Semua orang mau melaksanakan ibadah haji dan menyempurnakan rukun Islamnya yg ke-5.  Karena haji adalah bentuk penyerahan diri kepada Allah SWT. Tapi sayangnya, pengelolaan haji masih banyak permasalahan , halangan, dan butuh perjuangan yang berat. Akan tetapi, jika niat sudah bulat, apakah niat itu harus kendor hanya karena urusan teknis? Salah satu kendala dalam pelaksanaan haji adalah “nomor antrian kuota” yang begitu panjang.

 

Untuk mendaftar sampai tanggal keberangkatan jamaah membutuhkan waktu untuk menunggu 15-30 tahun lamanya.  Haji ONH plus pemerintah sendiri kuotanya saat ini memiliki masa tunggu 5-7 tahun.

Saking panjangnya antrian itu tak jarang yang tak bisa lagi berangkat, baik karena ajal sudah menjemput maupun karena hal lain. Bukankah kalau kebaikan itu harus disegerakan?

Dan setiap masalah pasti ada jalan keluarnya, maka permasalahan haji yang harus mengantri panjang untuk berangkat, bisa disiasati dengan jalur lain. Salah satunya dengan Haji Non Kuota ini. Banyaknya penipuan yang dilakukan travel penyelenggara dan kegagalan pemberangkatan haji non kuota bukan berarti program haji non kuota ini bobrok.

Jangan Takut dengan Haji Non Kuota!

Berita negatif mengenai calon haji non kuota gagal berangkat beberapa tahun belakangan semakin memberikan kesan kuat bahwa Haji Non Kuota merupakan sebuah program haji yang harus dihindari. Tak hanya itu, masyarakat yang telah terlanjur geram dengan berita negatif di media bahkan sampai memberikannya gelar buruk kepada calon jamaah haji non kuota tersebut dengan sebutan, ‘haji sandal jepit.’ Apakah memang benar demikian faktanya tentang program haji non kuota? Mengapa para calon haji tersebut yang jadi sasaran kegeraman?

Istilah Haji Non Kuota merujuk pada calon jamaah haji yang berangkat haji diluar kuota nasional (kuota haji reguler dan haji plus). Setiap negara memang dijatah oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi sebagai panitia penyelenggara Ibadah Haji, karena memang ada batas daya tampung Masjidil Haram. Jika tidak ada kuota, bukan tidak mungkin moment Ibadah Haji menjadi moment yang menyedihkan dengan banyaknya korban karena padatnya jamaah dari berbagai negara di dunia yang tidak terkontrol massanya. Iya! Hal itu pasti terjadi karena semua muslim ingin segera menunaikan haji. Bukankah Anda juga menginginkan demikian?

Haji Non Kuota bukanlah haji illegal. Mentri Agama Lukman Hakin Syaifuddin pernah menyatakan hal demikian secara resmi di kantor Kementrian beberapa waktu lalu. Melihat penjelasan yang telah dipaparkan sebelumnya mungkin membuat kita menerka dan mengatakan seperti itu. Jika tidak ikut kuota pemerintah, pastinya ada 2 kemungkinan. Kalau bukan berangkat non kuota, apa ada cara lain berangkat haji tanpa antri yang legal dan aman dari resiko?

 

Jenis Visa Haji Langsung Berangkat & Prosedur Pelaksanaan Haji Non Kuota!

Jenis Visa Haji Langsung Berangkat & Prosedur Pelaksanaan Haji Non Kuota!

  1. VISA FURODAH (HADIAH)

Visa ini adalah hadiah yang diberikan keluarga kerajaan untuk kemudian diperjualbelikan kepada travel penyelenggara haji di seluruh dunia.

Kelebihan : Visa ini relatif lebih aman karena ini adalah visa haji, sehingga jamaah bisa turun pesawat di bandara Jeddah atau Madinah yang hanya dikhususkan untuk jamaah haji selama musim haji.

Kekurangan : Visa ini baru bisa diterbitkan setelah semua keberangkatan haji kuota selesai diberangkatkan. Artinya visa baru bisa di stamp antara 3-1 minggu sebelum hari Arafah. Karena banyaknya visa furodah yang dikeluarkan dan harus di stamp sebelum hari Arafah dan sedikitnya waktu yang diberikan banyak visa-visa yang tidak bisa distamp hingga batas waktu yang ditentukan. Di sinilah banyak terjadi kegagalan pengurusan visa.

