Doa Doa Ketika Umroh Ziarah Expedia Wisata

Doa Doa Ketika Umroh Ziarah Expedia Wisata

Berdoa berarti kita menggantungkan hanya kepada Allah-lah yang menentukan segala usaha dan segala upaya.

Ibn Atha’illah dalam kitabnya Al-Hikam menjelaskan, “Bagaimana engkau menginginkan sesuatu yang luar biasa, padahal engkau sendiri tak mengubah dirimu dari kebiasaanmu? Kita banyak meminta dan berharap pada Allah, tetapi sibuknya meminta kadang membuat kita tak sempat menilai diri sendiri. Padahal, kalau kita meminta (doa) sembari berusaha untuk mengubah diri (ikhtiar), Allah akan memberikan apa yang kita minta karena doa itu hakikatnya adalah pengiring agar kita bisa mengubah diri kita.”

Baca Juga: Hikmah Umroh

Dengan doa, ada harapan. Begitu juga dengan berdoa di tanah suci. Tanah yang dimuliakan oleh Allah swt. Doa yang insyaAllah dikabulkan jika kita benar-benar ikhlas dan berharap hanya pada Allah swt. Doa- doa yang dibaca ketika umroh berdasarkan rukun umroh adalah sebagai berikut :

1. Bacaan niat:

Niat Umrah :

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ عُمْرَةً

“Labbaik Allahumma ‘umratan”

“Aku sambut panggilan-Mu ya Allah untuk berumrah.”

Bacaan Talbiyah :

لَبَّيْْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ

“Labbaik Allahumma labbaik, Labbaika laa syariika laka labbaik. Innal hamda wanni’mata laka wal mulka, laa syarikalak.”
“Aku datang memenuhi panggilan-Mu ya Allah, aku datang memenuhi panggilan-Mu, aku datang memenuhi panggilan-Mu tidak ada sekutu bagi-Mu, aku datang memenuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat dan segenap kekuasan adalah milik-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu.”

Bacaan Sholawat : 

أَللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلى آلِ مُحَمَّدٍ

 

“Allahumma shalli ‘alaa Muhammad. wa’alaa aali Muhammad.”
“Ya Allah limpahkanlah rahmat kepada Muhammad dan keluarganya.”

 

2. Tawaf di Baitullah

Doa masuk kota Mekkah

اَللّٰهُمَّ هٰذَا حَرَمُكَ وَأَمْنُكَ فَحَرِّمْ لَحْمِيْ وَدَمِيْ وَشَعْرِيْ وَبَشَرِيْ عَلَى النَّارِ وَاٰمِنِّيْ مِنْ عَذَابِكَ يَوْمَ تَبْعَثُ عِبَادَكَ وَاجْعَلْنِيْ مِنْ أَوْلِيَآئِكَ وَأَهْلِ طَاعَتِكَ

“Allahumma haadza haramuka wa amnuka faharrimlahmi wadamii wabasyarii ‘alannar, wa aminnii min ‘adzabika yauma tab’atsu ‘ibaadaka waj’alnii min auliyaa ika wa ahli thoo’atik.”
“Ya Allah kota ini adalah tanah Haram-Mu dan tempat yang aman, maka hindarkanlah daging, darah, rambut, bulu dan kulitku dari neraka. Amankanlah aku dari siksaMu pada hari Engkau membangkitkan aku ke dalam golongan auliaMu dan ahli ta’at pada Mu.”

Doa Melihat Ka’bah

اَللّٰهُمَّ زِدْ هٰذَا الْبَيْتَ تَشْرِيْفًا وَتَعْظِيْمًا وَتَكْرِيْمًا وَمَهَابَةً وَزِدْ مَنْ شَرَّفَّهُ وَكَرَّمَهُ مِمَّنْ حَجَّهُ أَوِاعْتَمَرَهُ تَشْرِيْفًا وَتَعْظِيْمًا وَتَكْرِيْمًا وَبِرًّا

“Allahumma zid haadzal baita tasyriifan wata’dziiman watakriiman wamahaabatan wazid man syarroffahu wa karramahu mimman hajjahu awi’tamarahu tasyriifan wata’dzhiiman watakriiman wabirran.”
“Ya Allah, tambahkan lah kemuliaan, kehormatan, keagungan dan kehebatan pada Baitullah ini dan tambahkanlah pula pada orang-orang yang memuliakan, menghormati dan mengagungkannya diantara mereka yang berhaji atau yang berumroh padanya dengan kemuliaan, kehormatan, kebesaran dan kebaikan.”

