Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bertanya pada seorang wanita,

مَا مَنَعَكِ أَنْ تَحُجِّى مَعَنَا

“Apa alasanmu sehingga tidak ikut berhaji bersama kami?”

Wanita itu menjawab, “Aku punya tugas untuk memberi minum pada seekor unta di mana unta tersebut ditunggangi oleh ayah fulan dan anaknya –ditunggangi suami dan anaknya-. Ia meninggalkan unta tadi tanpa diberi minum, lantas kamilah yang bertugas membawakan air pada unta tersebut. Lantas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

فَإِذَا كَانَ رَمَضَانُ اعْتَمِرِى فِيهِ فَإِنَّ عُمْرَةً فِى رَمَضَانَ حَجَّةٌ

“Jika Ramadhan tiba, berumrahlah saat itu karena umrah Ramadhan senilai dengan haji.” (HR. Bukhari no. 1782 dan Muslim no. 1256).

Jika mengamati hadist di atas, tentu si perempuan itu punya alasan yang kuat sehingga tidak ikut melaksanakan haji bersama Rasulullah SAW, sebuah kondisi yang tak bisa ia tinggalkan, disinilah Islam begitu flesksibel, tidak kaku, dan mudah bagi umatnya. Tentu saja berbeda dengan mereka jika pada musim haji sudah datang dan tidak ada halangan yang berarti untuk tidak berangkat, apalagi sudah ada kemampuan yang telah diberikan oleh Allah SWT, baik berupa kesehatan fisik dan mental juga berupa modal atau biaya berangkat haji.

Berangkat Haji dengan segera bisa tidak melalui antrian yang panjang dan cukup aman, bisa dilihat tautan ini . 

Kalau dipikir-pikir, umroh di bulan ramadhan itu cukup berat, karena ibadah puasa tetap berjalan sementara melakukan Thawaf dan S’ai pada cuaca yang panas, jika pada musim Haji ketika berada di Arafah juga lumayan panas kan?, kecuali cuaca berubah. Namun apapun semua itu, tidak ada halangan jika niat sudah bulat, dan sebaik-baik ibadaha adalah dengan keikhlasan. Biarlah Allah yang mencukupi semua kekurangan hamba-hambaNya.

Adapun hadis berikut ini yang menguatkan alasan mengapa umroh di bulan ramadhan itu cukup “diperhitungkan” tanpa bermaksud membanding-bandingkan segala bentuk ibadah yang ada, karena tujuan dari semua ibadah adalah penghambaan, yaitu mencapai derajat takwa.

فَإِنَّ عُمْرَةً فِيهِ تَعْدِلُ حَجَّةً

Umrah pada bulan Ramadhan senilai dengan haji.” (HR. Muslim no. 1256)

فَإِنَّ عُمْرَةً فِى رَمَضَانَ تَقْضِى حَجَّةً مَعِى

Sesungguhnya umrah di bulan Ramadhan seperti berhaji bersamaku” (HR. Bukhari no. 1863).

Tentu keshahihan hadis di atas tak diragukan lagi, jadi umrah di bulan ramadhan adalah pilihan masing-masing. dan mungkin ada sedikit tips dari Info Muslim Tours dan Ziarah Expedia Wisata tentang Tips umroh di bulan Ramadhan, bisa klik disini,

Umrah dan Haji memiliki keterkaitan, dan khusus bulan ramadhan juga mendapatkan perhatian yang serius, namun bukan berarti umrah di bulan ramadhan bisa menggantikan haji yang wajib, tetap keduanya berdiri masing-masing namun tak terpisahkan, artinya jika tak ada halangan berhaji wajiblah didahulukan, dan jika masih banyaknya halangan apalagi terkait masalah akomodasi mungkin bisa bersabar, yang jelas niat sudah ada dalam hati.

Siapa yang tak ingin merasakan suasana shalat taraweh di  Masjidil Haram?, siapa yang tak ingin merasakan doa-doa yang melinangkan air mata ketika Imam Masjidil Haram memimpin doa yang diikuti jutaan umat ?, siapa yang tak ingin meraih malam-malam lailatul Qadar apalagi dengan shalat tahajjud berjamaah?. Semua itu hanya bisa dirasakan ketika Umrah di bulan ramadhan.

Jika antum tertarik umrah di bulan ramadhan segera hubungi kami (Travelindoexpedia@gmail.com) atau Expedia_line@yahoo.com, atau bisa via Whatsapp 081905381414, kami puas ketika anda merasakan kenyamanan dan konsentrasi beribadah, dan berharap pahala-pahala ibadah menjadi bekal di akhirat kelak. aamiin..

Buka puasa di Masjidil Haram, betapa indahnya kebersamaan kaum muslimin, duduk bareng beribadah bersama-sama
Berikut kami kutip lagi dari Imam Nawawi dan jawaban dari Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz rahimahullah (ketua Komisi Fatwa Kerajaan Saudi Arabia di masa silam) :
Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Yang dimaksud adalah umrah Ramadhan mendapati pahala seperti pahala haji. Namun bukan berarti umrah Ramadhan sama dengan haji secara keseluruhan. Sehingga jika seseorang punya kewajiban haji, lalu ia berumrah di bulan Ramadhan, maka umrah tersebut tidak bisa menggantikan haji tadi.” (Syarh Shahih Muslim, 9:2)
Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz rahimahullah (ketua Komisi Fatwa Kerajaan Saudi Arabia di masa silam) pernah menerangkan maksud umrah Ramadhan seperti berhaji bersama Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau mendapat pertanyaan, “Apakah umrah di bulan Ramadhan bisa menggantikan haji berdasarkan sabda Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Barangsiapa berumrah di bulan Ramadhan maka ia seperti haji bersamaku”?

