Menemukan Kota yang Hilang Sekaligus Berwisata

(Persiapan Ke Petra)

Siapa yang tak kenal Petra?, sebuah peradaban paling tinggi di dunia saat itu pernah hadir di sini. Dan kini merupakan salah satu warisan  dunia yang ada di Yordania, serta menjadi tempat wisata favorit karena kaya akan sejarah. Kota yang pernah hilang dan kini muncul sebagai warisan dunia yang dilestarikan.

Letak Petra berada di Negara Jordan, diperkirakan dibangun pada awal tahun 312 SM, yang sekarang menjadi simbol dari Yordania, dan sampai saat ini tak pernah sepi kunjungan turis, Dan kali ini salah satu Tim Info Muslim Tours atau Ziarah Expedia Wisata sedang menuju ke tempat ini, dan ke depannya Ziarah Expedia Wisata atau Info Muslim Tours akan terus memberangkatkan jemaah menuju tempat-tempat bersejarah ini.

Dengan maskapai penerbangan terbaik nomor 1 yaitu Qatar Airways jemaah sudah mendarat di Amman, Yordania, mereka menikmati perjalanannya, sungguh kami senang jika jemaah puas, makanan pun tersaji dengan baik dan rapi. Sungguh komitmen kami untuk memanjakan jemaah.

Petra berada di dataran rendah di antara gunung-gunung atau gunung Hor yang membentuk sayap timur Wadi Araba, lembah besar yang berawal dari Laut Mati sampai Teluk Aqaba.

Petra Merupakan sebuah situs arkeologikal di Ma’an, Yordania. Tempat ini terkenal dengan bangunan arsitektur yang dipahat pada bebatuan serta sistem pengairannya, dan yang mengesankan adalah pahatan-pahatan itu sangat detail dan rapi, padahal di zaman itu belum ada mesin atau teknologi canggih.

Kalau di Madain Saleh yang berada di Madinah, Arab Saudi adalah tempat yang pernah mendapatkan kutukan dari Allah SWT, maka Petra juga merupakan tempat kaum yang pernah kena azab atau kutukan dari Allah SWT, yaitu kaumnya nabi Luth.

Lokasi geografis Petra sangat strategis, terletak ditengah-tengah antara Teluk Aqaba dan Laut Mati pada ketinggian kurang lebih 800 hingga 1.396 meter diatas permukaan laut, di sebuah lembah dari sebuah pegunungan Edom, sebelah timur dari lembah Arabah. Saat ini ia terletak kurang lebih 200 km arah selatan dari ibu kota Yordania, Amman yang dapat ditempuh dalam waktu 3 jam dengan berkendaraan mobil.

Petra tersembunyi di antara bebatuan dan tebing bertingkat dengan pasokan air yang sangat baik, menjadikannya tempat ideal untuk sebuah kota mandiri. Tempat tersebut hanya bisa dikunjungi melalui celah sempit di pegunungan dari arah barat daya atau timur melalui sebuah canyon dengan panjang kurang lebih 1,5 kilometer dan kedalaman 200 meter, yang disebut dengan Siq, sebagai akses utama dan merupakan celah sangat sempit, lebarnya hanya 2 meter. Wow… mudah-mudahan orang-orang gemuk muat deh. Hehehe….

Banyak penulis menyatakan bahwa Petra adalah ibu kota dari Nabath, sebuah pusat perdagangan yang mempergunakan karavan. Batu-batu yang tersusun itu begitu rapi dan berfungsi sebagai pengairan, betapa cerdas orang-orang dulu  tanpa teknologi canggih seperti sekarang, Petra tidak hanya memiliki banyak keuntungan sebagai benteng, tetapi ia juga mengontrol rute perdagangan utama yang melewati Gaza di Barat, ke Bushra dan Damaskus di Utara, ke Aqaba di Laut Merah, dan sepanjang gurun hingga ke Teluk Persia. Jadi benar-benar tempat yang paling sibuk untuk urusan bisnis zaman dulu.

