Umroh Dengan Mahram | Ziarah Expedia Wisata

Umroh Dengan Mahram Ziarah Expedia Wisata

Umroh Dengan Mahram Ziarah Expedia Wisata

Mengapa umroh harus dengan “mahram”? – Sebelum membahas tentang mahram, kita perlu mengetahui apa itu mahram, Mahram (Arab: محرم) adalah semua orang yang haram untuk dinikahi selamanya karena sebab keturunan, persusuan dan pernikahan dalam syariat Islam.

Baca Juga: Tips Berkomunikasi Saat Umroh

Muslim Asia Tenggara sering salah dalam menggunakan istilah mahram ini dengan kata muhrim, sebenarnya kata muhrim memiliki arti yang lain. Dalam bahasa arab, kata muhrim (muhrimun)artinya orang yang berihram dalam ibadah haji sebelum bertahallul. Sedangkan kata mahram (mahramun) artinya orang-orang yang merupakan lawan jenis kita, namun haram (tidak boleh) kita nikahi sementara atau selamanya. Namun kita boleh bepergian dengannya, boleh berjabat tangan, dan seterusnya.

Agama Islam menjaga kehormatan dan memuliakan umat muslim. Diantaranya adalah larangan bagi wanita untuk bersafar tanpa mahram yang menyertainya. Bagi seorang wanita Muslimah hadits mengenai tentang batasan safar bagi wanita yaitu:

1. Dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhu, Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لاَ تُسَافِرِ الْمَرْأَةُ ثَلاَثًا إِلاَّ مَعَ ذِي مَحْرَمٍ

“Janganlah seorang wanita safar sejauh tiga hari (perjalanan) melainkan bersama dengan mahramnya”. [HR. Imam Bukhari (1087), Muslim (hal. 970) dan Ahmad II/13; 19; 142-143; 182 dan Abu Daud]

2. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لاَ يَحِلُّ لامْرَأَةٍ تُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ أَنْ تُسَافِرَ مَسِيرَةَ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ لَيْسَ مَعَهَا حُرْمَةٌ

“Tidak halal (boleh) bagi seorang wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir safar sejauh sehari semalam (perjalanan) dengan tanpa mahram (yang menyertainya)”. [HR. Imam Bukhari (Fathul Baari II/566), Muslim (hal. 487) dan Ahmad II/437; 445; 493; dan 506]

3. Dari Qaz’ah maula Ziyaad berkata: “Aku mendengar Abu Sa’id (Al-Khudry Radhiyallahu ‘anhu), yang telah mengikuti dua belas peperangan bersama Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, berkata: “Empat perkara yang aku dengar dari rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang membuat aku takjub dan kagum,yaitu: “Janganlah seorang wanita safar sejauh dua hari (perjalanan) tanpa disertai suami atau mahramnya, janganlah berpuasa pada dua hari Idul Fitri dan Idul Adlha, janganlah sholat setelah mengerjakan dua sholat yaitu setelah sholat Ashar sampai tenggelam matahari dan setelah sholat Subuh sampai terbit matahari, dan janganlah bepergian jauh kecuali menuju tiga masjid: masjidil Haram, masjidku (masjid nabawi) dan masjidil Aqsho.” [HR. Imam Bukhari (Fathul Baari IV/73), Muslim (hal. 976) dan Ahmad III/34 dan 45].

Lalu, bolehkah seorang wanita mengerjakan ibadah umrah yang disertai tanpa mahram?

Ada perbedaan pendapat di kalangan para ulama. Ada yang mutlak melarang dan ada yang mengharuskan didampingi mahram. Sebagian ulama berkata:

“Tidak wajib bagi wanita tersebut, karena mahram termasuk As-sabiil (perjalanan ke baitullah) berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :

مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلاً

“(Bagi) Orang yang sanggup mengadakan perjalan ke baitullah”. [Ali Imran 97].