Doa Thawaf

Thawaf dilakukan di Ka’bah sebanyak tujuh putaran dimulai dari Hajar Aswad sambil bertakbir dan berakhir di Hajar Aswad juga. Antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad membaca:

رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الْأَخِرَةِ حَسَنَةً وَفِنَا عَذَابَ النَّارِ

Robbana aatina fid dunyaa hasanah, wa fil akhiroti hasanah, wa qinaa ‘adzaban naar
Ya Allah, berikanlah kepada Kami kebaikan di dunia, berikan pula kebaikan di akhirat dan lindungilah Kami dari adzab neraka.

Doa sebelum minum air zam – zam

اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أْسْأَلُكَ عِلْمً نَافِعًا وَرِزْقًا وَاسِعًا وَشِفَآءً مِنْ كُلِّ دَآءٍ وَسَقَمٍ بِرَحْمَتِكَ يَآ أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

Allahumma innii as aluka ‘ilman naafi’an wa rizqan waasi’an wasyifaa an min kulli daa in wasaqamin birahmatika yaa arhamarraahimiin.
Ya Allah, aku mohon kepadaMu ilmu pengetahuan yang bermanfaat, rizki yang luas dan sembuh dari segala sakit dan penyakit pikun dengan rahmatMu ya Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

 

3. Do’a Sa’i

Do’a Ketika Hendak Mendaki Bukit Safa Sebelum Mulai Sa’i

بِسْمِ اللهِ الرَّ حْمَنِ الرَّ حِيْمِ. أبْدَأُ بِمَا بَدَأَ اللهُ بِهِ وَرَسُوْلُهُ. إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِرْشَعَآئِرِ اللهِ، فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِ اعْتَمَرَ فَلاَ جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللهَ شَاكِرٌ عَلِيْمٌ.

Bismillahir-rahmaanir-rahiim. Abda-u bimaa bada-allahu bihi wa rasuuluh, innash-shofaa wal-marwata min sya’aairillahi, faman hajjal-baita awi’tamara falaa junaaha ‘alaihi an-yaththawwafa bihimaa, waman tathawwa’a khairan fainnallaha syaakirun ‘aliim.

“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Aku mulai dengan apa yang telah dimulai oleh Allah dan RasulNya. Sesungguhnya Shafa dan Marwah sebagian dari syiar-syiar (tanda kebesaran) Allah. Maka barangsiapa yang berhaji ataupun berumrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa’i antara keduanya. Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Penerima Kebaikan lagi Maha Mengetahui”.

Do’a Di Atas Bukit Safa Ketika Menghadap Ka’bah

اللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ وَلِلّهِ الْحَمْدُ: اللهُ أَكْبَرُ عَلى مَا هَدَانَا وَالْحَمْدُ لِلّهِ عَلَى مَا أَوْلاَنَا. لاَإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ. لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ بِيَدِهِ الْخَيْرُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. لاَإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاشريك لَهُ أَنْجَزَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ لاَإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَلاَنَعْبُدُ إِلاّ إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, wa lillahil-hamd. Allahu Akbar ‘alaa maa hadaanaa wal-hamdu lillahi ‘alaa maa aulaanaa. Laa ilaaha illallahu wahdahu laa syariika lahu, lahul mulku wa lahul-hamdu yuhyii wa yumiitu biyadihil-khairu wa huwa ‘alaa kulli syaiin qodiir. Laa ilaaha illallah wahdahu laa syariika lahu, anjaza wa’dahu, wa nashara ‘abdahu, wa hazamal-ahzaaba wahdahu, laa ilaaha illallahu wa laa na’budu illa iyyaahu mukhlishiina lahud-diina wa law karihal-kaafiruun.

“Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Segala puji bagi Allah, Allah Maha Besar, ataspetunjuk yang diberikanNya kepada kami, segala puji bagi Allah atas karunia yang telah dianugerahkanNya kepada kami, tidak ada tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagiNya. BagiNya kerajaan dan pujian. Dialah yang menghidupkan dan mematikan, pada kekuasaanNya segala kebaikan dan Dia berkuasa atas segala sesuatu. Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagiNya, yang telah menepati janjiNya, menolong hambaNya dan dia sendiri menghancurkan musuh-musuhNya. Tidak ada tuhan selain Allah dan kami tidak menyembah kecuali kepadaNya dengan ikhlas semata kepadaNya walaupun orang-orang kafir membenci”.