Saran  : Yang berminat dengan haji visa jenis ini mohon untuk tidak berharap terlalu banyak karena permintaannya yang tinggi dan terbatasnya visa. Peserta harus hati-hati benar dengan informasi keluar tidaknya visa. Namun begitu sekarang akses melihat visa ini bisa dilihat di situs haji Arab Saudi

  1. VISA MULTIPLE (TIJARIYAH)

Visa ini disebut visa bisnis yang biasa digunakan oleh orang yang suka bolak-balik bepergian ke Arab Saudi. Masa berlaku visa ini beragam, dari 2 tahun, 1 tahun, 6 bulan, 3 bulan sampai 1 bulan. Anda bisa menghitung kapan anda akan berangkat haji hingga kapan waktunya visa ini diproses. 

Kelebihan :  Visa ini bisa distamp jauh-jauh hari sebelum keberangkatan , hingga anda bisa merencanakan keberangkatan haji

Kekurangan : Pengguna visa ini tidak bisa landing pesawat di Jedah/Madinah. Karena hanya pengguna visa haji saja yang diizinkan lewat kedua bandara ini. Sehingga pengguna visa ini tidak bisa langsung mengenakan baju ihram ke Mekah & otomatis kena DAM 1 ekor kambing.

Saran : Banyak jamaah yang dideportasi gara-gara mereka mengenakan baju ihram saat menuju Mekah gara-gara ketidakmengertian mereka dengan jalur ini.  Pengguna visa ini juga rawan masuk ke Mekah jika keberangkatan mereka mendekati hari Arafah hingga terpaksa mereka harus melewati gurun pasir untuk menuju Mekah. Hingga disarankan keberangkatan paling lambat 2 Minggu sebelum hari Arafah dan tidak menggunakan baju Ihram.

  1. VISA AMIL MUSIM (PETUGAS MUSIMAN) & VISA ZIARAH SAKSIYAH (SAKSIYAH)

Visa ini biasa digunakan untuk para pekerja/petugas . Bedanya kalau ziarah Saksiyah untuk umum dan Amil Musim hanya digunakan untuk musiman saja selama musim haji. Cuma bedanya karena Visa Ziarah Saksiyah bukan dikhususkan untuk haji jadi proses masuk ke Arab Saudi tidak bisa lewat Jeddah/Madinah. Tapi Visa Amil Musim diizinkan lewat Jeddah/Madinah karena memang tugasnya untuk itu.

Kelebihan :  Visa ini bisa distamp jauh-jauh hari sebelum keberangkatan , dan harganya lebih murah dari visa yang lain. Terutama untuk amil musim visa ini lebih aman, karena jamaah bisa landing langsung ke Jeddah.

Kekurangan : Visa ini hanya bisa digunakan oleh laki-laki yang berusia di bawah 55 tahun.

 Saran : Untuk pengguna visa ini sebaiknya laki-laki tanpa mahram. Jika harus bersama pasangan istrinya harus menggunakan visa lain yang otomatis perjalanannya akan terpisah, walau pun nanti tetap bertemu selama ibadah.

Intinya Haji Non Kuota aman dilaksanakan dengan catatan :

  1. Pastikan Visa anda aman, anda melihat sendiri visa anda dan untuk visa furodah anda bisa memastikannya lewat situs haji Arab Saudi.
  2. Jangan melunasi pembayaran sebelum anda memastika visa anda aman.
  3. Jangan mendaftar last minute atau mendekati hari Arafah karena harga visa sudah tinggi dan permintaan banyak, dan kalau pun visanya keluar seat pesawat semakin crowded.
  4. Kalau anda melakukan walimatus shafar pastikan setelah visa dan tiket terissud jelas.
  5. Jangan tergiur dengan paket murah karena visa program ini sudah mahal. Visa Furodah bisa sampai $ 7,500 , Multiple bisa sampai $ 5,500. Tiket untuk musim haji bisa di atas $ 2,000. Karena penyelenggara program ini tidak akan berani memastikan tiket sebelum visa aman. Sedangkan penyelenggara kuota sudah melakukan proses tiketting jauh-jauh hari. Jadi harga tiketnya tentu lebih mahal.

Kami sendiri sebagai penyelenggara Haji non kuota bukan tidak pernah mengalami kegagalan hingga terpaksa mengecewakan beberapa jamaah. Namun berdasarkan pengalaman itulah kami bisa menyusun permasalahan-permasalahan di lapangan untuk jadi pembelajaran ke depan.

Dengan mengetahui proses penyelenggaraan haji non kuota minimal mengurangi resiko kegagalan Anda atau kemungkinan terjadinya penipuan dari penyelenggara yang nakal. Semoga bermanfaat dan niat baik ibadah anda terlaksana tanpa halangan.  Amien.

