. Pada usia ini, tingkat toleransi lambung pun menurun.

 

Untuk membekali tenaga medis yang mendampingi jemaah haji, Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan Indonesian Hydration Working Group (IHWG) hari ini meluncurkan buku Pedoman Hidrasi Saat Haji & Umroh di Double Tree Hotel, Cikini, Jakarta Selatan. Tujuannya agar para tenaga medis mampu lebih memahami kebutuhan cairan serta penanganan yang tepat pada jemaah yang mengalami dehidrasi.

 

Para jemaah juga akan dibekali dengan panduan untuk melakukan tes urin mandiri. Panduan ini berupa indikator kecukupan konsumsi air minum berdasarkan warna urin.

 

dr Fidiansjah, Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan menganjurkan agar para jemaah rutin melakukan tes urin mandiri setiap pagi sebelum beraktivitas. Sehingga jemaah mampu menilai sendiri pola konsumsi air untuk memenuhi kebutuhan cairan pada diri masing-masing. Sebab konsumsi air minum yang cukup sangat berperan dalam menjaga kualitas ibadah haji para jemaah. Selain karena faktor cuaca, faktor usia jemaah juga sangat berpengaruh.

 

“Jemaah yang sudah berusia lanjut, biasanya mereka tidak sadar kebutuhan air minumnya. Karena mereka sering merasa tidak haus, padahal tubuhnya tetap membutuhkan asupan air minum, ” tambah dr. Fidiansjah.

Tips Sebelum Berhaji Ziarah Expedia Wisata

Tips Sebelum Berhaji Ziarah Expedia Wisata

Setiap umat Islam yang mampu dan memiliki jiwa raga yang sehat diharuskan pergi haji. Ini adalah sebuah kewajiban, bukan pilihan. Pengalaman ibadah berharga sekali seumur hidup ini membutuhkan persiapan maksimal dan perencanaan yang matang.

Baca Juga: Ziarah Expedia Wisata Berencana Menggugat Publik News

Berikut adalah beberapa tips untuk membantu Anda mempersiapkan ibadah haji.

1. Berdoa Kepada Allah
Ucapkanlah bismillah (dengan menyebut nama Allah Swt.) dan berdoalah kepada Allah agar Anda diberikan kemudahan dalam setiap tahapannya. Hanya Dia yang mampu membantu Anda.

2. Persiapkan Waktunya
Jika Anda bekerja, hendaknya mendiskusikan perihal cuti dengan atasan Anda. Anda membutuhkan waktu paling tidak 3 pekan sampai dengan 1 bulan untuk melaksanakan ibadah haji. Periksa tanggal pasti kapan Anda berangkat dan pulang. Anda dapat berkonsultasi dengan agen perjalanan haji Anda tentang waktu keberangkatan dan tanggal pastinya.

3. Mulai Menabung
Haji merupakan sebuah investasi. Anda perlu meluangkan waktu dan mulai mencari agen perjalanan yang dapat memberikan Anda harga dan pelayanan yang terbaik. Anda dapat memulainya dengan bertanya kepada kerabat atau teman Anda yang telah sebelumnya menunaikan ibadah haji. Tanyakan kepada mereka tentang semua informasi yang dibutuhkan, mulai dari harga dan pelayanan yang diberikan oleh agen perjalanan tersebut.

Carilah agen perjalanan yang menawarkan berbagai pilihan paket haji beserta rincian lengkapnya. Jangan sampai Anda terbuai dengan paket yang mewah namun tanpa Anda ketahui rincian di dalamnya. Juga akan lebih baik jika agen perjalanan tersebut menawarkan Anda perihal imigrasi, paspor, dll.

4. Persiapkan Dokumen Resmi

Dibutuhkan beberapa dokumen resmi untuk pergi haji.

Anda akan membutuhkan visa agar bisa menginjakkan kaki di negara Arab Saudi. Cari tahu berapa lama sebelum Anda harus mengajukan permohonan ini, dokumen apa yang harus dipersiapkan untuk itu. Pastikan paspor Anda belum kedaluwarsa. Atau jika Anda belum memilikinya, pastikan Anda membuatnya jauh hari sebelum Anda berangkat, karena birokrasi terkadang memakan waktu lama.

5. Bekali Diri Dengan Informasi Haji
Terdapat banyak buku mengenai persyaratan dan cara berhaji. Salah satunya adalah buku Umroh & Haji oleh Sarwar Alam Raz. Pelajarilah tentang tahapan ibadah haji, bagaimana dan kapan suatu ibadah harus dilakukan, serta hal-hal yang harus dihindari dan dianjurkan selama haji.

6. Jaga Tubuh Agar Tetap Sehat

Haji adalah salah satu ibadah dalam Islam yang menuntut fisik prima. Bayangkan Anda harus berjalan di bawah terik matahari, berjalan dari Safa ke Marwa, dan beberapa tahapan lainnya yang harus dilakukan.

Mulai hari ini, jaga fisik dan kesehatan Anda. Perhatikan apa yang Anda makan dan olahragalah secara teratur. Terapkan pola hidup sehat dengan menghindari makanan dan kegiatan yang dapat merusak kesehatan Anda. Dengan demikian, insyAllah badan Anda akan tetap prima ketika waktu haji tiba.

7. Temui Mereka Yang Sudah Pergi Haji Sebelumnya

Bertemu dan memperoleh informasi langsung dari mereka yang telah pergi haji atau memiliki pengalaman berhaji sebelumnya adalah sesuatu yang berharga. Jadikanlah momen pertemuan tersebut untuk menggali informasi tentang setiap tahapan ibadah haji. Juga tak kalah penting Anda bisa bertanya tentang lingkungan, cuaca di kota terkait, serta makanan yang hemat serta praktis. Karena makanan sering menjadi persoalan terkait adaptasi atau penyesuaian diri di lingkungan baru. Apalagi Anda akan pergi dan tinggal di kota tersebut dalam jangka waktu yang lumayan lama.

Demikianlah beberapa tips tentang haji dan umroh yang bisa Anda jadikan referensi. Semoga bermanfaat dan Anda menjadi haji yang mabrur.