Jawaban Syaikh rahimahullah, “Umrah di bulan Ramadhan tidaklah bisa menggantikan haji. Akan tetapi umrah Ramadhan mendapatkan keutamaan haji berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Umrah Ramadhan senilai dengan haji.” Atau dalam riwayat lain disebutkan bahwa umrah Ramadhan seperti berhaji bersama Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam-, yaitu yang dimaksud adalah sama dalam keutamaan dan pahala. Dan maknanya bukanlah umrah Ramadhan bisa menggantikan haji. Orang yang berumrah di bulan Ramadhan masih punya kewajiban haji walau ia telah melaksanakan umrah Ramadhan, demikian pendapat seluruh ulama. Jadi, umrah Ramadhan senilai dengan haji dari sisi keutamaan dan pahala. Namun tetap tidak bisa menggantikan haji yang wajib.” [Fatawa Nur ‘ala Darb, Syaikh Ibnu Baz]

Harapan kami, semoga antum-antum dimudahkan melaksanakan umrah ataupun haji sehingga menjadi hikmah yang bisa diresapi dalam jenjang-jenjang ibadah kepada Allah SWT, dan mendapatkan umrah ataupun haji yang mabrur. Wassalam

Info Muslim tours

Kuil Luxor adalah tempat wisata yang paling populer di dunia yang berada di Mesir, tentu sebagai bangunan tua banyak nilai-nilai sejarah yang bisa dipelajari. Dan Kuil ini telah menjadi museum terbuka terbesar di Dunia, lokasinya kira-kira 670 km (416 mil) di selatan Kairo, 220 km (137 mil) di utara Aswan, dan 280 km (174 mil) di sebelah barat Hurghada, lebih tepatnya berada di Provinsi Qena Mesir.

Karena museum kuil ini paling ramai dikunjungi dan menjadi destinasi wisata terfavorit, maka mayoritas masyarakatnya yang jumlah penduduknya hampir 300 jiwa ini bekerja di bidang pariwisata, dan tidak sulit menemukan kantor-kantor dari para pengusaha di bidang ini, karena betapa pentingnya tempat wisata ini.

Banyak objek-objek menarik disini, diantaranya Monumen Candi Luxor, Karnak Temple, Lembah Para Raja, Lembah para Ratu, Deir El-Bahri (Mortuary Temple of Hatshepsut) dan masih banyak lagi yang lainnya.

Luxor kadang sering disebut sebagai Thebes. Ada teks kuno yang menunjukkan bahwa t-apt berarti “Tempat suci”, sedang dalam tulisan Yunani Kuno disebut kue teh. Konon sih dulu ada orang-orang Arab yang sulit mengucapkan dialek pengucapan ini, sehingga akhirnya cukup disebut Thebes. Namun pada abad ke-10 pelancong dari Arab menyebutnya Al-Oksour, atau “tempat Istana” dan lama kelamaan sebutan ini menjadi Luxor. Tempat wisata yang unik.

Untuk menuju ke sana telah tersedia berbagai macam transportasi, bisa dengan kereta api, bahkan dengan pesawat, atau bisa dengan naik bis, atau ingin menggunakan kapal pesiar juga ada, dengan jalur laut kapal Cruise.

Tentu hal ini bukan masalah bagi anda yang ingin menikmati nilai sejarah yang begitu menganggumkan dan berwisata penuh makna, karena pihak travel ziarah expedia wisata atau pt ziarah expedia wisata yang akan mengurus keberangkatan anda, jadi berbagai fasilitas termasuk transportasi adalah tanggungjawab kami. Kami hanya mengingingkan anda bahagia dan nyaman selama perjalanan. Kami memberikan yang terbaik, karena sudah berpengalaman menempuh jalur ini.

Silahkan menghubungi kami via email : travelindoexpedia@gmail.com atau Whatsapp : 081905381414

Berikut foto-foto dari jemaah yang telah merasakan bagaimana rasanya menjadi Raja dan Ratu di Luxor :-), nantikan tulisan berikutnya tentang sedikit kisah sejarah di tempat ini..

 lu

Hikmah-hikmah dari Allah SWT begitu banyak tersebar di muka bumi ini, seluruh perintah-Nya adalah kebaikan, dan seluruh larangan-Nya adalah untuk mencegah manusia terperosot jatuh ke jurang keburukan, Termasuk perintah atau kewajiban ibadah haji memiliki banyak sekali manfaat dan faedah serta tentunya hikmah yang luar biasa untuk diresapi, sehingga sangat bagus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk penyerahan diri kepada Allah SWT (Tauhid).

Allah SWT berfirman :

وَأَذِّن فِى ٱلنَّاسِ بِٱلۡحَجِّ يَأۡتُوكَ رِجَالاً۬ وَعَلَىٰ ڪُلِّ ضَامِرٍ۬ يَأۡتِينَ مِن كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ۬ (٢٧) لِّيَشۡهَدُواْ مَنَـٰفِعَ لَهُمۡ وَيَذۡڪُرُواْ ٱسۡمَ ٱللَّهِ فِىٓ أَيَّامٍ۬ مَّعۡلُومَـٰتٍ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُم مِّنۢ بَهِيمَةِ ٱلۡأَنۡعَـٰمِ‌ۖ فَكُلُواْ مِنۡہَا وَأَطۡعِمُواْ ٱلۡبَآٮِٕسَ ٱلۡفَقِيرَ (٢٨)

Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh, supaya mereka menyaksikan berbagai manfa’at bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak Maka makanlah sebahagian daripadanya dan [sebahagian lagi] berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara lagi fakir. . [al-Hajj [22]:27-28]

Ibadah haji wajib bagi muslim yang mampu, dan kewajibannya hanya sekali seumur hidup. Oleh karena itu, hendaklah seorang Muslim berusaha segera melaksanakannya, apalagi ibadah haji termasuk salah satu dari rukun Islam yang lima.