 

Informasi paket Haji Langsung Berangkat :

081905381414 / 087782382158

TESTIMONI JEMAAH

Mengenakan pakaian ihram ini, ada yang menarik dari tulisan Ali Syari’ati, beliau mengatakan “Di miqat ini apapun ras dan sukumu lepaskan semua pakaian yang engkau kenakan sehari-hari baik sebagai:

(a) serigala (yang melambangkan kekejaman dan penindasan);

(b) tikus (yang melambangkan kelicikan);

(c) anjing (yang melambangkan tipu daya);

(d) domba (yang melambangkan penghambaan)”.

Sehingga tak ada status sosial yang disandang dalam ritual ini, ini tentu menjadi pelajaran yang sangat berharga yang tak bisa dilupakan begitu saja, dan tak heran jika ibadah umroh atau haji ini selalu diselenggarakan dari tahun ke tahun.

Betapa mudahnya manusia lupa ketika telah bertebaran di muka bumi ini, aksi-aksi politik dan manipulasi ekonomi begitu lihai dimainkan dan semakin memanjakan egoisme. Kadang sulit membedakan mana yang menentang sistem kapitalisme namun ikut nimbrung menikmatinya, dan mana yang tak mampu masuk ke arus sistem yang meninakbobokkan ini sehingga ia akhirnya terkapar tak mampu bertahan.

Seorang muslim ketika akan datang ke dunia dalam keadaan suci, berangsur-angsur beranjak dewasa, nafsunya kian kencang sekencang-kencangnya sehingga kesucian itu ternodai baik dengan perbuatan syirik, kurafat, bi’dah, berzina, memfitnah, ghibah dan masih banyak lagi dosa-dosa yang sepertinya mustahil bisa dihindari di zaman NOW kecuali dengan memohon bantuan hanya kepada Allah SWT semata. Maka itulah, Allah yang maha pengampun memberikan signal agar noda-noda atau dosa-dosa tersebut mesti dibersihkan atau diusahakan dengan gigih sebelum kematian menjemput.

Dengan begitu, maka makna pakaian ihram juga untuk mengingatkan si calon haji atau umrah (umroh) akan berpisahnya jasmani dan rohani, yaitu kematian yang pasti mendekati anak-anak Adam.

Kematian akan siap menjemput kita, dimana pun berada kapanpun waktunya, walaupun bersembunyi di dalam markas rahasia FBI atau Pentagon atau ruangan rahasia CIA dan sebagainya, ataupun berlindung di balik kerajaan Mewah Raja Saudi yang berlapiskan emas 24 karat, atau di dalam gua sekalipun, atau bungker-bungker yang tak bisa ditembus oleh Zionis Israel, tetap saja saja akan mati, ya…semua orang akan mati. .

Hal itu telah dijelaskan sangat amat jelas dalam al-Qur’an :

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.”. (QS. Al-Imran:185)

Meskipun kita berangkat umroh dengan fasilitas mewah, baik hotel dan pesawatnya, bukanlah kenikmatan sesungguhnya, karena tujuan umroh dan haji bukan untuk mengejar fasilitas yang menggiurkan, malah memperingatkan manusia betapa tak berdayanya di hadapan Allah SWT, dan untuk itulah dengan ritual ini bagaimana melejitkan sifat penghambaan yang maksimal.

Dan juga pada ayat :

“……Maka apabila sudah tiba ajal (waktu kematian) orang-orang itu, tidak dapatlah mereka mengundurkannya sekalipun sesaat dan tidak pula memajukannya”. (QS. An-Nahl: 61)

Rohani yang suci dapat kembali ke rahmatullah (selamat ke alam sesudah dunia ini) sedangkan jasmani dikenakan kain kafan putih, dimandikan lalu dikuburkan, dan kalau yang masih hidup melakukan tahlilan untuk si Mayyit atau mendoakannya selalu, semoga meringankan dosa-dosanya, dan senantiasa adem di alam kuburnya.