Petra termasuk salah satu dari 7 keajaiban dunia yang baru ditemukan. Penetapan tujuh keajaiban dunia itu merupakan pilihan dari 100 juta orang di seluruh dunia lewat situs internet dan pesan singkat (SMS) telepon seluler, yang diadakan oleh Swiss Foundation serta diumumkan di Lisbon-Portugal  pada 07-07-07  atau 7 Juli 2007, seperti angka ini dari tanggal ini bukan kebetulan, dan angka 7 bisa identik dengan angka keberungtungan. Jadi pasti ada alasan mengapa pada tanggal tersebut dipilih.

Petra berasal dari bahasa Yunani yang berarti ‘batu’, yang merupakan simbol teknik dan perlindungan. Kata ini merujuk pada bangunan kotanya yang terbuat dari batu-batu di Wadi Araba, sebuah lembah bercadas di Yordania, yang didirikan dengan menggali dan mengukir cadas setinggi 40 meter. Kebayang tidak bagaimana proses pengerjaannya, padahal zaman dulu itu belum ada buldozer atau mesin crane hehehe….

Dulu ada Kerajaan yang bernama Nabatean, dan Petra adalah ibukotanya, didirikan oleh Raja Aretas IV, sembilan tahun sebelum Masehi sampai dengan tahun ke-40 M. Karena pentingnya kota ini maka dibuat sedemikian rupa sehingga sulit untuk ditembus musuh dan aman dari bencana alam seperti badai pasir.

Suku Nabatean membangun Petra dengan sistem pengairan yang luar biasa rumit. Terdapat terowongan air dan bilik air yang menyalurkan air bersih ke kota, sehingga mencegah banjir mendadak. Mereka juga memiliki teknologi hidraulik untuk mengangkat air.

Bukan hanya urusan berdagang dan aman dari musuh, di Petra juga terdapat  sebuah teater yang mampu menampung 4.000 orang, berarti orang-orang dulu juga butuh hiburan tentunya, kalau sekarang cukup nonton infotaiment atau main sosial media sudah terhibur, hehehe. Kini, Istana Makam Hellenistis yang memiliki tinggi 42 meter masih berdiri impresif di sana.

Petra bisa ditempuh sekitar 3 sampai 5 jam perjalanan darat dari kota Amman, Yordania, suku Nabatean yang pernah menguasai kota ini adalah salah satu rumpun bangsa Arab yang hidup sebelum masuknya bangsa Romawi. Sebenarnya asal usul suku Nabatean tak diketahui pasti. Mereka dikenal sebagai suku pengembara yang berkelana ke berbagai penjuru dengan kawanan unta dan domba.

Masyarakat Petra awalnya adalah penyembah berhala. Dewa utama mereka yaitu Dushara (Dzu as-Shara/Dusares),  disembah dalam bentuk batu berwarna hitam dan berbentuknya tak beraturan. Dushara disembah berdampingan dengan Allat, dewi Bangsa Arab kuno. Jadi praktek paganisme sudah lama kan, kalau sekarang sih mungkin yang banyak disembah adalah fulus. Hehehe.

Mereka sangat mahir dalam membuat tangki air bawah tanah untuk mengumpulkan air bersih yang bisa digunakan saat mereka bepergian jauh. Sehingga, di mana pun mereka berada, mereka bisa membuat galian untuk saluran air guna memenuhi kebutuhan mereka akan air bersih.

Di akhir abad ke-4 Sebelum Masehi, berkembangnya dunia perdagangan membuat suku Nabatean memberanikan diri mulai ikut dalam perdaganan dunia. Rute perdagangan dunia mulai tumbuh subur di bagian selatan Yordania dan selatan Laut Mati. Mereka lalu memanfaatkan posisi tempat tinggal mereka yang strategis itu sebagai salah satu rute perdagangan dunia. Suku Nabatean akhirnya bisa menjadi para saudagar yang sukses atau tajir, barang dagangannya berupa dupa, rempah-rempah, dan gading, antara lain berasal dari Arab bagian selatan dan India timur.

Letak yang strategis untuk mengembangkan usaha dan hidup, serta aman untuk melindungi diri dari orang asing itulah alasan suku Nabatean memutuskan untuk menetap di wilayah batu karang Petra.Untuk mempertahankan kemakmuran yang telah diraih, mereka memungut bea cukai dan pajak kepada para pedagang setempat atau dari luar yang masuk ke sana. Suku Nabatean akhirnya berhasil membuat kota internasional yang unik dan tak biasa.