Dari Ibnu ‘Umar Radhiyallahu anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

بُنِىَ الإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ ، وَإِقَامِ الصَّلاَةِ ، وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ ، وَالْحَجِّ ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ
Islam dibangun di atas lima (tiang): bersaksi tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allâh dan bahwa Muhammad adalah utusan Allâh, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berhaji dan berpuasa di bulan Ramadhan.” [HR. al- Bukhâri no. 8 dan Muslim no. 16]

Barangsiapa menunda-nunda sampai lebih lima tahun, padahal sudah memiliki kemampuan, maka dia benar-benar jauh dari kebaikan.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

يَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ : إِنَّ عَبْدًا أَصْحَحْتُ جِسْمَهُ وَأَوْسَعْتُ عَلَيْهِ فِى الْمَعِيشَةِ تَأْتِى عَلَيْهِ خَمْسَةُ أَعْوَامٍ لَمْ يَفِدْ إِلَىَّ لَمَحْرُومٌ
Allâh Azza wa Jalla berfirman, “Sesungguhnya seorang hamba yang telah Aku anugerahi kesehatan badan, Aku telah luaskan penghidupannya, telah lewat padanya lima tahun, (namun) dia tidak mendatangiKu (yakni: melakukan ibadah haji), dia benar-benar dicegah (dari kebaikan). [HR. al-Baihaqi dalam as-Sunan al-Kubra, no. 10695 dan dalam Syu’abul Îmân, no. 4132, 4133; Ibnu Hibban dalam Shahîhnya, no. 3703; Abu Ya’la dalam Musnadnya, no. 1031; ath-Thabarani dalam Mu’jamul Ausath, no. 486; dari Abu Sa’id al-Khudri Radhiyallahu anhu. Juga diriwayatkan oleh al-Baihaqi dalam as-Sunan al-Kubra dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, no. 10696. Dishahihkan oleh Syaikh Syu’aib al-Arnauth dalam Ta’liq Shahîh Ibnu Hibbân, dan syaikh al-Albani dalam Silsilah ash-Shahîhah no. 1662]

Ketika Allâh Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan para hamba-Nya untuk beribadah, bukan berarti Allâh Azza wa Jalla membutuhkan ibadah itu, akan tetapi hal itu untuk kebaikan manusia sendiri. Demikian juga ketika Allâh mewajibkan ibadah haji, bukan berarti Allâh Azza wa Jalla membutuhkan ibadah haji tersebut. Sebagaimana FirmanNya :

وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا ۚ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ
Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allâh Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” [QS. Ali Imrân [3]: 97]

Imam Ibnu Katsir rahimahullah menukilkan dari Ibnu Abbâs, Mujâhid, dan lainnya, tentang firman Allâh, “Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allâh Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam”, yaitu: Barangsiapa mengingkari kewajiban haji, maka sesungguhnya dia telah kafir, dan Allâh tidak memerlukannya” [Tafsir Ibnu Katsîr, 2/84]

Ayat ini adalah dalil tentang wajibnya haji. Kalimat dalam ayat tersebut menggunakan kalimat perintah yang berarti wajib. Kewajiban ini dikuatkan lagi pada akhir ayat (yang artinya), “Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allâh Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam”.

Dan kewajiban berhaji cukup sekali bisa dilihat pada hadist-hadist berikut ini :

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, ia berkata, “Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berkhutbah di tengah-tengah kami, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
« أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ فَرَضَ اللَّهُ عَلَيْكُمُ الْحَجَّ فَحُجُّوا ». فَقَالَ رَجُلٌ أَكُلَّ عَامٍ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَسَكَتَ حَتَّى قَالَهَا ثَلاَثًا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ : لَوْ قُلْتُ نَعَمْ لَوَجَبَتْ وَلَمَا اسْتَطَعْتُمْ
“Wahai sekalian manusia, Allâh telah mewajibkan haji bagi kalian, maka berhajilah.” Seorang laki-laki bertanya, “Wahai Rasûlullâh, apakah setiap tahun (kewajiban berhaji)?” Maka beliau diam, sampai orang tadi bertanya tiga kali. Kemudian Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika aku mengatakan ‘ya’, maka tentu wajib (haji setiap tahun), dan kamu tidak mampu.” [HR. Muslim no. 1337]

Dan kewajiban haji termasuk perkara yang diketahui secara pasti dari ajaran Islam, sehingga mengingkari kewajibannya merupakan kekafiran.

Karena pentingnya kedudukan haji ini sampai khalifah Umar Radhiyallahu anhu memberikan nasehat dengan mengatakan, “Silahkan dia mati sebagai orang Yahudi atau Nashrani” beliau mengucapkannya tiga kali, “Seorang laki-laki yang mati, namun dia belum berhaji, padahal dia memiliki kelonggaran dan keamanan perjalanan. Satu haji yang aku lakukan ketika aku belum berhaji lebih aku sukai dari pada enam atau tujuh peperangan. Dan sesungguhnya satu peperangan yang aku lakukan setelah berhaji lebih aku sukai dari pada enam atau tujuh haji”.  Riwayat al-Baihaqi dalam as-Sunan al-Kubra, 4/334, no. 8923, penerbit: al-Ma’arif, India. Riwayat ini dihasankan oleh syaikh al-Albâni dalam takhrij hadits no. 4641 dalam kitab Silsilah adh-Adha’îfah

Jadi badah haji merupakan kewajiban yang besar, maka sebagai seorang Muslim yang sudah memiliki kemampuan hendaklah berusaha melaksanakan dengan sebaik-baiknya.