Kemudian berdasarkan hadist, Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhu, Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لاَ تُسَافِرِ الْمَرْأَةُ إِلاَّ مَعَ ذِي مَحْرَمٍ وَلاَ يَدْخُلُ عَلَيْهَا رَجُلٌ إِلاَّ وَمَعَهَا مَحْرَمٌ فَقَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي أُرِيدُ أَنْ أَخْرُجَ فِي جَيْشِ كَذَا وَكَذَا وَامْرَأَتِي تُرِيدُ الْحَجَّ فَقَالَ اخْرُجْ مَعَهَا

“Janganlah wanita safar (bepergian jauh) kecuali bersama dengan mahromnya, dan janganlah seorang (laki-laki) menemuinya melainkan wanita itu disertai mahromnya.” Maka seseorang berkata: “Wahai rasulullah n sesungguhnya aku ingin pergi mengikuti perang anu dan anu, sedangkan istriku ingin menunaikan ibadah haji.” Beliau bersabda: “Keluarlah (pergilah berhaji) bersamanya (istrimu)”. [HR. Imam Bukhari (Fathul Baari IV/172), Muslim (hal. 978) dan Ahmad I/222 dan 246]

Jadi, berdasarkan pendapat diatas untuk bepergian haji dan umroh, jika seorang perempuan hendak bepergian haji dan umroh hendaklah pergi dengan suaminya, atau seorang mahram.

Sedangkan menurut pendapat lain, berdasarkan Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.

وَللهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلاً

“Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu bagi orang-orang yang mampu mengadakan perjalanan ke Baitullah”. [Ali Imran : 97].

Kemudian Imam Bukhari meriwayatkan dari Adi bin Hatim r.a , bahwa Nabi Muhammad saw bersabda:

يَا عَدِيُّ، هَلْ رَأَيْتَ الحِيرَةَ؟ قُلْتُ: لَمْ أَرَهَا، وَقَدْ أُنْبِئْتُ عَنْهَا، قَالَ «فَإِنْ طَالَتْ بِكَ حَيَاةٌ، لَتَرَيَنَّ الظَّعِينَةَ تَرْتَحِلُ مِنَ الحِيرَةِ، حَتَّى تَطُوفَ بِالكَعْبَةِ لاَ تَخَافُ أَحَدًا إِلَّا اللَّهَ

“Wahai “Adiy, apakah kamu pernah melihat negeri Al Hirah?”. Aku jawab; “Aku belum pernah melihatnya namun aku pernah mendengar beritanya, Rasulullah bersabda:” Jika engkau berumur panjang maka engkau pasti akan melihat seorang perempuan yang mengadakan perjalanan (jauh) dari Hirah hingga dia bertawaf mengelilingi Ka’bah tanpa rasa takut kecuali hanya kepada Allah… (HR. Bukhori).

Berdasarkan pendapat diatas, para ulama mengambil kesimpulan bahwa syarat untuk mengharuskan didampingi dengan mahram adalah bukan syarat mutlak, melainkan syarat yang diperlukan pada saat perjalanan keluar kota yang tidak terjamin keamanannya. Hal ini agar terhindar dari kejahatan ataupun fitnah yang mengancam keselamatan.

Al-Imam Asy-syafi’i dalam salah satu pendapat beliau tidak mengharuskan jumlah wanita yang banyak tapi boleh satu saja wanita yang tsiqah. Semua mensyaratkan satu hal saja, yaitu amannya perjalanan dari fitnah. Al-Imam Malik rahimahullah juga mengatakan bila aman dari fitnah, para wanita boleh bepergian tanpa mahram atau suami, asalkan ditemani oleh sejumlah wanita yang tsiqah (bisa dipercaya).

Kemudian, apa saja syarat bagi wanita yang ingin berangkat haji atau umroh?
Pemerintah Arab Saudi telah menetapkan syarat adanya Surat Keterangan Mahram bagi wanita yang hendak berangkat haji atau umroh.
Pemerintah Arab Saudi tidak akan mengizinkan masuk bagi orang yang tidak mematuhi persyaratan visa untuk masuk ke wilayah Arab Saudi untuk melakukan ibadah haji atau umrah.Syarat ini diperlukan agar keadaan atau situasi terjamin keamanannya dan tidak menimbulkan fitnah. Surat keterangan mahram ini dapat diperoleh dengan bantuan travel atau biro perjalanan di Rabbani Tour.
Demikianlah informasi seputar Mengapa umroh harus dengan “mahram”? Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi calon jamaah yang ingin menjalankan ibadah umroh

About Author

client-photo-1
Info Muslim Tours
Info Muslim Tour adalah travel agent resmi terpercaya di Indonesia. Melayani anda untuk segala keperluan Tour, Haji, Umroh, Ziarah, Tour Muslim dan lain sebagainya. Hubungi kami di (021) 80885137 / 80877042 atau hotline kami di 0877 8238 2158

Comments

Leave a Reply