Do’a Di Bukit Marwah Selesai Sa’i

اللّهُمَّ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا وَعَافِنَا وَاعْفُ عَنَّا وَعَلَى طَاعَتِكَ وَشُكْرِكَ أَعِنَّا وَعَلَى غَيْرِكَ لاَتَكِلْنَا وَعَلَى اْلإِيْمَانِ واْلإِسْلاَمِ الَكَامِلِ جَمِيْعًا تَوَفَّنَا وَأَنْتَ رَاضٍ عَنَّا اللّهُمَّ ارْحَمْنِيْ أَنْ أَتَكَلَّفَ مَالاَ يَعْنِيْنِيْ وَارْزُقْنِيْ حُسْنَ النَّظَرِ فِيْمَا يُرْضِيْكَ عَنِّيْ يَاأَرْحَمَ الرَّا حِمِيْنَ

Allahumma rabbanaa taqabbal minnaa wa ‘aafinaa wa’fu ‘annaa wa ‘alaa thaa’atika wa syukrika a’innaa, wa ‘alaa ghairika laa takilnaa, wa ‘alal-imaani wal-islaamil-kaamili jamii’an tawaffanaa wa anta raadhin ‘annaa. Allahumma rhamnii bitarkil-ma’aashii abadan ma abqaitanii, warhamnii an atakallafa maa laa ya’niinii, warzuqnii husnan-nazhori fiimaa yurdhiika ‘annii, yaa arhamar-rahiimiin.

“Ya Allah ya Tuhan kami, terimalah amalan kami, berilah perlindungan kepada kami, maafkanlah kesalahan kami dan berilah pertolongan kepada kami untuk taat dan bersyukur kepadaMu. Jangan Engkau jadikan kami bergantung kepada selain Engkau. Matikanlah kami dalam iman dan islam secara sempurna dalam keridhaanMu. Ya Allah, rahmatilah kami sehingga mampu meninggalkan segala kejahatan selama hidup kami, dan rahmatilah kami sehingga tidak berbuat hal yang tidak berguna. Karuniakanlah kepada kami sikap pandang yang baik terhadap apa-apa yang membuatMu ridha terhadap kami, wahai Tuhan yang Maha Pengasih dari segala pengasih”.

 

4. Bercukur atau menggunting sebagian rambut

Do’a Menggunting Rambut

اَللهُ اَكْبَرْ اَللهُ اَكْبَرْ اَللهُ اَكْبَرْ

اَلْحَمْدُ للهِ عَلَى مَا هَدَانَا وَالْحَمْدُ للهِ عَلَى مَا أَنْعَمَنَابِهِ عَلَيْهَا

اَللَّهُمَّ هَذِهِ نَاصِيَتِي فَتَقَبَّلْ مِنِّي وَاغْفِرْ ذُنُوْبِى

اَللَهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُحَلِّقِيْنَ وَاْلمَقْصُوْرِيْنَ يَاوَاسِعَ الْمَغْفِرَةٍ

اَللَّهُمَّ اثْبُتْ لِى بِكُلِّ شَعْرَةٍ حَسَنَةً وَامْحُ عَنِّي بِهَا سَيِّئَةً. وَارْفَعْ لِىْ بِهَا عِنْدَكَ دَرَجَةً

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar. Alhamdu lillahi ‘alaa maa hadaanaa, wal-hamdu lillahi ‘alaa maa an’amanaa bihi ‘alainaa. Allahumma hadzihii naashiyatii fa taqabbal minni, waghfir dzunuubii. Allahumma ghfir lil-muhalliqiina wal-muqoshshiriin, ya waasi’al-maghfirah. Allahumma-tsbut lii bikulli sya’ratin hasanatan. Wamhu ‘annii bihaa sayyiatan, warfa’ lii bihaa ‘indaka darajah.

“Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Segala puji bagi Allah atas petunjukNya kepada kami, dan segala puji bagi Allah atas apa-apa yang Dia karuniakan kepada kami.. Ya Allah, inilah ubun-ubunku, maka terimalah dariku (amal ibadahku), dan ampunilah dosa-dosaku. Ya Allah, ampunilah orang-orang yang mencukur dan memendekkan rambutnya. Ya Allah, tetapkanlah untuk diriku setiap helai rambut dengan satu kebajikan, dan hapuskanlah dengannya satu keburukan, dan angkatlah serajatku di sisiMu”.

Do’a Selesai Menggunting Rambut (tahallul)

اَلْحَمْدُ للهِ الَّدِى قَضَى عَنَا مَنَاسِكَنَا

اَللَّهُمَّ زِدْنَا اِيْمَانَا وَيَقِيْنَا وَعَوْنَا وَاغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدَيْنَا وَلِسَائِرِ اْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ

Alhamdulillahi l-ladzii qadhaa ‘annaa manaasikanaa. Allahumma zidnaa iimanan wa yaqiinan wa ‘aunan waghfir lanaa wa liwaalidainaa wa lisaa-iril muslimiina wal-muslimaat.

“Segala puji bagi Allah yang telah menyelesaikan manasik kami. Ya Allah, tambahkanlah kepada kami iman, keyakinan dan pertolongan. Dan ampunilah kami, kedua orangtua kami, dan seluruh kaum muslimin dan muslimat”.