Dapatkah kita bayangkan bagaimana nanti di alam kubur itu?, 

Yaa Allah, kami serahkan semua urusan alam kubur dan akhirat hanya pada-Mu, tak mampu kami mengelak bahkan berlari menghindar itu, apalah daya kami, apalah kekuatan kami, tak ada apa-apanya, kami sangat rapuh, maka ampunilah kami ya Tuhanku, ya Allah.. dengan hak RasulMu dan para manusia-manusia suci yang menjadi hujjahMu di bumi. Shalawat & Alfatiha

*****

Bagi yang ingin melaksanakan Ibadah Haji yang sakral ini, bisa mempercayakan kepada kami, silahkan menghubungi kami, bisa lewat email, atau komentar di bawah ataupun via whatsapp 082249794802

Klik link ini untuk info pelaksanaan Haji

Atau antum yang mau umroh, ada paket umroh plus thaif, menjelajahi jejak nabi saat berdakwah yang pertama di luar kota mekah…

Tips Menjadi Haji Mabrur Ziarah Expedia Wisata

Tips Menjadi Haji Mabrur Ziarah Expedia Wisata

Tips Menjadi Haji Mabrur Ziarah Expedia Wisata

Haji adalah perjalanan yang “abadi”. Mereka mengatakan bahwa berhaji adalah perjalanan seumur hidup. Namun, saya melihat begitu banyak orang, saudara kita, bingung, frustrasi, atau tidak terlalu peduli dengan setiap tahapan ibadah haji. Oleh karena itu, berikut adalah nasihat tulus untuk saudara-saudara saya yang akan berangkat haji atau umroh tahun ini.

Baca Juga: Tips Agar Perjalanan Umroh Berkah

Bekali Diri Anda Sebelum Pergi Haji

Ini adalah poin yang paling penting. Kita tentu tahu bahwasanya pengetahuan dan informasi adalah kekuatan kita untuk bertahan di dunia luar. Hal ini juga berlaku pada saat kita pergi haji. Saya melihat orang-orang kebingungan, tidak tahu apa yang harus dilakukan, toleh kanan dan kiri. Pada akhirnya, mereka mengikuti apa yang orang lain lakukan tanpa tahu itu benar atau tidak. Meskipun pemerintah Arab Saudi menyediakan banyak papan informasi, meskipun kita berangkat dengan rombongan, hendaknya tetaplah membekali diri dengan pengetahuan seputar tahapan haji. Memang, saya tahu orang-orang yang telah pergi dan kembali dari haji memiliki pengalaman. Pada kenyataannya, banyak dari mereka yang masih tidak mengerti, misalnya dibutuhkan tujuh putaran mengelilingi Kakbah sehingga menghasilkan satu tawaf.

Jadi, lakukan dan bekalilah diri Anda dengan manasik haji sebelum pergi. Pelajarilah bagaimana melakukan setiap tahapan ibadahnya sedekat mungkin dengan sunah.

Persiapkan Hati Anda

Setiap tahun di haji, Anda akan melihat dua jenis orang. Pertama, ketika terjebak kemacetan atau kepadatan massa selama 5 jam lamanya, Anda akan melihat jenis pertama, duduk di sana dengan tenang, dengan kesabaran, bersikap bijaksana dengan memanfaatkan waktunya berzikir kepada Allah Swt. atau membaca Alquran. Sementara jenis kedua akan menggerutu dan mengeluh, gelisah di tempat duduknya, menyumpahi sopir bus yang telah membuang waktunya, atau yang telah membuatnya terlambat.

Akan menjadi jenis yang manakah Anda di antara mereka nantinya? Oleh karena itu, persiapkan hati Anda sebelum berangkat. Mereka yang hatinya tulus, ikhlas, dan siap, tentu akan memiliki kesabaran yang luar biasa sehingga dalam situasi sulit pun ia akan tetap beribadah.

Lebih Dari Sekadar Kata-Kata di Mulut, Tetapi Ucapkanlah Dengan Hati

Ketika Anda membaca Talbiyah, jangan hanya mengucapkannya di mulut tanpa makna, tanpa mengetahui apa artinya. Pikirkan dan maknai kata-kata tersebut. Hal ini juga berlaku terhadap setiap doa yang Anda panjatkan kepada Allah Swt.

Bersikap Baik

Mereka bertanya: “Apa yang membuat haji mabrur, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Berbagi makanan dengan orang lain dan menyebarkan salam.” (Fath al-Bari, 4/446).

Jadi, bantulah wanita tua dengan bagasinya, dan orang lain yang ingin menyeberang jalan. Longgarkan barisan untuk membuat ruang di saf bagi sesama muslim, sehingga mereka juga dapat menemukan tempat untuk berdoa. Bagilah manisan dengan anak-anak di pinggir jalan, berilah segelas air zamzam di genggaman Anda kepada mereka yang pingsan di perjalanan haji atau umroh, tersenyumlah kepada setiap orang, dan ucapkanlah salam. Lakukanlah hal tersebut dengan hati yang ikhlas dan tulus.