Baca Juga : Cara Aman Berhaji Tanpa Antri

Rumah Nabi SAW di Madinah terletak di pojokan Masjid Nabawi, tepatnya di tempat yang sekarang dijadikan makam Nabi SAW.

Sebagaimana biasanya, semua Nabi itu dikuburkan tepat di mana Nabi itu meninggal dunia, demikian pula Nabi Muhammad SAW.

Ukuran rumah Nabi Muhammad SAW dengan panjang tidak lebih dari 5 meter, lebar hanya 3 meter, dan tinggi atap sekitar 2.5 meter.

Hal utama yang menjadi patokan dalam menentukan luas rumah nabi adalah perkataan seorang sahabat Nabi Muhammad saw yang bernama Daud Bin Qais.

Dalam kitab Shahih Adabul Mufrod karya Imam Bukhari disebutkan bahwa Daud Bin Qais berkata,

“Saya melihat kamar Rasulullah saw, atapnya terbuat dari pelepah kurma yang terbalut dengan serabut. Saya perkirakan lebar rumah ini, kira kira 6 atau 7 hasta, saya mengukur luas rumah dari dalam 10 hasta, dan saya kira tingginya antara 7 dan 8. Saya berdiri di pintu Aisyah saya dapati kamar ini menghadap Maghribi (Marocco)”.

 

Berikut replika rumah nabi :

 

 

Zaman Now berpotensi banyaknya beredar penipuan, arus informasi yang begitu super cepat kadang tak sempat lagi mengkonfirmasi kebenaran suatu berita. Tapi untunglah masih ada orang-orang yang bekerja untuk kebenaran, meski mungkin kalah selangkah dari para penyebar hoax.

Hal ini telah dikonfirmasi dari Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Listya Sekar Siwi

Berikut laporannya:

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID – Beberapa hari ini lagi viral nih promo tiket gratis yang mengatas namakan Air Asia.

Siapa sih yang nggak mau dapet tiket pesawat tanpa bayar sepeserpun. Katanya promo ini digelar dalam rangka ulang tahun Air Asia yang ke 24.

Tapi agaknya kamu harus berhati-hati nih sama yang beginian.

Karena dari siaran pers yang diterima tribunpontianak.co.id, promo ini ternyata sama sekali nggak benar.

AirAsia Indonesia mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap informasi yang beredar melalui media sosial yang menawarkan tiket gratis melalui portal online tertentu.

Informasi tersebut mengarahkan masyarakat untuk merujuk ke tautan tidak resmi http://airasîa.com/tiket-gratis/ yang menawarkan tiket AirAsia dalam rangka perayaan 24 tahun layanan maskapai.

“Kami berkenan untuk mengonfirmasi bahwa informasi yang beredar tersebut merupakan penipuan yang mengatasnamakan AirAsia, Kami mengimbau masyarakat untuk mengabaikan promosi tersebut dan tidak mengklik tautan apapun atau memberikan rincian informasi pribadi,” demikian rilis yang diterima Tribunnews dari Head of Corporate Secretary and Communications AirAsia Indonesia, Baskoro Adiwiyono, Selasa (23/1/2018).

AirAsia juga tidak bertanggung jawab atas tuntutan yang timbul di kemudian hari sehubungan dengan aktivitas yang terkait dengan program tersebut.

Seluruh promosi dari AirAsia hanya dilakukan melalui www.airasia.com serta saluran resmi terpercaya lainnya.

“Kami tidak segan untuk mengambil langkah hukum yang tegas terhadap individu maupun kelompok yang memanfaatkan merek AirAsia untuk tindakan yang ilegal,” tambahnya.

Bila ragu atau ingin menghubungi AirAsia, silakan kunjungi di saluran media sosial resmi berikut:

Facebook : www.facebook.com/airasia,

Twitter: www.twitter.com/airasia_indo

dan juga AskAirAsia : www.airasia.com/ask.

So kamu harus lebih berhati-hati ya guys kalau ada promo kayak gini.

Jadi kesimpulannya,

Maskapai penerbangan AirAsia mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap informasi yang beredar melalui media sosial yang menawarkan tiket gratis melalui portal online tertentu.

http://airasîa.com/tiket-gratis/ yang menawarkan tiket AirAsia dalam rangka perayaan 24 tahun layanan maskapai. WASPADAI WEB TIDAK RESMI INI !!!

AirAsia tidak bertanggung jawab atas tuntutan yang timbul di kemudian hari sehubungan dengan aktivitas yang terkait dengan program tersebut.

Semua orang mau melaksanakan ibadah haji dan menyempurnakan rukun Islamnya yg ke-5.  Karena haji adalah bentuk penyerahan diri kepada Allah SWT. Tapi sayangnya, pengelolaan haji masih banyak permasalahan , halangan, dan butuh perjuangan yang berat. Akan tetapi, jika niat sudah bulat, apakah niat itu harus kendor hanya karena urusan teknis? Salah satu kendala dalam pelaksanaan haji adalah “nomor antrian kuota” yang begitu panjang.

 

Untuk mendaftar sampai tanggal keberangkatan jamaah membutuhkan waktu untuk menunggu 15-30 tahun lamanya.  Haji ONH plus pemerintah sendiri kuotanya saat ini memiliki masa tunggu 5-7 tahun.

Saking panjangnya antrian itu tak jarang yang tak bisa lagi berangkat, baik karena ajal sudah menjemput maupun karena hal lain. Bukankah kalau kebaikan itu harus disegerakan?

Dan setiap masalah pasti ada jalan keluarnya, maka permasalahan haji yang harus mengantri panjang untuk berangkat, bisa disiasati dengan jalur lain. Salah satunya dengan Haji Non Kuota ini. Banyaknya penipuan yang dilakukan travel penyelenggara dan kegagalan pemberangkatan haji non kuota bukan berarti program haji non kuota ini bobrok.

