Perjalanan Indah Pemencar Cahaya Hati

Tepat bulan Febuari yang sudah terlewati, kami mempersiapkan diri melangkah pergi memenuhi janji Tuhan. Perjanjian itu kadang membuat keraguan yang menjadi alasan kenapa kita tak pergi-pergi, dan Alhamdullilah dengan Izin-Nya, Ia berikan kesempatan untuk pergi dan membiar kita untuk penuhi janji-Nya. Dengan menginjak tanah jejak Rasul bersama Keluarganya dan Sahabatnya dengan harapan panggilan yang ingin terbalas.

 Perjalanan itu hendak membawa kami dengan suka cita dan tangisan pilu memikul dada kami yang terasa sakit. Saat tiba di negara Arab, Kami segera ajukan passport dengan visa yang lengkap untuk pemeriksaan yang memakan waktu lama, karena sebuah aturan yang sudah di buat. Setelah selesai akhirnya pergilah Kami dari Jeddah menuju Madinah. Perjalanan itu membawaku mengingat kisah tentang kehidupan Nabi bersama keluarga-Nya dan sahabat-Nya, dengan pilu resah membawa rindu ingin cepat-cepat bersimpuh di pusara Nabi tercinta kami Baginda Rasulullah SAW. yang akan menghilangkan maluku dengan tangisan sesal pilu, mengharap Tuhan berikan waktu yang cukup lama tuk seorang hamba yang ingin mengucap resah, gundah dan gelisah pada Nabi-Nya. Dan akhirnya kesempatan itu datang, kami menikmati waktu yang penuh rasa batin dengan hirupan tanah Madinah yang indah. Benar-benar perjalanan itu tak mensia-siakan waktu walau kaki memang sedang lelah tapi berpergian ke pusara Nabi telah hilang entah kemana rasa letih itu.

Sudah cukup 2 hari disana sambil berkeliling hijrah ke kota Madinah dan mengingat kembali kisah sewaktu Sang Baginda Rasullullah masih hidup dengan perjuangan yang penuh tekanan bersama sahabat-Nya dan keluarga-Nya. Tak ku sia-siakan dengan sholawat dan salam agar kedatangan kami di terima di sisinya. Setelah kesempatan itu sudah pergi rasa sedihku muncul karena akan berpisah dari pusara-Nya, walau nikmat itu sudah di beri untuk ketenangan hati namun perpisahan membuat hati kami semakin memilu dan harapan terakhir kami agar kembali lagi kesana tak akan kami sia-siakan.

Berangkatlah kami menuju ke Mekkah dalam keadaan suci dan bersih untuk melakukan tawwaf, walaupun perjalanan itu memakan waktu yang cukup lama, kami tak sia-siakan waktu kosong dengan beristighfar, membaca doa dan sholawat agar tawwaf nanti akan di terima. Perjalanan Mekkah dan Madinah itu sejauh sekitar 500 km waktu yang memakan 5 jam. Kulihat sekeliling sedang hanyut dalam lautan dzikir dan berdoa yang penuh harapan agar di terima perjalanan kami. Ketika tiba di tempat, kami cepat-cepat bergegas berangkat ke rumah Tuhan pemilik Kami, melakukan tawwaf dan kewajiban ber sya’i dari safa sampai ke marwah. Kami terentak kaget melihat Ka’bah yang biasanya hanya kami lihat di tv atau media social namun ini di depan mata kami dengan sujud syukur membiar mata kami dengan keindahan yang penuh nikmat dan mengizinkan kami untuk memenuhi janji yang telah di beri. Setelah solat di depan ka’bah aku terpesona dengan bangunannya yang megah dan membuatku malas berjalan ke hotel untuk istirahat, tapi ternyata aku sadar bahwa masih ada waktu untuk bertemu lagi esok hari akhirnya aku bangkit dan pergi istirahat. Tentu saja esoknya kami tak pernah sia-siakan nikmat yang indah ini, berada di rumah-Nya seperti berada di samping-Nya yang terasa sangat nyaman dengan cinta yang penuh arti tak terdefinisikan. Menari-nari dalam tangisan, melisan kata dalam bibir, menenggelamkan ke lautan cinta, membiar hati lepas pengat, dan lain-lain yang membuatku mengeluarkan semua beban-beban hati dari lubuk yang paling dalam.

Waktu yang telah kutempuh disana sudah 3 hari, namun mengapa aku tak mau pergi pulang ke tanah air? apa hati ini sudah terikat dengan keras dan sulit ku lepas? Bagaimana rasanya jika sudah nyaman namun di biar duka perpisahan itu datang? Aku terdiam sedih ketika waktu perpisahan telah tiba. Tetapi aku berjanji sembari ber doa, bahwa meskipun jasadku jauh dari Ka’bah, aku akan senantiasa menggelantungkan hatiku di Ka’bah. Sebab itu, aku bisa melampui momen sedih itu dengan pencerahan hati yang luar biasa. Justru tantangannya adalah ketika berada jauh dari Ka’bah, kita harus mendekatkan hati dengan Ka’bah.

Perjalanan tersebut berakhir dengan duka perpisahan, sungguh berharap sekali kami akan kesana lagi suatu saat dengan Izin Allah yang akan membuka kesempatan menjadi tamu-Nya kembali.

 

About Author

client-photo-1
infomuslimtours
Info Muslim Tour adalah travel agent resmi terpercaya di Indonesia. Melayani anda untuk segala keperluan Tour, Haji, Umroh, Ziarah, Tour Muslim dan lain sebagainya. Hubungi kami di (021) 29888200 atau hotline kami di 0877 8238 2158 & 087827082001

Comments

Leave a Reply