 

Hikmah Umroh Ziarah Expedia Wisata

Hikmah Umroh Ziarah Expedia Wisata

Setiap ummat muslim di seluruh penjuru dunia pasti mempuyai niat untuk pergi kerumah Allah bagaimanapun caranya. Melihat antusiasme ummat muslim yang berbondong bondong ingin berangkat umroh ternyata ada banyak keutamaan dan juga hikmah yang dapat di peroleh seorang muslim jika umroh tersebut memang murni semata mata karna Allah ajja wajalla. Di antara manusia yang senantiasa di limpahkan ganjaran oleh Alloh ialah mereka yang mampu memanfaatkan harta yang di milikinya dengan baik dan juga hidup dengan lebih religius. Salah satu nya adalah dengan melaksanakan ibadah umroh. Di bawah ini akan di paparkan hikmah ibadah umroh, selamat membaca

Baca Juga: Larangan Umroh 

Hikmah yang di dapatkan dari ibadah umroh

  1. Umroh ialah salah satu perjalanan yang suci, di lakukan oleh ummat muslim yang mampu atas ijin Allah. Sehingga setiap perjalanan yang dilakukan di tanah suci itu semuanya termasuk ke dalam ibadah yang insha Allah mendapatkan ridho dan ganjaran dari Allah azza wajalla.
  2. Umroh sebagai salah satu syiar dalam membesarkan dan mensucikan nama Allah seperti hal nya yang ada di dalam kalimat Talbiyyah
  3. Umroh di jadikan sebagai sarana supaya manusia bisa intropeksi diri atas segala perbuatan yang dia lakukan.
  4. Umroh sebagai sarana pencitraan diri selaku hamba-NYA yang harus taat dan patuh pada semua ajarannya.
  5. Bagi mereka yang melaksanakan umroh itu akan menjadi Tamu Allah yang senantiasa Allah kabulkan doa doanya.
  6. Umroh menjadikan manusia sebagai makhluk yang senantiasa mengalami progress ke arah yang lebih baik dari hari hari sebelumnya, dan selalu mejaga hal hal baik.
  7. Umroh senantiasa mengajarkan manusia untuk selalu tabah,, sabar dan disiplin dalam hal apapun.
  8. Lewat ibadah umroh ini manusiia mampu menjalin dan menjaga hubungan sesame saudara muslim, saling mengingatkan, saling menghargai dan menghormati, dan juga merendahkan hati terhadap sesame umat muslim.
  9. Ibadah umroh sebagai sarana dimana dosa dan kesalahan di ampuni oleh Allah dan menambah pahala yang yang di peroleh dari melaksanakan umroh.
  10. Setelah melaksanakan umroh senantiasa rizki akan selalu mengalir atas izin Allah SWT.

Selain hikmah di atas, ada pun keutamaan atau hikmah lain yang data di peroleh saat melaksanakan ibadah umroh, yakni sebagai berikut :

Hikmah saat melaksanakan Umroh

  1. Hikmah saat memakai pakaian ihram

Mampu memperlihatkan kesadaran diri sendiri, dengan warna putih nya melambangkan kesucian hati dan jiwa, senantiasa selalu rendah hati, dan juga tidak merasa bahwa diri sombong ataupun berlebih lebihan.

  1. hikmah dari melakukan thawaf

kegiatan berputar mengelilingi ka’bah ini melambangkan perputaran dari alam semesta, yang di lakukan sebanyak 7 kali putaran juga menggambarkan 7 hari, 7 lapis bumi, 7 lais langit, 7 lapis surga dan juga 7 lapis neraka. Di ka’bah tersebut merupakan tempat para malaikat berkumpul untuk bertasbih dan berthawaf setiap hari sekitar 70.000 malaikat.

  1. hikmah dari melaksanakan wuquf di padang Arafah

di tempat ini manusia melakukan perenungan diri atas semua perbuatan yang telah di lakukan, di giring ke padang mahsyar dengan amalan yang di perbuat saat di dunia, keinsyafan selaku makhluk yang di penuhi dengan dosa dan kesalahan yang mengharuskannya untuk di bersihkan dan di hilangkan dari hati dan pikiran agar tidak mengulang kesalahan itu kembali.

  1. hikmah dari melakukan Sa’i

para jamaah di ingatkan oleh perjuangan seorang istri Nabi Ibrahim as pada saat mencari sedikit air dengan berlari sebanyak 7 kali dari bukit shafa ke bukit marwah sebagai lambang dari kasih sayang dan kecintaan seorang iibu terhadap anaknya.

  1. hikmah dari melempar jumrah

symbol dalam menentang kejahatan setan, melempar batu kerikil juga mengingatkan manusia agar melempar hawa nafsu setan sejauh mungkin dari dalam diri manusia.