Jangan Takut dengan Haji Non Kuota!

Berita negatif mengenai calon haji non kuota gagal berangkat beberapa tahun belakangan semakin memberikan kesan kuat bahwa Haji Non Kuota merupakan sebuah program haji yang harus dihindari. Tak hanya itu, masyarakat yang telah terlanjur geram dengan berita negatif di media bahkan sampai memberikannya gelar buruk kepada calon jamaah haji non kuota tersebut dengan sebutan, ‘haji sandal jepit.’ Apakah memang benar demikian faktanya tentang program haji non kuota? Mengapa para calon haji tersebut yang jadi sasaran kegeraman?

Istilah Haji Non Kuota merujuk pada calon jamaah haji yang berangkat haji diluar kuota nasional (kuota haji reguler dan haji plus). Setiap negara memang dijatah oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi sebagai panitia penyelenggara Ibadah Haji, karena memang ada batas daya tampung Masjidil Haram. Jika tidak ada kuota, bukan tidak mungkin moment Ibadah Haji menjadi moment yang menyedihkan dengan banyaknya korban karena padatnya jamaah dari berbagai negara di dunia yang tidak terkontrol massanya. Iya! Hal itu pasti terjadi karena semua muslim ingin segera menunaikan haji. Bukankah Anda juga menginginkan demikian?

Haji Non Kuota bukanlah haji illegal. Mentri Agama Lukman Hakin Syaifuddin pernah menyatakan hal demikian secara resmi di kantor Kementrian beberapa waktu lalu. Melihat penjelasan yang telah dipaparkan sebelumnya mungkin membuat kita menerka dan mengatakan seperti itu. Jika tidak ikut kuota pemerintah, pastinya ada 2 kemungkinan. Kalau bukan berangkat non kuota, apa ada cara lain berangkat haji tanpa antri yang legal dan aman dari resiko?

 

Jenis Visa Haji Langsung Berangkat & Prosedur Pelaksanaan Haji Non Kuota!

Jenis Visa Haji Langsung Berangkat & Prosedur Pelaksanaan Haji Non Kuota!

  1. VISA FURODAH (HADIAH)

Visa ini adalah hadiah yang diberikan keluarga kerajaan untuk kemudian diperjualbelikan kepada travel penyelenggara haji di seluruh dunia.

Kelebihan : Visa ini relatif lebih aman karena ini adalah visa haji, sehingga jamaah bisa turun pesawat di bandara Jeddah atau Madinah yang hanya dikhususkan untuk jamaah haji selama musim haji.

Kekurangan : Visa ini baru bisa diterbitkan setelah semua keberangkatan haji kuota selesai diberangkatkan. Artinya visa baru bisa di stamp antara 3-1 minggu sebelum hari Arafah. Karena banyaknya visa furodah yang dikeluarkan dan harus di stamp sebelum hari Arafah dan sedikitnya waktu yang diberikan banyak visa-visa yang tidak bisa distamp hingga batas waktu yang ditentukan. Di sinilah banyak terjadi kegagalan pengurusan visa.

Saran  : Yang berminat dengan haji visa jenis ini mohon untuk tidak berharap terlalu banyak karena permintaannya yang tinggi dan terbatasnya visa. Peserta harus hati-hati benar dengan informasi keluar tidaknya visa. Namun begitu sekarang akses melihat visa ini bisa dilihat di situs haji Arab Saudi

  1. VISA MULTIPLE (TIJARIYAH)

Visa ini disebut visa bisnis yang biasa digunakan oleh orang yang suka bolak-balik bepergian ke Arab Saudi. Masa berlaku visa ini beragam, dari 2 tahun, 1 tahun, 6 bulan, 3 bulan sampai 1 bulan. Anda bisa menghitung kapan anda akan berangkat haji hingga kapan waktunya visa ini diproses. 

Kelebihan :  Visa ini bisa distamp jauh-jauh hari sebelum keberangkatan , hingga anda bisa merencanakan keberangkatan haji

Kekurangan : Pengguna visa ini tidak bisa landing pesawat di Jedah/Madinah. Karena hanya pengguna visa haji saja yang diizinkan lewat kedua bandara ini. Sehingga pengguna visa ini tidak bisa langsung mengenakan baju ihram ke Mekah & otomatis kena DAM 1 ekor kambing.

Saran : Banyak jamaah yang dideportasi gara-gara mereka mengenakan baju ihram saat menuju Mekah gara-gara ketidakmengertian mereka dengan jalur ini.  Pengguna visa ini juga rawan masuk ke Mekah jika keberangkatan mereka mendekati hari Arafah hingga terpaksa mereka harus melewati gurun pasir untuk menuju Mekah. Hingga disarankan keberangkatan paling lambat 2 Minggu sebelum hari Arafah dan tidak menggunakan baju Ihram.

  1. VISA AMIL MUSIM (PETUGAS MUSIMAN) & VISA ZIARAH SAKSIYAH (SAKSIYAH)

Visa ini biasa digunakan untuk para pekerja/petugas . Bedanya kalau ziarah Saksiyah untuk umum dan Amil Musim hanya digunakan untuk musiman saja selama musim haji. Cuma bedanya karena Visa Ziarah Saksiyah bukan dikhususkan untuk haji jadi proses masuk ke Arab Saudi tidak bisa lewat Jeddah/Madinah. Tapi Visa Amil Musim diizinkan lewat Jeddah/Madinah karena memang tugasnya untuk itu.

Kelebihan :  Visa ini bisa distamp jauh-jauh hari sebelum keberangkatan , dan harganya lebih murah dari visa yang lain. Terutama untuk amil musim visa ini lebih aman, karena jamaah bisa landing langsung ke Jeddah.

