Yuk Berpetualang ke Wadi Rum Yordania

Koleksi dari Tim Infomuslimtours

 

Wadi Rum di Yordania adalah kawasan wisata yang unik juga, hamparan yang luas namun menarik dari bentuk-bentuk bebatuan alam, seperti ada saja yang memahatnya, padahal ini adalah hasil alamisasi, artinya terbentuk karena proses-proses tertentu. Jadi bukan hanya laut mati dan kota Petra yang pernah hilang adalah kunjungan wisata, Wadi Rum perlu juga menjadi tempat yang wajib dikunjungi.

Luasnya sekitar 720 kilometer persegi. Wadi artinya lembah. jaraknya  lokasi ini sekiar 60 kilometer dari Teluk Aqaba yang indah. Jalan menuju ke Wadi Rum dapat ditempuh melalui jalan bebas hambatan mulus yang membelah padang gurun yang indah dan unik.

Disini ada jip khusus sebagai alat transportasi bagi para turis menjelajahi tempat ini, kalau dirasa Jeep agak gimana-gitu, mungkin anda bisa memilih menggunakan unta, kendaraan transportasi tradisional yang ramah lingkungan, hehehee. cuman yah…jalannya tidak secepat jeep. Tapi asik juga loh naik unta, seolah-olah berada pada zaman dimana perjuangan para nabi-nabi berdakwah yang begitu berat. Jeep itu dirancang sedemikian rupa, pada keempat ujungnya diberi tiang-tiang besi tua yang berfungsi sebagai penyangga atap. Atap itu terbuat dari kain terpal seadanya, ada yang sobek atau dekil.

Hamparan gunung-gunung yang coklat kemerahan mengingatkan kita pada gambar wallpaper windows yang tajam dan indah warnanya, nah ketika berkunjung kesini maka inilah kesempatan mengambil gambar dari berbagai angle, apalagi sinar matahari yang membuat kilatan batu-batu itu makin seru saja mengambil gambar. Apalagi untuk berselfie ria disini juga tempat yang paling seru.

Tak seru kalau tidak menuju bukit batu yang tinggi, dari ketinggian ini bisa juga melepas lelah sembari merenung bertafakur atau kalau mau bisa berdzikir atau shalat sunnah tanda bersyukur dan mengakui kebesaran Allah dari tanda-tanda alam yang dihamparkan.

Dan kalau menuju tebing, disalah-satu tebing batu itu terdapat tulisan purba yang sebenarnya merupakan gambar kuda, unta, dan manusia, mungkin orang-orang dulu gaya tulisannya adalah bentuk seperti apa yang dilihatnya, coba kalau disana ada dinosaurus, mungkin gambarnya pun ada dinosaurus.

Untuk melihat tulisan tersebut, kita harus memanjat tebing batu dengan ketinggian sekitar 2 meter. Lebar jalannya kurang dari 50 sentimeter dan licin. Kabarnya sih tulisan ini sudah berusia 4.000 tahun. Di Wadi Rum terdapat pula kuil kuno yang dibangun oleh orang Nabat, suku yang juga membangun kota batu di Petra.

Tempat berpose yang menarik juga ada di Jembatan Batu Umm Fruth, sebuah batu yang menghubungkan dua bukit batu menjadi satu. Tidak hanya untuk berfoto, kalau lagi fit bisa menaikinya atau sekedar olahraga, olah raga manjat tebing. Jadi siapa saja yang merasa sebagai seperti MAPALA atau Mahasiswa Pencinta Alam, jika berada di Wadi Rum ini, maka akan menjadi penasaran sebelum menaklukkan alam ini. Jadi perlu dicoba.

Tidak perlu repot membawa peralatan karena kita dapat menyewanya di sini. Warga setempat Wadi Rum juga merupakan rumah bagi suku Bedouin yang hingga kini masih tinggal secara seminomaden. Mereka tinggal di tenda-tenda di beberapa kawasan Wadi Rum.

Setelah Wadi Rum berkembang menjadi tempat wisata, banyak orang Bedouin menjadi pemandu wisata serta penunjuk jalan bagi para pemanjat tebing. Sebagian dari mereka menggantungkan hidupnya dari pariwisata di Wadi Rum. Mereka juga menyediakan penginapan bagi turis di Wadi Rum. tapi jangan membayangkan kamar mewah dengan penyejuk udara, kamar mandi mebel campur pancuran serta toilet dengan desain elegan, malahan kamar yang ditawarkan adalah tenda-tenda yang hanya berisi tempat tidur.

Beberapa tenda dilengkapi dengan lemari kecil. Biayanya mulai dari sekitar Rp 350.000 semalam. Kamar mandinya tentu di luar tenda. Walaupun panas menyengat pada siang hari, temperatur di gurun dapat turun drastis hingga 19 derajat di malam hari pada musim panas.

Namun pada malam hari disiapkan makan yang sudah dua jam ditanam di bawah pasir. Biasanya mereka memasak daging domba muda atau ayam yang disebut zarb, yang  rempah-rempahnya dirahasiakan, setelah itu barulah ditutup pakai tong lalu dimasukkan ke dalam pasir yang sudah dilubangi.

Tong tersebut dibenamkan di bawah pasir gurun berisi bara api. Petugas disana sudah berpengalaman, sehingga tahu kapan daging itu empuk, yah..kira-kira dua jam kalau mau dihitung, lalu setelah itu seorang petugas dapur mengambil sekop lalu mengeluarkan daging dari dalam tong. Wangi daging mmhhh…..sangat menggugah selera. . Nyam…nyam…nyam…makan perlahan-lahan senikmat mungkin sembari menatap bintang-bintang mala dan berbisik dengan angin malam.. uenakkk…

Tertarik ke tempat wisata yang unik ini?, hubungi kami, kami melayani anda sebaik mungkin dan memastikan anda berkesan setelah dari sana. Travelindoexpedia@gmail.com atau via WA : 082249794802

About Author

client-photo-1
infomuslimtours
Info Muslim Tour adalah travel agent resmi terpercaya di Indonesia. Melayani anda untuk segala keperluan Tour, Haji, Umroh, Ziarah, Tour Muslim dan lain sebagainya. Hubungi kami di (021) 80885137 / 80877042 atau hotline kami di 0877 8238 2158 & 0812 9640 5315

Comments

Leave a Reply