Pada awalnya Petra dibangun untuk tujuan pertahanan. Namun belakangan, kota ini dipadati puluhan ribu warga sehingga berkembang menjadi kota perdagangan karena terletak di jalur distribusi barang antara Eropa dan Timur Tengah.

Pada tahun 106 Masehi, kerakusan Romawi pun mencaplok Petra, sehingga peran jalur perdagangannya melemah. Kira-kira tahun 700 M, sistem hidraulik dan beberapa bangunan utamanya hancur menjadi puing. Petra pun perlahan menghilang dari peta bumi saat itu dan tinggal legenda. Jadi bangsa Romawi harus bertanggungjawab ya?.

Nah, pada tahun 1812, seorang petualang dari Swiss yang bernama Johann Burckhardt memasuki kota itu dengan menyamar sebagai seorang muslim, licik juga. Legenda Petra pun meruak kembali pada zaman modern, dikenang sebagai simbol teknik dan pertahanan. Jadi kita berterimakasih pada Johann yang telah menginvestigasi kota ini sehingga bisa dikenal lagi dan ditemukan.

Situs purbakala ini dikelilingi gunung. Di sini ada gunung setinggi 1.350 meter dari permukaan laut. Inilah kawasan tertinggi di areal ini yang disebut Gunung Harun (Jabal Harun) atau Gunung Hor atau El-Barra. Gunung Harun paling sering dikunjungi orang. Sebagian besar orang percaya  bahwa di puncak Jabal Harun inilah Nabi Harun meninggal dan dimakamkan oleh Nabi Musa. Berarti kalau benar  alangkah bagusnya jemaah bisa membaca doa-doa ziarah kepada Nabi Harun alaihsalam…

Di abad ke-14 Masehi akhirnya sebuah masjid dibangun di sini dengan kubah berwarna putih yang terlihat dari berbagai area di sekitar Petra. Harun bisa tiba di wilayah Yordania karena saat itu mendampingi Nabi Musa membawa umatnya keluar dari Mesir dari kejaran Raja Fir’aun.

Di abad pertama Sebelum Masehi, Kerajaan Nabataean yang kaya dan kuat menjangkau wilayah Damaskus di utara dan Laut Mati di selatan. Saat itu Petra telah didiami sekitar 30 ribu penduduk. Di masa itulah dibangun kuil agung, tahun 100-an Masehi saat Romawi menguasai wilayah ini. Arsitektur di Petra pun terpengaruhi arsitektur Romawi. Jadi anda bisa melihat dengan jelas model-modelnya ketika berada disana.

Pada 600 Masehi di Petra dibangun gereja. Abad ke-7 Masehi, Islam hadir, dan pada abad ke-14, makam Nabi Harun di Jabal Harun menjadi tempat keramat dari umat Islam, selain kaum Yahudi dan Kristiani. Saat berusia 10 tahun, Nabi Muhammad pernah berkunjung ke gunung ini bersama pamannya. Setelah Perang Salib di abad ke-12, Petra sempat menjadi ‘kota yang hilang’ selama lebih dari 500 tahun (lost city). Hanya penduduk lokal (suku Badui) di wilayah Arab yang mengenalnya.

Modal berwisata kesitu terjangkaulah, buktinya sudah banyak yang kesana, cuman sih kalau untuk ongkos masuk ke dalam situs bersejarahnya,  Anda menyiapkan dana  90 JOD atau setara 130 USD untuk Sekali Masuk, itu Jika Anda transit di Yordania dan tidak menginap semalam di Kota Amman atau Petra ini,namun akan lebih murah biayanya jika anda masuk dan menginap,  Biayanya hampir setengahnya saja. 50 JOD untuk One Day Pass, 55 JOD Untuk Two Day Pass, dan 60 JOD untuk 3 Day Pass.

Atau bisa cek disini http://visitpetra.jo/

About Author

client-photo-1
infomuslimtours
Info Muslim Tour adalah travel agent resmi terpercaya di Indonesia. Melayani anda untuk segala keperluan Tour, Haji, Umroh, Ziarah, Tour Muslim dan lain sebagainya. Hubungi kami di (021) 80885137 / 80877042 atau hotline kami di 0877 8238 2158 & 0812 9640 5315

Comments

Leave a Reply