Kekurangan : Visa ini hanya bisa digunakan oleh laki-laki yang berusia di bawah 55 tahun.

 Saran : Untuk pengguna visa ini sebaiknya laki-laki tanpa mahram. Jika harus bersama pasangan istrinya harus menggunakan visa lain yang otomatis perjalanannya akan terpisah, walau pun nanti tetap bertemu selama ibadah.

Intinya Haji Non Kuota aman dilaksanakan dengan catatan :

  1. Pastikan Visa anda aman, anda melihat sendiri visa anda dan untuk visa furodah anda bisa memastikannya lewat situs haji Arab Saudi.
  2. Jangan melunasi pembayaran sebelum anda memastika visa anda aman.
  3. Jangan mendaftar last minute atau mendekati hari Arafah karena harga visa sudah tinggi dan permintaan banyak, dan kalau pun visanya keluar seat pesawat semakin crowded.
  4. Kalau anda melakukan walimatus shafar pastikan setelah visa dan tiket terissud jelas.
  5. Jangan tergiur dengan paket murah karena visa program ini sudah mahal. Visa Furodah bisa sampai $ 7,500 , Multiple bisa sampai $ 5,500. Tiket untuk musim haji bisa di atas $ 2,000. Karena penyelenggara program ini tidak akan berani memastikan tiket sebelum visa aman. Sedangkan penyelenggara kuota sudah melakukan proses tiketting jauh-jauh hari. Jadi harga tiketnya tentu lebih mahal.

Kami sendiri sebagai penyelenggara Haji non kuota bukan tidak pernah mengalami kegagalan hingga terpaksa mengecewakan beberapa jamaah. Namun berdasarkan pengalaman itulah kami bisa menyusun permasalahan-permasalahan di lapangan untuk jadi pembelajaran ke depan.

Dengan mengetahui proses penyelenggaraan haji non kuota minimal mengurangi resiko kegagalan Anda atau kemungkinan terjadinya penipuan dari penyelenggara yang nakal. Semoga bermanfaat dan niat baik ibadah anda terlaksana tanpa halangan.  Amien.

 

Informasi paket Haji Langsung Berangkat :

081905381414 / 087782382158

TESTIMONI JEMAAH

Yordania dikenal dengan wisata religinya. Mulai dari lokasi perang, masjid bersejarah, sampai makam Nabi Harun.
Setidaknya ada 27 objek wisata yang berhubungan dengan sejarah Islam yang bisa ditemui di Yordania. Beberapa di antaranya terkait sejarah para nabi seperti Nabi Sulaiman, Nabi Harun, Nabi Syuaib, Nabi Daud, Nabi Luth, Nabi Musa dan Nabi Nuh.

Yang bisa didatangi adalah makam Nabi Harun karena terletak di bagian dalam kota kuno Petra. Letak tepatnya ada di Jabal Harun. Ini adalah gunung setinggi 1.350 mdpl yang ada di situs kota kuno Petra.

Menurut penduduk sekitar, di sinilah Nabi Harun meninggal dunia dan dimakamkan oleh Nabi Musa. Nabi Harun tiba di wilayah Yordania saat mendampingi Nabi Musa yang membawa umatnya lari dari kejaran Firaun di Mesir. Gunung setinggi 1.350 mdpl ini merupakan gunung tertinggi di area situs purbakala Petra.

Butuh perjuangan untuk sampai ke situs makam Nabi Harun. Karena letaknya yang ada di atas gunung membuat traveler yang ke sana harus mendaki terlebih dahulu.

Namun ada opsi menarik yaitu naik keledai, unta, atau kuda. Untuk naik hewan ini, waktunya sekitar 2 jam.

Sembari naik salah satu hewan tersebut, traveler bisa menikmati pemandangan gunung dan bebatuan. Unik dan berbeda seperti gunung yang ada di Indonesia.

Medan yang cukup menantang juga membuat perjalanan terasa lebih seru. Karena bukan jalan lurus dan mulus yang dilewati, melainkan tebing dan lembah yang kadang bikin deg-degan.

Namun sesampainya di sana, suasana akan langsung berubah karena kamu melihat langsung makam salah satu nabi. Puaskan untuk menikmati waktu selagi berada di sana. (shf/fay/detiktraveler)

Hebron adalah nama lain dari al-Khalil, yaitu nama yang disematkan pada Nabi Ibrahim AS. Hebron terkadang disebut pula dengan nama Hebrew. Kota ini terletak di Tepi Barat, Palestina. Ia merupakan salah satu kota terbesar di Tepi Barat, atau sekitar 30 kilometer di selatan Yerusalem.

Hebron merupakan salah satu pusat perdagangan di Tepi Barat. Di wilayah ini banyak diperdagangkan berbagai kebutuhan sehar-hari, seperti anggur, buah ara, kapur, tembikar, dan susu. Kota ini juga

ramai di kunjungi. Sebab, di kota ini terdapat makam Nabi Ibrahim AS dan istrinya, Siti Sarah. Karenanya, Hebron merupakan salah satu kota suci bagi Yahudi, karena Nabi Ishak dan Ya’kub dimakamkan di sini. Juga istri Nabi Ishak yang bernama Ribka, dan istri Nabi Ya’kub, Leah.

Mereka dimakamkam di sebuah gua yang disebut dengan Gua Para Leluhur (Machpelah, Makfilah). Karena itulah, kaum Yahudi menganggap suci kota ini. Di atas gua, dibangun sebuah tempat yang menyerupai masjid dan disebut dengan nama Masjid Ibrahim.

Di dalamnya terdapat makam Ibrahim, Ishak, dan Ya’kub. Setiap makam memiliki bentuk yang berbeda antara makam laki-laki dan makam perempuan. Makam laki-laki berbentuk segi delapan (octagonal) dan persegi enam adalah makam perempuan, seperti makamnya Sarah dan Leah.

Pada era Isa al-Masih, di pemakaman ini dibangun sebuah tembok yang mengelilinginya dan kawasan ini dinamakan dengan Kampung Rumah Ibrahim al-Khalil. Tak salah bila Kota Hebron ini disebut dengan Kota Tiga Nabi, yakni Nabi Ibrahim, Ishak, dan Ya’kub.

Sebagaimana disebutkan dalam berbagai buku sejarah para nabi, sebelum Ibrahim membawa Hajar dan Ismail ke Makkah, mereka tinggal bersama di Hebron. Nabi Ibrahim menetap di kota ini, setelah meninggalkan Kota Babilonia. Di Babilonia, Ibrahim sempat berhadapan dengan Raja Namrudz, karena ia menghancurkan berhala yang menjadi sesembahan masyarakat saat itu.

Saat tinggal di Hebron, istri Nabi Ibrahim, yakni Siti Hajar, melahirkan seorang putra yang diberi nama Ismail. Kelahiran Ismail ini membuat cemburu Siti Sarah, istrinya yang pertama. Maka, demi menjaga keutuhan rumah tangganya, Ibrahim membawa Ismail dan Siti Hajar berhijrah ke Makkah. Di Makkah inilah, Ibrahim merenovasi dan meninggikan bangunan Ka’bah yang telah mengalami kerusakan akibat banjir.

Setelah selesai pembangunan Ka’bah, Ibrahim kembali ke Palestina. Dan kemudian beberapa kali mengunjungi Ismail dan Hajar di Makkah. Dan ketika suatu hari berkunjung ke Makkah, ia tidak bertemu dengan Ismail, kecuali istrinya saja. Ibrahim merasa kurang sreg dengannya, karena kurang sopan santun. Ibrahim berpesan kepada istri Ismail, bila Ismail telah kembali, hendaknya ia segera mengganti daun pintu rumahnya. Maksudnya agar Ismail menceraikan istrinya. Maka, Ismail pun menceraikannya.

Dan pada kesempatan lain, saat berkunjung kembali ke Makkah, ia mendapati seorang perempuan di rumah Ismail, yang akhirnya diketahui sebagai istri Ismail. Perempuan ini tampak lebih sopan dan ramah dalam menjamu Ibrahim. Ibrahim pun berpesan kepada istrinya Ismail, agar bila Ismail telah pulang, hendaknya ia meneguhkan atau menguatkan daun pintunya, agar tambah kokoh. Maksudnya, Ismail hendaknya senantiasa selalu bersama dengan istrinya itu. Setelah peristiwa ini, Ibrahim kembali ke Hebron, hingga wafatnya.

Dalam Athlas Al-Qur’an, Syauqi Abu Khalil menjelaskan, sesudah Hajar dan Ismail diungsikan ke Makkah oleh Nabi Ibrahim, maka tak lama kemudian, Siti Sarah pun hamil. Tentu saja, kehamilan ini merupakan anugerah Allah kepada Siti Sarah dan Nabi Ibrahim. Sebab, keduanya sudah berusia lanjut.

Menurut Sami bin Abdullah al-Maghluts dalam bukunya Athlas Tarikh al-Anbiya’ wa ar-Rusul, saat itu Siti Sarah telah berusia 90 tahun, sedangkan Ibrahim berusia 120 tahun. “Dan Kami anugerahkan kepada Ibrahim, Ishak, dan Ya’kub, dan Kami jadikan kenabian dan Al-Kitab pada keturunannya.” (QS Al-Ankabut [29]: 27).

Dan istrinya berdiri (di sampingnya) lalu dia tersenyum, maka Kami sampaikan kepadanya kabar gembira tentang (kelahiran) Ishak, dan sesudah Ishak (lahir pula) Ya’kub.” (QS Hud [11]: 71).

Mengetahui kabar gembira ini, maka kagetlah Siti Sarah. Sebab, ia sudah berusia lanjut. Setengah tak percaya, ia berkata kepada Jibril, sebagaimana termaktub dalam ayat selanjutnya.

“Istrinya berkata: “Sungguh mengherankan, apakah aku akan melahirkan anak padahal aku adalah seorang perempuan tua, dan ini suamiku pun dalam keadaan yang sudah tua pula? Sesungguhnya ini benar-benar suatu yang sangat aneh.” Para malaikat itu berkata, “Apakah kamu merasa heran tentang ketetapan Allah? (Itu adalah) rahmat Allah dan keberkatan-Nya, dicurahkan atas kamu, hai ahlulbait. Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah.” (QS Hud [11]: 72-73).

Nabi Ishak dilahirkan di Kota Hebron ini. Menurut al-Maghluts, Nabi Ishak diperkirakan lahir sekitar tahun 1897 SM, sedangkan Ismail empat tahun lebih tua dari Ishak. Nabi Ishak tumbuh dan besar di kota ini pula. Nabi Ishak diangkat menjadi nabi dan diutus kepada kaum Kan’an. Nabi Ishak meneruskan dakwah yang disampaikan oleh Ibrahim kepada kaumnya, untuk senantiasa mengesakan Allah dan meninggalkan sesembahan berhala-berhala.

Nabi Ishak dikenal sebagai seorang nabi yang sangat saleh, jujur, dan berkah. Kepadanya diberikan sejumlah keistimewaan dengan sifat kelembutan, kasih sayang, hilm (tidak emosional), dan penuh perhitungan yang matang.

Tak banyak riwayat mengenai Nabi Ishak. Namun, ketika wafat pada tahun 1717 SM, dalam usia 180 tahun. Demikian keterangan al-Maghluts. Nabi Ishak di makamkan di gua Makfilah, bersamaan dengan kedua orang tuanya, serta istrinya Ribka.

Sementara itu, Nabi Ya’kub adalah putra dari Nabi Ishak. Ia dilahirkan tahun 1837 SM, dan wafat pada 1690 SM. Ketika Nabi Ishak berdakwah kepada kaumnya di Hebron, Nabi Ya’kub mendapat tugas berdakwah di daerah Syam (Suriah, sekarang). Ia berdakwah kepada kaum atau bangsa Kan’an juga.

Namun, ia wafat di Kota Hebron ini dan dimakamkan bersama dengan nenek moyangnya, yakni Ibrahim AS. Bangsa Kan’an menyebut Kota Hebron dengan nama Arba, yang dinisbatkan kepada rajanya yang berbangsa Arab Kan’an, suatu kabilah ‘Inak. Namun, kemudian kabilah ini dikenal dengan nama Gedron atau Gabarion (Hebron).

Kota Hebron masuk dalam wilayah pemerintahan Islam di zaman Khalifah Umar bin Khattab. Yakni, sekitar abad ke-7 Masehi, atau sekitar tahun 25 H/638 M. Pemerintahan Islam berhasil memasuki Kota Hebron tanpa perlawanan.

Selama masa itu, kehidupan masyarakat berjalan damai dan tenteram. Bahkan, pusat perdagangan berkembag pesat. Khususnya dengan orang Badui di Tanah Nageb dan penduduk di sebelah timur dari Laut Mati. Ahli geografi Yerusalem, George A Makdisi, menggambarkan keindahan kota itu pada tahun 985 M.

“Habra (Hebron) adalah desa Ibrahim al-Khalil. Di sana terdapat sebuah bangunan yang sangat indah, berbentuk persegi empat. Di dalamnya terdapat kuburan Nabi Ibrahim, Ishak, Ya’kub, Sarah, Ribka, dan Leah. Di sekitar bangunan tersebut, terdapat perkampungan yang sangat maju dalam bidang pertanian dan perkebunan. Ada banyak kebun anggur, apel, dan lainnya. Buah-buahan itu dikirimkan ke Mesir,” tulis Makdisi.

Pada masa pemerintahan Mamluk dan Ayyubiyah, wilayah Hebron berganti nama menjadi al-Khalil. Nama ini diberikan oleh Shalahuddin al-Ayyubi setelah ia merebut kota tersebut pada tahun 1187 M. Kemudian pemerintahan Ayyubiyah digantikan oleh kekuasaan Turki Usmani.

Di masa inilah, dikeluarkan dekrit yang melarang orang Kristen dan Yahudi memasuki kota itu. Dan hingga pertengahan abad ke-14, dekrit tersebut berakhir dengan diberikannya kesempatan kepada semua orang untuk memasukinya, termasuk kompleks perkampungan al-Khalil. (Rplk)

Tips Bermunajat Di Raudhah Ziarah Expedia Wisata

Tips Bermunajat Di Raudhah Ziarah Expedia Wisata

Jamaah haji dari berbagai negara sudah membanjiri Madinah, khususnya Masjid Nabawi, untuk melaksanakan salat arbain. Selain itu para jamaah juga mencari kesempatan untuk bisa memanjatkan doa di raudhah atau taman surga, sekaligus berziarah ke makam Nabi Muhammad. Butuh doa yang khusyuk dan kesabaran ekstra untuk menembus raudhah.

Baca Juga: Perbedaan Haji Dan Umroh

Raudhah atau biasa disebut taman surga terletak di antara mimbar dengan makam yang dahulu rumah Rasulullah. Tempat ini diberikan nama Raudhah oleh Rasulullah sendiri dan disebut sebagai tempat yang makbul untuk memohon kepada Allah SWT. Raudhah ditandai dengan karpet berwarna hijau dan pilar-pilar yang dicat agak berbeda dengan bunga-bunga dibanding pilar Masjid Nabawi pada umumnya.

Ketua PPIH Daker Madinah Nasrullah berbagi tips untuk menembus kepadatan raudhah. Selain mengikhlaskan diri kepada Allah SWT, jamaah perlu menghitung waktu berkunjung yang tepat agar bisa merasakan kesejukan raudhah.

“Pertama, untuk jamaah perempuan ke raudhah itu tidak seperti laki-laki, dia diberi space dari pukul 08.00 pagi. Kalau diatur sedemikian rupa bisa ke raudhah,” kata Nasrullah di Madinah

Untuk laki-laki, meskipun waktunya lebih leluasa namun perlu memilih waktu yang tepat. Karena jamaah Masjid Nabawi di setiap waktu salat sudah ribuan.

“Laki-laki bisa pertengahan malam, pagi, atau siang. Saran saya mencari waktu itu,” kata Nasrullah.

Namun dia berharap jamaah tidak memaksakan diri. Dia juga mengimbau para jamaah haji untuk memanfaatkan waktu untuk salat arbain dengan bijak. Mengingat jamaah hanya 9 hari di Madinah untuk melaksanakan salat 40 waktu itu.

“Jangan menghabiskan waktu untuk hal-hal yang tidak terkait ibadah,” ingatnya.

“Kalau berbelanja itu di Makkah juga masih banyak toko,” pungkasnya

Keyword: Tips Bermunajat Di Raudhah Ziarah Expedia Wisata Tips Bermunajat Di Raudhah Ziarah Expedia Wisata Tips Bermunajat Di Raudhah Ziarah Expedia Wisata Tips Bermunajat Di Raudhah Ziarah Expedia Wisata Tips Bermunajat Di Raudhah Ziarah Expedia Wisata